BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 4 : SELINGKUH


__ADS_3

...SELINGKUH...


Malam jumat Leon pulang dalam keadaan mabuk , dari mulutnya tercium bau alkohol yang sangat menyengat.


Aku membersihan pakaian Leon yang terkena muntah , Ia sudah tidak sadarkan diri hanya bisa meringkuk di atas ranjang.


Aku mencium bau parfum wanita dari kemejanya , dan ada bekas noda lipstik yang menempel.



Mauriel mencengkram kemeja di tangannya , menatap punggung Leon yang tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.


Aku curiga suami ku mempunyai wanita lain , melihat gerak geriknya yang aneh, dan aku menemukan bukti yang konkrit.


Siapakah pemilik dari lipstik berwarna merah menyala yang menempel di kemeja suami , ku.


Tanpa sadar aku menumpahkan air mata , mengalir membasahi pipi ku . Hati terasa perih seperti ada seseorang yang menusuknya.


Rasa penasaran menyelimuti pikiran Mauriel , Ia ingin mengecek isi ponsel Leon. Tangannya tampak ragu , tetapi hatinya berkata lain , menyuruhnya untuk membuka ponsel Leon.


" Siapkan hati mu , Mauriel " Mauriel menghela napas panjang , sebelum Ia membuka layar ponsel Leon.


Deg....


" Klik " Jantungnya berhenti berdetak saat Mauriel membuka kunci layar , walpapaer yang Leon pasang di ponselnya adalah dirinya bersama dengan seorang wanita , lebih ironisnya wanita itu adalah wanita cantik yang Ia temui di Mall tadi.


Berarti tadi Ia tidak salah lihat , wajah yang sangat familiar dan ternyata wajah suaminya sendiri.


" Hiikkk.....hikkksss " Mauriel menangis sesegukan sambil menahan suaranya agar tidak di dengar oleh Leon.


Tangan ya gemetar memegang ponsel Leon , Ia tidak sanggup melihat gambar lainnya.


Tring........


sebuah pesan masuk di ponsel Leon , Mauriel lantas membuka pesan tersebut.


Selamat malam Suami ku , tersayang


Terima kasih....tadi mau menemani aku berbelanja. Tapi sayang sekali malam ini , kamu tidak bisa menginap di sini ๐Ÿฅฒ๐Ÿฅบ


Lain kali , saat kamu menginap , aku akan memberikan service yang memuaskan kamu ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž


Sampai kamu tidak ingin meninggalkan aku lagi.


Aku akan selalu menunggu kamu ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Aku mencintai kamu ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Mauriel menutup mulut dengan tangannya , Ia hampir menjerit histeris saat membaca pesan itu.


Mauriel tidak mempercayai suaminya ada main dengan wanita lain di belakangnya , sampai sejauh mana hubungan mereka.

__ADS_1


Jika dia mencintai wanita itu , lantas mengapa Ia mencari wanita lain untuk di nikahi . Menikahi dirinya seperti membeli sebuah barang. membawanya ke rumah lalu meletakannya di pojokan.


Sekarang Mauriel memahami satu hal , menikahi dirinya atau Mariska bagi Leon sama saja , mereka berdua hanyalah barang yang di beli untuk di pajang.


Rasanya jauh lebih sakit menjadi pengantin yang tidak terpilih .


Pernikahan macam apa yang aku jalani , mahligai pernihakan seharusnya suci tapi ini di nodai oleh sebuah pengkhianatan..


Mauriel meletakkan ponsel Leon , Ia sudah tidak sanggup untuk melihat foto-foto maupun video mereka berdua.


Mauriel memutuskan untuk tidur di kamar lain karena Ia tidak mau berbaring di sebelah Leon.


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Pagi harinya Mauriel bersikap seperti biasanya , berpura-pura tidak mengetahui perselingkuhan suaminya.


" Selamat pagi " Sapa Mauriel ceria.


" Pagi " Jawab Leon datar.


" Semalam habis bersenang-senang , ya " Celetuk Mauriel sambil membuatkan teh jahe untuk Leon , meski mereka memiliki pembantu tapi Mauriel selalu mengerjakannya sendiri.


" Iya ! ebetulan kami menang tender , jadi kami merayakannya " Seru Leon sambil menyeruput teh jahe yang di hidangkan Mauriel.


" Oh....kamu pasti minum banyak , karena semalam kamu mabuk berat " Mauriel sedikit menyindir Leon.


" Benarkah ? Aku tidak mengingatnya " Leon masih merasakan pening di kepalanya.


