BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 26 : PERGI KE SALON


__ADS_3

...PERGI KE SALON...


Pertama kalinya keluarga Alexander mengadakan pesta di rumah, biasanya mereka akan menyelenggarakannya di hotel, karena ini ulang tahun menantunya.


Aku mau membantu mereka, tapi Nenek melarangnya. Kata Nenek aku duduk santai saja, dan terima beres.


" Iya, benar yang Nenekmu bilang ! Kamu cukup melihat semuanya beres atau kamu pergi ke salon aja " Cetetuk Papa sambil memantau Lucas yang sedang meniup balon.


" Mauriel " Mama menarik tangan Mauriel yang sedang merangkai bunga.


" Iya, Ma " Jawab Mauriel.


" Ikut mama, ayo kita ke salon. Biarkan para lelaki yang bekerja keras, kita wanita tinggal terima beres aja " Seru Mama sambil membawa Mauriel pergi dari sana.


Kami berpapasan dengan Rubia di parkiran, " Mau kemana, Ma ? "


" Mama dan Mauriel mau ke salon " Sahut Mama.


" Aku ikut, ya " Celetuk Rubia tanpa bertanya terlebih dahulu boleh ikut atau tidak.


Mama yang tidak mau ambil pusing, langsung mengiyakan permintaan Rubia," Iya udah, cepat masuk ke mobil "


Agak canggung memang pergi dengan Mama, ini pertama kalinya aku jalan bersama Mama, dan tentu saja dengan Rubia juga.


...♡♡♡♡♡♡...


" Nenek, ingin membunuhku " Teriak Lucas dengan napas tersengal-sengal, Ia sudah tidak sanggup meniup semua balon.


" Kakak selalu mendapatkan bagian yang mudah, sedangkan aku harus bekerja keras. Ini tidak adil " Gumam Lucas menggerutu.


" Hahahahaahah " Papa yang melihat wajah polos Lucas cuma bisa menertawainya.


" Nenek mau kamu berusaha lebih keras lagi ! selama ini, kamu selalu melakukan sesukamu, sekarang aku akan mendidikmu " Kata Nenek sambil memukuli punggung Lucas dengan tongkat kayunya.


" Auuuwwww....aauuew...! sakit, Nek. Hentikan." Teriak Lucas sambil berlari menghindari serangan Nenek, dan bersembunyi di belakang Ayahnya.


" Aaauuuwwww " Papa ikut menjerit kesakitan karena terkena serangan Nenek.


" Ibu.....kenapa memukuli ku juga " Seru Ayah menghindari serangan Nenek.


" Hahahahhaha......terus, Nek " Lucas memprovokasi Neneknya untuk menyerang Ayahnya.


" Bocah nakal ini " Pekik Ayah menatap wajah Lucas.


" Kalian berdua sama saja " Ucap Nenek bergantian memukuli anak dan cucunya.


...♡♡♡♡♡♡...


" Dion, tolong belikan kue untuk acara nanti malam " Seru Leon memerintah Dion.


" Baik, Pak " Jawab Dion sambil membungkukan badannya.


" Tuan muda, mau yang rasa apa ? Rasa buah, coklat, blackforesst, tiramissu, atau red velvet ? " Tanya Dion sebelum pergi ke toko kue.

__ADS_1


" Aku tidak tahu, apa yang dia sukai " Leon berpikir sejenak. Leon baru menyadari, Ia tidak mengenali Mauriel sama sekali.


Rasa Apa yang di sukainya.


Warna apa yang di sukainya.


atau Makanan favorit Mauriel saja Leon tidak tahu.


" Apa kue ini, untuk Nona Muda Mauriel ? " Tanya Dion dengan hati-hati.


" Iya " Jawab Leon cepat.


" Kalau saya boleh memberikan usul...."


" Apa ? " Seru Leon menyela perkataan Dion dengan mata yang berbinar-binar.


" Sepertinya Nona muda sangat menyukai kue yang di buatkan oleh Tuan muda Lucas, Saya tidak sengaja melihat Nona memakan kue itu dengan lahap." Seru dion dengan wajah yang polos.


Leon mengkerutkan keningnya sambil mengelengkan kepalanya, Ia tidak tahu harus memarahi Dion atau segera mengusirnya.


" Kalau itu, aku juga tahu. Aku sudah melihatnya sendiri dengan mata kepalaku. " Gumam Leon di dalam hatiya.


" Keluarlah " Leon mengusir Dion secara halaus.


" Bagaimana denagn kuenya, Tuan ? " Tanya Dion sebelum meninggalkan ruangan.


" Lupakan kuenya, aku sendiri yang akan membelinya. " Ucap Leon dengan menatap tajam wajah Dion.


