
...CINTA DI MUSIM CERI...
Lampu penerangan sudah di matikan, itu tandanya semua orang sudah terlelap di kamarnya.
Leon maupun Mauriel berjalan sambil berjinjit supaya tidak menimbulkan suara, mereka tidak ingin membuat keributan.
Dengan baju basah kuyub, air menetes membasahi lantai.
Tidak sengaja kaki Mauriel menabrak anak tangga, dan Ia menjerit kesakitan dengan suara yang pelan.
" Auuwww "
" Hati-hati " Bisik Leon.
Mauriel memasuki kamarnya, Ia hendak menutup pintu kamar, tetapi Leon menahan pintunya.
" Ada apa ? " Gumam Mauriel pelan, Ia takut membangunkan penghuni di sebelah kamarnya terbangun.
" Aku tidak bisa kembali ke kamarku, dalam kondisi seperti ini " Kata Leon mencari-cari alasan.
" Apakah Rubia akan memarahinya ? "Pikir Mauriel di dalam hatinya
Lalu Mauriel mengajak Leon masuk kedalam kamarnya, ini sudah yang kedua kalinya mereka berada di dalam kamar yang sama, dan Suasana jadi semakin canggung.
Aneh kenapa aku merasa kamar ini terasa berbeda dari biasanya, dan mengapa jantung ku berdetak lebih cepat.
" Mauriel " Aku terkejut saat kepala Leon sudah ada di tinggal ku, cara dia memanggilku terdengar manis, sebelumnya Leon tidak pernah menyebut namaku.
Deg.....deg...
" Kamu mau mandi duluan atau aku ? " Ucap Leon.
" Ma-mandi ? " Pekik Mauriel dengan raut wajah yang terkejut.
" Iya mandi, baju kita berduakan basah karena hujan. atau kamu mau kita mandi bersama ? "
" Lagipula kita kan sudah menikah, tidak ada larangannya suami isteri mandi, bersama " Celetuk Leon menggoda Mauriel.
" Tidak mau " Jawab Mauriel cepat dengan raut wajah bersemu mereh.
Leon mencubit hidung Mauriel," Aku hanya bercanda "
" Ya, sudah kalau begitu aku mandi duluan " Ucap Leon sambil melirik ke arah Mauriel, dan melepaskan kancing kemejanya. Seketika Mauriel menutup kedua matanya.
Leon melangkahkan kakinya ke kamar mandi sambil tertawa cekikikan," Hahaahahah "
Taaakk.....
Ketika Leon menutup pintunya, Mauriel sampai terbengong memandangi pintu.
" Aku memang sudah memaafkannya, tapi kenapa jadi seperti ini " Gumam Mauriel pelan.
Dengan jantung berdebar-debar Mauriel mengganti pakaiannya terlebih dahulu, dan selalu menoleh ke arah pintu, Ia takut Leon melihatnya.
Tiba-tiba terdengar teriakan Leon meminta handuk dan juga pakaian bersih. handuk sih ada, namun baju ?
Tidak ada pakaian Leon di dalam lemarinya, Mauriel mengambil kaos berwarna pink, kebetulan kaos ini ukurannya pas dengan badan Leon.
" Terima kasih " Ucap Leon dari balik pintu, Ia menutup matanya rapat-rapat.
__ADS_1
Begitu Leon keluar dari kamar mandi, Mauriel langsung melangkahkan kakinya secepat mungkin.
" Hahaahhahahah " Leon tertawa lepas melihat tingkah konyol isterinya, hal yang tidak pernah di lihatnya.
Mauriel sudah selesai mandi, namun rambutnya masih basah, ada tetesan air yang membasahi poninya lalu mengenai wajahnya, di mata Leon, Mauriel jadi terlihat bersinar.
"Rambutmu masih basah " Ucap Leon sambil menunjuk ke arah rambutnya.
" Masa " Sahut Mauriel menyentuh rambutnya.
" Padahal sudah ku seka dengan handuk "
Sekali lagi Mauriel mengeringkan rambutnya dengan handuk, tapi Leon keburu menarik tangannya.
Kemudian mulai mengeringkan rambut Mauriel menggunakan hair drayer, dengan lembut Ia mengusap-usap rambut sang isteri.
Tangan Leon terasa hangat di rambutnya, dan membuat Mauriel merasa nyaman.
Deg....deg......
Lagi-lagi jantungnya berdebar kencang, entah kenapa wajah Rubia mengusik pikirannya.
Apakah, Leon sering melakukannya untuk Rubia ?
" Kamu sering melakukannya ? " Tanya Mauriel menatap dirinya di depan cermin.
Tanpa ku sadari, aku mengucapkan semua yang ada di kepalaku.
" Apa ? " Seru Leon.
