BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 51 : JANJI YANG TIDAK DI TEPATI


__ADS_3

...JANJI YANG TIDAK DI TEPATI...


Daehan Cinema ini merupakan bioskop pertama yang ada di Korea. dan kalian bksa naik ke lantai delapan untuk tempat nongkrong paling romantis di Sky Rose Garden.


Sambil menikmati suasana yabg segar beraroma bunga, karena ada banyak bunga mawar yang tumbuh di sekeliling taman.


Meski mawarnya asli, kalian tidak akan melihat satu pun mawar yang layu. Sebab di setiap minggu selama musim panas, mawar selalu diganti.


Jadi saat Kalian berkunjung lagi ke tempat tersebut, Kamu pasti akan menemukan suasana baru.


Sebelum kedatangan wanita itu, Leon senyam senyum sambil melihat ke sekeliling, Ia menikmati indahnya matahari terbenam, dan seandainya ada Mauriel di sampingnya pasti lebih menyenangkan.


Dalam sekejap wajahnya berubah ketika seorang wanita datang menghampirinya.


" Leon sayang, aku merindukan mu " Seru Rubia sambil memeluk kepala Leon ke dadanya.


Leon menarik napasnya dalam-dalam, Ia sangat terkejut melihat Rubia ada di depan matanya.


Bagaimana bisa wanita itu sampai datang ke korea hanya untuk mendatanginya, pasti ada sesuatu yang terjadi pada Rubia.


Rubia menatap wajah Leon yang tidak senang melihat kedatangannya, dan langsung memasang wajah cemberut.


" Sepertinya aku menganggu bulan madu, Kakak ? " Celetuk Rubia sambil memonyongkan bibirnya.


Leon jadi serba salah melihat wajah Rubia yang hampir menangis, tapi hatinya sudah memilih Mauriel sebagai pendamping hidupnya.


Kali ini, Leon menghembuskan napas panjang sebelum Ia mengatakan sesuatu kepada wanita yang duduk di depannya.


" Ada yang ingin aku sampaikan " Kata mereka berdua bersamaan.


" Ladies first " Seru Leon mempersilahkan Rubia untuk mengatakan terlebih dahulu.


Lalu Rubia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dengan wajah yang ceria, dan menunjukannya kepada Leon.


Leon tersentak melihat barang yang di tunjukan oleh Rubia, sambil memekik kencang, " Apa maksud semua ini ? "


...♡♡♡♡♡♡♡...


Mauriel sudah memasukan semua barang-barangnya ke dalam koper sebelum Ia berangkat ke sungai Han.


Rencananya mereka akan naik penerbangan ke Indonesia, pagi-pagi buta supaya sampai di sana tidak terlalu malam.


" Selesai " Gumam Mauriel sambil melihat ke arah jam yang ada di dinding.


" Masih ada waktu enam puluh menit lagi " Seru Mauriel.


Mauriel memasukan kimbap kedalam tempat makan yang sengaja Ia buat secara mendadak.


Mauriel senyam senyum memandangi tas bekal yang ada di tangannya," Ini seperti kencan " Gumam Mauriel dengan wajah yang bersemu merah.


Sudah lama sekali Mauriel tidak membuat bekal. Dulu Ia sering melakukannya bersama dengan Nathan, lalu duduk di taman sekolah untuk melihat bintang-bintang.


Tidak di sangka sekarang Ia akan pergi piknik bersama dengan suaminya sendiri, pasti rasanya jauh berbeda.


Sejak putus dengan Nathan beberapa tahun yang lalu, Mauriel tidak pernah pergi berkencan. Jantungnya jadi berdebar-debar layaknya orang yang baru pertama kali pergi kencan.


...♡♡♡♡♡♡...

__ADS_1


" Apa ? Kamu hamil ? " Teriak Leon dengan suara yang lantang sehingga membuat keributan di tempat itu.


Mereka jadi pusat perhatian, dan membuat Leon jadi malu sendiri karena ulahnya.


" Pelankan suaramu, Kak ! "


" Memangnya Kakak mau semua orang tahu tentang kehamilanku ? " Celetuk Rubia sambil senyam senyum.


Rubia gak masalah sama sekali jika menjadi pusat perhatian semua orang, justru Ia sangat ingin mengumumkan kehamilannya.


" Bagaimana bisa ? "


" Sudah berapa bulan ? " Tanya Leon dengan raut wajah yang pucat.


Rubia bangkit berdiri dengan wajah yang kesal, sambil berteriak keras kepada Leon.


" Maksud pertanyaan kakak, apa sih ? Kakak menuduhku tidur dengan laki-laki lain ? "


" Tentu saja bisa, aku kan isteri kakak ! Dan hanya kakak yang......akan menjadi ayah dari bayi ku ?"


