
...AKU ADA BERSAMA MU...
Kepercayaan dan kesetiaan adalah satu kesatuan yang utuh. Kesetiaan harus selalu patuh, agar kepercayaan Tak berhenti menawarkan keindahan, kasih sayang, dan cinta kasih tanpa batas
...----------------...
Lucas duduk di dalam mobil, mematikan ac, serta memberikan jaketnya pada gadis itu supaya tidak kedinginan.
Mauriel memang sempat sadar tapi beberapa menit kemudian, Ia kembali memejamkan kedua matanya, dan Lucas membiarkan gadis itu tertidur.
Dan Ia sudah bisa bernapas dengan teratur, hal itu menentramkan hatinya.
Lucas tidak tahu ke mana Ia mengarahkan mobilnya, yang Ia tahu satu jam kemudian Ia sudah sampai di pinggir taman.
Handphone milik mereka berdua terus berdering sejak Ia meninggalkan rumah, Ia tidak mempedulikannya.
Lucas mengeluarkan benda itu dan melihat layar ada missedcalls enam puluh kali, beberapa dari Leon, Papa dan Nenek.
Semua orang tentu binggung, serta mencemaskannya karena pergi begitu saja. Lucas memutuskan untuk mematikan handphone itu.
Bajunya basah, begitu pula dengan baju Mauriel, dan untungnya sudah agak kering karena satu jam sudah berlalu, tapi tetap saja masih berasa lembab.
Lucas tidak bisa membawa Mauriel ke rumah sakit ataupun ke hotel, karena mereka akan segera di temukan.
Ia mengulurkan tangannya, dan mengelus pipi gadis itu dengan lembut, bahunya bergerak, detik berikutnya dia mulai membuka mata, dan memandang Lucas di sampingnya.
" Luca.........s " Ucap Mauriel pelan, kepalanya masih terasa berputar-putar, dan Ia mulai merasa menggigil.
...♡♡♡♡♡♡...
Sementara itu, Leon masih uring-uringan di kamarnya, kerjaannya cuma mondar-mandir, membuat Rubia jadi pusing melihat tingkahnya.
" Aduh....Kak Leon bisa berhenti gak, sih ? " Celetuk Rubia memperhatikan gerakan pria itu dari pantulan cermin.
" Bagaimana aku bisa tenang jika isteriku di bawa pergi oleh adikku sendiri ! Dan sampai sekarang, belum ada kabar dari mereka berdua. " Wajahnya masih tampak kesal.
" Palingan besok pagi baru pulang " Gadis itu menepuk pipinya yang di olesin cream malam.
Kata-kata yang keluar dari Rubia bukannya membuat Ia merasa tenang, justru sebaliknya, Leon semakin kalang kabut. Apalagi membayangkan mereka berdua akan menghabiskan waktu semalaman.
" Brengsek.....!!!! " Leon kembali meninju dinding kamar dengan suara yang menggema keseluruh ruangan, dan membuat Rubia tersentak.
" Lucasssssssss " Teriak Leon lebih keras sehingga cermin jadi bergetar.
...♡♡♡♡♡♡...
Tiba-tiba saja bulu kuduknya merasa merinding, dan mendadak jadi dingin. Lucas ikut-ikutan melipat kedua tangan di dadanya.
__ADS_1
Lucas merasakan firasat yang tidak enak, seperti ada seseorang yang sedang memanggil namanya. Serunya di dalam hati.
Suasana jadi canggung di antara mereka, apalagi Mauriel jadi teringat dengan perkataan Leon. Ia tidak sanggup menatap mata pria itu.
" Sebenarnya apa yang terjadi ? Mengapa kakak bisa tenggelam ke kolam renang ? " Tanya Lucas sambil menjentikan jari-jarinya di stir mobil saking gugupnya.
" Rubia yang mendorongku " Jawab Mauriel, pandangannya menatap kedepan.
" Jadi ulah gadis itu lagi !!! Lalu kenapa dia juga bisa tenggelam ? " Lucas mengatur pernapasannya supaya terlihat lebih santai.
" Sumpah demi Tuhan, bukan aku yang mendorongnya.
Dia menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam air. " Katanya dengan wajah yang serius memandangi mata Lucas.
" Hahahhahah " Lucas tertawa lebar sambil mengusap kepala gadis itu.
" Tentu saja, aku percaya padamu !! " Dia tersenyum memandangi kakak iparnya.
Mauriel memandang Lucas dengan heran, jika yang di depannya adalah Leon, Apakah dia juga seperti Lucas yang langsung percaya kepadanya.
Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum, dasar bodoh kamu, Mauriel. jawabannya sudah sangat jelas, tentu saja tidak mungkin.
" Kenapa ? " Lucas bertanya lagi sambil mengkerutkan kedua alisnya.
" Tidak apa-apa !!! Cuma teringat sesuatu yang tidak penting." Kilah Mauriel.
Mauriel melihat ke luar jendela sambil membuka kaca jendela sampai bawah, dan angin berhembus menyapu rambutnya yang terurai.
" Di sini, udaranya begitu sejuk " Ucapnya kepada adik ipar yang sedang memperhatikannya dengan wajah penuh kasih sayang.
" Kakak mau turun dari mobil, gak ? Aku lihat di sebelah sana ada sebuah taman. " Lucas ikut membuka kaca jendelanya. Dan Mauriel menoleh ke arah pria itu.
" Boleh " Seru Mauriel. Kemudian mereka turun, dan berjalan menuju taman.
...♡♡♡♡♡♡...
Leon tidak bisa tinggal diam begitu saja di dalam kamarnya, dan memutuskan untuk mencari mereka berdua.
Pria itu mengambil jaket kulit berwarna hitam dari lemari," Kakak mau kemana tengah malam begini ? " Sembur Rubia mendekati suaminya.
" Mencari isteriku yang hilang " Jawab Leon sinis.
" Memangnya kakak tahu mereka ada, di mana ? Tidak kan ? Sudahlah....hentikan tindakan yang sia-sia cuma membuang waktu saja, mend......" Leon mencekal bahu gadis itu hingga membuatnya berhenti mengoceh.
Leon menatapnya dengan tatapan penuh kebencian, entah kenapa perasaannya terhadap gadis itu berubah jadi rasa benci yang teramat dalam.
Dulu dia memang sangat mencintai gadis yang berdiri di hadapannya, Namun sekarang rasa itu sudah tidak ada lagi di dalam hatinya.
__ADS_1
" Jika bukan karena.... " Leon memperhatikan perut Rubia yang semakin membesar, lalu melepaskan cekalannya.
Leon menyadari akan kesalahannya sudah membuat gadis itu ketakutan, " Maaf " Katanya sambil mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja.
...♡♡♡♡♡♡...
Papa menatap isterinya yang baru keluar dari kamar mandi, dan memakai stelan piyama transparan. tentu saja Ia senang melihat kecantikan tubuh isterinya yang seperti seorang gadis.
Mama menghampiri Papa yang duduk di tempat tidur, dan menatapnya dengan nakal," Ada apa, Sayang ?"
" Aku memikirkan Lucas, kemana dia membawa gadis itu pergi " Seru Papa sambil menahan napasnya karena isterinya menyentuh area yang sensitif.
" Aku justru sedang mengkhawatirkan Leon, anak kita pasti merasa terpukul karena dia sangat mencintai Mauriel. " Sahut Mama sambil memegang sesuatu di balik selimut, dan saking kesalnya membayangkan Lucas yang sudah menyakiti putra kesayangannya jadi meremas benda tersebut hingga yang punya menjerit kesakitan.
" Mama......" Teriak Papa.
" Sayang maaf, aku tidak sengaja " Ucap Mama, sambil ikut mengusapnya dengan lembut.
" Mama keterlaluan " Ujar Papa merajuk.
" Aduh sayangku ngambek, aku benar-benar menyesal sudah menyakiti Papa. " Mama pun melakukan segala cara untuk membujuk suaminya, beberapa menit kemudian mereka sudah beradu di balik selimut, dan saling mendesah.
...♡♡♡♡♡♡...
Rubia menatap kepergian pria itu, meski dia sudah berusaha untuk menahannya, namun Leon tetap pergi meninggalkannya.
Leon menyalakan mobil, dan melaju dengan kecepatan tinggi, beruntung hari sudah gelap jadi jalanan tidak begitu ramai, hanya ada dia seorang.
Leon pergi ke seluruh rumah sakit, dan memeriksanya. Mauriel tidak ada di sana. bahkan Ia juga mengecek ke beberapa hotel yang ada di jakarta, namun hasilnya pun sama.
Semalaman Ia tidak tidur, dan terus berputar-putar mencari mereka. Hari sudah terang dan tubuhnya terasa penat, tapi Ia tidak mau tidur sebelum menemukan kedua orang itu.
Hatinya hancur....amat hancur, Ia tidak rela jika ada pria lain yang merebut barang miliknya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :
1. Anak Genius : Ayah sedingin es.
2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet
3. Paulina Menjadi Paula
Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉
seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh
__ADS_1
sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.
sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