" Sepertinya kamu selalu mengeringkan rambut Rubia " Kata Mauriel mengulangi perkataannya. Jangan sampai dia mengira aku cemburu kepadanya.
Deg....deg....deg.....
Debaran jantungku semakin keras.
" Jangan terlalu baik kepada ku " Ucap Mauriel menutup matanya.
" Mengapa ? " Tanya Leon.
" Karena aku tidak ingin terlalu jauh, aku harus mengkontrol perasaan ini supaya tidak merasakan sakit terlalu dalam. "
Leon membalikan tubuhnya menghadap Mauriel, dan menatal matanya dengan serius.
" Ini bukan seperti dirimu, kenapa kamu melakukannya. lagipula aku sudah memaafkanmu, seharusnya kamu berhenti sampai di situ saja. " Kata Mauriel.
" Dari awal, pernikahan kita sudah salah jalan. Karena itu aku ingin memulainya kembali dari semula." Ucap Leon dengan nada suara yang lembut.
Sepertinya hati ku mulai gila, aku mulai merasa nyaman berada di dekatnya.
" Tolong berikan aku kesempatan untuk mempertahankan pernikahan kita, setidaknya untuk satu tahun saja. " Seru Leon dengan wajah yang serius.
" Kalau di pikir-pikir aku banyak melakukan kesalahan dan aku ingin memperbaikinya. "
" Bagaimana dengan Rubia ? kamu tidak mungkin menceraikannya kan, dan kamu juga tidak mencintaiku. "
Leon terkena mental dengan semua perkataan Mauriel, yang di katakannya benar. Ia tidak mungkin menceraikan Rubia, Tapi.....
Cinta ?
__ADS_1
Apa benar aku tidak mencintainya atau aku cuma takut mengungkapkan cinta ku kepadanya ?
" Aku memang sudah menikah dengannya, tapi kamu tidak mau memberikan ku kesempatan ? " Kata Leon memohon kepada Mauriel.
Mauriel menghela napas panjang, sejujurnya Ia tidak mengerti apa yang di inginkan oleh Leon, toh mereka sudah menikah.
Jangan-jangan Leon takut aku menceraikannya ?
" Tunggu, sebenarnya aku tidak mengerti dengan yang kamu ucapkan " Seru Mauriel.
" Aku ingin menjadi sepasang suami isteri yang sesungguhnya, dan aku harap kamu tidak menemui lelaki lain lagi terutama.... "
" Nathan ? " Kata Mauriel menyela perkataan Leon.
" Iya, ayo kita jalani bersama-sama. pacaran setelah menikah kan tidak masalah. kita biasa memulainya dengan pacaran. " Kata Leon.
Padahal Leon tidak mencintaiku, dan tidak bisa melepaskan Rubia. Kenapa harus aku yang menjadi perempuan kedua di dalam hidupnya.
" Aku akan memperlakukan kalian secara adil " Ucap Leon yang tidak sanggup untuk memilih.
" Ayo kita jalani pernikahan ini dari awal lagi, kita bisa saling mengenal satu sama lain. dan kamu hanya perlu berada di sampingku "
" Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu "
Membahagiakanku ?
Tapi kamu juga akan membahagiakan wanita lain di depan mata ku.
Aku ingin sekali mengatakan itu dari bibirku, tapi mengapa rasanya berat sekali.
" A-aku tidak tahu. aku perlu berpikir " Kata Mauriel pada akhirnya.
" Jangan bilang kamu masih mencintai dia ? " Ucap Leon dengam suara yang berat.
" Tidak ! Nathan sudah menjadi masa laluku " Seru Mauriel.
" Tapi dia masih mengharapkanmu ! seandainya kita bercerai, apa kamu akan kembali kepadanya ? "
Tiba-tiba Leon menanyakan sesuatu yang tidak terduga.
Mauriel bangkit berdiri dan memunggungi Leon.
" Dari tadi kamu selalu mengungkit Nathan, padahal kita sudah sepakat untuk melupakannya " Kata Mauriel dengan suara yang sedikit tinggi.
" Karena aku takut kehilangan dirimu, aku takut kamu akan menceraikan ku " Jawab Leon dengan suara yang parau.
Sekarang Mauriel mengerti kenapa dari tadi sikap Leon begitu aneh.
" Kamu tenang saja, aku tidak akan menceraikan mu, dan aku akan pergi jika kamu yang meminta cerai. " Seru Mauriel.
Sejak tadi Rubia menguping pembicaraan Leon dengan Mauriel, dan dia mempunyai cara untuk menyingkirkan Mauriel.
...****************...
Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga Anak Genius : Ayah sedingin es.
Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉
sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.
__ADS_1
sampai jumpa di chapter selanjutnya.