" Ba-baik, Tuan muda " Jawab Dion ketakutan.


" Kemarin, sepertinya Lucas membuatkan kue coklat." Leon berguman sendiri.


" Dia menyukai kue yang bentuknya berantakan, kaya gitu. Aku akan menunjukan bentuk kue yang sebenarnya " Ucap Leon sebelum meninggalkan ruang kerjanya.


...♡♡♡♡♡♡...


" Ma, aku belum pernah ke salon " Celetuk Mauriel di depan pintu salon langganan Mama.


" Belum pernah ? lalu, kalau kamu mau menggunting rambut atau mau creambath, di mana ? " Tanya Rubia setengah menyindir.


" Ayah yang akan mengunting rambutku "


" Apa itu creambath ? " Tanya Mauriel dengan wajahnya yang polos.


" Astoge " Celetuk Rubia sambil menepuk keningnya.


" Menantu Mama kampungan banget, kak Leon nemu di mana, sih ?" Bisik Rubia sambil menatap penampilan Mauriel yang sederhana.


Mauriel hanya mengenakan kaos oblong dengan celana jeans belel, sedangkan Rubia mengenakan dress yang atasannya sedikit terbuka.


"Entah, Mama juga belum mengetahuinya." Jawab Mama ikutan memandangi Mauriel dengan mata yang merendahkannya.


Mauriel sadar dirinya di hina oleh ibu mertua dan isteri kedua suaminya, tapi Mauriel mencoba untuk menahan diri untuk tidak membalasnya, semua itu Ia lakukan demi Nenek.

__ADS_1


" Sudahlah masuk saja kedalam " Mama merangkul pinggang Rubia, sementara Mauriel mengikutinya dari belakang.


" Hallo, Sis " Sapa sang pemilik salon yang tak lain adalah sahabat Mama.


" Kenalin, namanya Rubia, Isterinya Leon " Seru Mama memperkenalkan Rubia dengan bangga.


" Oh...jadi ini isterinya Leon, wanita yang sangat cantik dan berpendidikan " Kata Tante Rianti .


" Rubia " Ucap Rubia sambil mengulurkan tanganya.


" Rianti " Jawab Tante Rianti bersalaman dengan Rubia.


" Mau perawatan, Apa ? " Tanya tante Rianti sambil menyuruh assistennya untuk melayani tamu spesialnya.


" Seperti biasa, dan sekalian di make up, ya " Jawab Mama.


" Mau ada pesta ya, jeng " Tebak Tante Rianti tepat.


" Iya " Jawab Mama sambil memejamkan matanya.


"ada acara, apa ? " Tanya Tante Rianti yang tidak berhenti mengoceh.


" Aaa......" Mama belum menjawab pertanyaan Tante Rianti, karena mendengar keributan dari tempat Mauriek berada.


Mauriel masih berdiri, dan hanya menyimak pembicaraan mereka, tiba-tiba di usir oleh assistennya Tante Rianti.


" Jangan berdiri di sini donk, ganggu pekerjaan orang tau. Kalau mau nunggu majikannya selesai nyalon, di sana aja " Teriak Assisten Rianti.


Rianti menghampiri Mauriel dan assistennya yang sedang bertengkar, " Ada apa ? " Rianti menatap penampilan Mauriel dari ujung rambut sampai ujung kaki.


" Mba ini, menghalangi jalan, Bu " Seru assisten Rianti sambil tersenyum kecil.


Rianti melirik sebentar lalu berteriak kepada sahabatnya, " Say, pelayannya mau di vermak juga ? "


" Pelayan ? Vermak ? Di kira baju, mau di vermak " Gumam Mauriel pelan.


" Tante, dia bukan pelayan kami, dia menantu keluarga Alexander juga " Kata Rubia sambil tersenyum mengejek.


" Maksud kamu, isterinya Lucas ? memangnya anak itu, sudah menikah juga ? " Sahut Tante Rianti terkejut.


Rubia mengelengkan kepalanya," Bukan, dia isterinya Kak Leon " Kata Rubia.


" Apa " Teriak Rianti dan assistennya secara bersamaan. Rubia menyunggingkan bibirnya sambil melirik ke arah Mauriel.


Rianti meminta assistennya untuk meminta maaf kepada Mauriel, sedangkan Rubia dan Mamanya sama sekali tidak memarahi balik orang yang telah menghina menantu Alexander, mereka justru merasa terhibur dengan kejadian tersebut.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga Anak Genius : Ayah sedingin es.


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


sekecil apapu. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.

__ADS_1


sampai jumpa di chapter selanjutnya.


__ADS_2