" Ada rapat penting yang tidak bisa di tunda , terima kasih teh susunya , lumayan untuk meredakan mabuk ku " Leon tersenyum ke arah Mauriel , lalu beranjak meninggalkan Mauriel sendirian di meja makan.


" Rapat ? Bilang saja , kamu ingin menemui wanita itu. Dasar pembohong ! " Gumam Mauriel dengan tatapan yang tajam.


Bi aminah memperhatikan Mauriel dari kejauhan dan menghampirinya ,menepuk pundak Mauriel dengan lembut ," Rotinya gak enak , ya ?


" Hah....eh....gak kok " Mauriel merasa tidak enak hati pada Aminah yang telah menyiapkan roti untuknya , Ia menghabiskan roti sekaligus supaya Aminah tidak tersinggung.


" Saya , mau bilang terima kasih buat hadiah " Kata Aminah sambil tersenyum senang.


" Sama-sama Bi , ukurannya pas kan " Tanya Mauriel.


" Pas kok . Nona muda memang pintar , menebak ukuran badan saya " Mata Aminah jadi berbinar-binar.


" Syukurlah kalau begitu , saya ikut senang kalau Bibi suka " Mauriel merasa puas dengan usahanya berhasil untuk menyenang pembantunya.


" Suka banget " Teriak Aminah membuat semua mata para pelayan memandangi mereka.


Sari , Tuti , Dan Rani membicarakan Aminah dan Mauriel , ada keirian di mata mereka bertiga , sehingga mereka semakin membenci Mauriel maupun Aminah.


Mauriel bukannya pilih kasih , tapi Ia pernah membelikan mereka semua , bukannya ucapan terima kasih yang di terima oleh Mauriel , tetapi mereka malah mengatai Mauriel sedang menyogok para pelayan. Sejak saat itu Mauriel berhenti membelikan sesuatu untuk mereka bertiga.


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...

__ADS_1


" Nanti pulang cepat atau lembur lagi ? " Kata Mauriel sambil memasangkan dasi.


" Belum tahu " Jawab Leon.


Kriiing....kriiiing.....


Ponselnya berdering , Leon menjauhi Mauriel untuk mengangkat telepon.


" Hallo " Sapa Leon dengan suara yang lembut.


Aku memperhatikan Leon dari kejauhan , dari wajahnya tampak bahagia , sesekali Ia tertawa sambil tersenyum , melihat ekspresinya aku tahu siapa yang menghubungi Leon , sudah pasti wanita selingkuhannya.


" Siapa ? " Kata Mauriel bertanya.


" Kamu hari ini sangat cerewet " Gerutu Leon dengan raut wajah yang tidak suka.


" Ingat kamu tidak punya hak untuk mencampuri urusan pribadi , ku . " Bentak Leon.


" Tapi , aku ini istri kamu " Dengan suara lirih Mauriel menumpahkan semua emosinya.


Leon mengkerutkan keningnya , apa yang di katakan Mauriel benar , biar bagaimanapun Leon sudah menikahi Mauriel.


" Sudahlah ! Malam ini aku tidak akan pulang , tidak usah menunggu " Ucap Leon dingin , sambil membanting pintu kamar.


Braakk....


Mauriel meneteskan air matanya , meluapkan segala sesuatu yang menyakitkan.


Duri yang di tancapkan Leon terlalu dalam menusuk hatinya , Ia tidak sanggup lagi menghadapi sikap dingin Leon.


Tring...


Sebuah pesan masuk di ponsel Mauriel , Ia sempat berharap Leon yang mengiriminya pesan dan meminta maaf atas sikap kasarnya , tapi sayang itu bukan dirinya melainkan sekretaris Leon.


Selamat Siang Nona muda.


Tuan Muda Leon meminta saya untuk memberitahukan Nona.


Besok Tuan Besar , Nyonya Besar , Nenek Ratu , dan Tuan Muda Lucas kembali ke Indonesia , Nona di suruh Tuan Muda untuk menjemput mereka di bandara pukul tiga sore , ***nanti Tuan akan menyusul.


Dengan hormat*** ,


Sekretaris Yoon


Semarah itukah Leon....sehingga tidak mau berbicara langsung dengan Mauriel , sampai harus menitipkan pesan melalui sekretarisnya.


Hubungan dengan Leon saja tidak berjalan mulus , sekarang Mauriel malah harus menjalin hubungan dengan seluruh anggota keluarnya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga Anak Genius : Ayah sedingin es.

__ADS_1


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya seperti Like , Vote , Share dan Komen ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_2