Rubia mengepalkan kedua tangannya sambil menatap tajam ke arah Leon, Ia tidak menyangka suaminya akan mempertanyakan tentang kehamilannya.


" Tenang ! kamu duduk dulu " Seru Leon sambil menuntun Rubia kembali ke kursinya.


Lucas memperhatikan Leon dengan Rubia dari kejauhan, " Sepertinya mereka sedang bertengkar " Gumam Lucas sambil meneguk capuccino yang di pesannya.


Tempat duduknya terlalu jauh dengan mereka berdua, sehingga membuat Lucas hanya dapat mendengar sebagian dari percakapan Leon dengan Rubia.


Tapi Lucas dapat menyimpulkan bahwa saat ini, Rubia sedang mengandung. Tapi sepertinya Leon tidak begitu senang mendengar kehamilan isterinya. Kata Lucas ngbatin.


Rubia menuruti perkataan Leon, Ia kembali duduk di kursinya dengan wajah yang kecut.


" Aku bukannya menuduh kamu tidur dengan laki-laki lain, tapi.......aku hanya belum siap untuk memiliki seorang anak " Seru Leon terputus-putus.


Leon bertanya-tanya di dalam dirinya sendiri, Apakah benar Ia belum siap punya anak atau karena yang mengandung anaknya adalah Rubia.


Bagaimana jika Mauriel yang mengandung anaknya ?


Bayangan Mauriel terlintas di dalam kepalanya, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman yang mengembang di wajahnya.


...♡♡♡♡♡♡...


Mauriel sampai di sungai han lebih dulu daripada Leon, dan masih ada waktu tiga puluh menit, itu berarti dirinya datang terlalu cepat.


Mauriel duduk di bangku taman yang menghadap ke arah sungai Han, ada banyak pasangan anak muda korea yang sedang pacaran, dan hanya dirinya yang datang seorang diri.


Sungai Han atau Han Gang, Sungai ini merupakan sebuah sungai yang cantik yang masih berada di kota Seoul.


Di sungai ini akan didapati pertemuan antara Sungai Namhan dengan Sungai Bukhan.


Selain itu, pemandangan dari Sungai Han ini akan membuat Anda dan pasangan menikmati malam dengan sangat romantis, sambil mendengar gemericik air dari sungai tersebut.


Hal ini dikarenakan sungai ini akan terlihat indah terutama di malam hari ketika lampu-lampu kota mulai dinyalakan.


Tiba-tiba hujan mulai turun rintik-rintik, banyak para pasangan yang mencari tempat untuk berteduh.


Mauriel memandangi pasangan anak-anak muda yang berkeliaran kesana kemari, sambil melindungi pacarnya dari sengatan hujan.

__ADS_1


...♡♡♡♡♡♡...


Jedeeeerrrrr.....suara petir bergemuruh di tempat Leon berada, Ia memandangi ke arah luar jendela yang sudah mulai gelap di sertai dengan hujan badai.


" Mauriel " Gumam Leon.


Leon ingin pergi meninggalkan Rubia, tapi wanita itu menahan tangannya.


" Mau kemana ? " Seru Rubia sambil menarik tangan Leon.


" Ketoilet " Rubia melepaskan tangannya, dan membiarkan Leon pergi.


Lucas yang mencurigai gerak-gerik Leon segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian mengikuti pria itu.


" Angkat Mauriel " Kata Leon di depan pintu kamar mandi.


Suah dua puluh kali Ia mencoba untuk menghubungi Mauriel, namun tidak di angkat.


" Brengsek " Ucap Leon berteriak sambil menendang kakinya ke arah tembok.


" Jangan-jangan kamu sudah menungguku di sungai Han " Leon melihat jam di pergelangan tangannya, sambil menggelengkan kepalanya.


" Tidak mungkin kamu sudah sampai di sana, aku akan mengirimi mu pesan untuk membatalkan perjanjian kita " Gumam Leon sambil mengetik dengan cepat.


...♡♡♡♡♡♡...


Entah apa yang ada di kepala Mauriel, Ia masih duduk di taman sampai hujan membasahi seluruh tubuhnya.


Bahkan air hujan sudah menembus tas yang berisi kimbab buatannya sendiri. Jari-jari Mauriel sampai tergores pisau ketika sedang mencincang ikan kecil-kecil.


Sungai Han yang tadinya ramai di penuhi canda tawa dalam sekejap menjadi sunyi, dan hanya ada Mauriel, seorang diri.


" Leon " Kata Mauriel dengan penuh semangat sambil membalikan tubuhnya kebelakang.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :




Anak Genius : Ayah sedingin es.




Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet




Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh

__ADS_1


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍


__ADS_2