BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI

BERBAGI CINTA : PENGANTIN YANG TIDAK DI CINTAI
BAB 68 : PENDAFTARAN MAHASISA BARU


__ADS_3

...PENDAFTARAN MAHASISWA BARU...


Hari ini matahari begitu terik, cahayanya sampai menembus ke dalam mata. Rencananya Mauriel akan janjian bertemu dengan Lucas di gang dekat rumah, semenjak kejadian yang lalu mereka sengaja menjaga jarak.


Gadis itu lebih memilih masuk ke perguruan negeri, pasalnya biaya pendidikan masih bisa di jangkau dari pada swasta, dan alasan ke dua adalah Ia tidak mau mendapatkan bantuan dari keluarga Alexander.


Mauriel bersama dengan Lucas menuju ke fakultas kedokteran universitas indonesia atau dikenal sebagai FK UI merupakan salah satu sekolah kedokteran di Indonesia. FK UI memiliki dua kampus utama yaitu Kampus Salemba dan Kampus Depok.


Sebuah mobil sedan melintas ke daerah depok, hari itu suasana hati Lucas sudah kembali ceria, dan Ia tidak mau sampai Mauriel mengetahuinya.


" Jadi kakak ipar mau masuk jurusan, Apa ? " Lucas memakai kaos berwarna hitam dengan jaket jeans di luarannya.


" Kebidanan, aku mau membantu seorang wanita yang berjuang melahirkan anaknya. " Meski sebenarnya itu bukanlah jurusan yang Ia impikan tapi tidak terlalu berbeda dengan tujuan awalnya, yaitu dokter anak.


Pandangan Lucas menatap lurus ke arah depan, dia memahami alasan gadis itu memilih untuk menjadi seorang bidan.


" Kalau begitu aku akan jadi dokter anak, supaya kita bisa saling melengkapi " Ujar Lucas sambil tersenyum.


" Hey...kamu jangan memaksakan diri, pilihlah yang sesuai dengan keinginan hatimu " Celetuk Mauriel menepuk lengan pria itu.


Jika kamu tahu keinginan hati ku yang sebenarnya, aku yakin gadis itu akan terkejut mendengarnya. Gumam Lucas di dalam hatinya.


" Tentu saja itu adalah pilihan dari dalam hati ku, kamu pasti tidak menyangka kan seorang Lucas yang cuek mau jadi dokter. " Mauriel mengganggukan kepalanya tanda Ia setuju.


...♡♡♡♡♡♡♡...


Seorang kurir mengantar sebuah surat dari pengadilan agama, kebetulan dirinya sendiri yang menerima surat itu.


Pria itu membuka surat tersebut, dan segera membaca isinya, ternyata yang tertera adalah surat permohonan cerainya telah di setujui oleh hakim.


Dua minggu lagi sidang cerai akan di laksanakan, itu berarti status Mauriel akan berubah menjadi janda.


" Jika pria itu tahu mantan pacarnya akan segera jadi janda maka dia pasti mengejar isterinya kembali. ada satu lalat saja sudah membuatku ketar-ketir, apalagi kalau ada dua lalat yang menganggu " Seru Leon sambil meremas surat tersebut.


Rubia memperhatikan raut wajah suaminya yang di tekuk bagai benang kusut, " Apa ada masalah, Kak ? "


" Tidak ada " Jawab Leon dengan nada yang datar, dan tatapan yang sangat dingin.


" Kamu pasti sedang berbohong. " Isterinya terus memojokan dirinya, dan membuat Ia semakin kesal.

__ADS_1


" Sudahlah kamu tidak perlu mencampuri urusan pribadiku. urus saja anak yang ada di dalam perut mu itu. " Ujar Leon sambari meninggalkan isterinya yang berdiri di depan pintu.


" Terlihat dengan jelas di wajahmu, Kak. kamu pasti takut kalau perempuan ****** itu pergi meninggalkan rumah ini " Ucapnya sambil tersenyum kecil.


...♡♡♡♡♡♡...


Mereka memasuki area kampus, halamannya begitu luas, dan udaranya juga sangat sejuk. Ada banyak para mahasiswa yang mondar-mandir, ada yang membawa buku, alat thesis, dan ada juga jurusan sastra.


" Kehidupan mahasiswa seperti ini " Seru Mauriel terkagum melihat area kampus. Dulu Ia cuma bisa bermimpi untuk melanjutkan sekolahnya, tapi kini semua itu ada di depan matanya, impiannya akan segera terwujud.


" Kakak ipar !! kamu ngapain masih berdiri, di sana ? " Teriak Lucas membuyarkan lamunan gadis itu.


Mauriel segera berlari menyusul adik iparnya, saking senangnya Ia sampai tidak sadar sudah melamun di siang bolong. Pasti ada banyak orang yang melihatnya mematung seperti orang bodoh saja. Pikir Mauriel.


Pria itu sudah dua kali datang ke area kampus ini, jadi dia yang mengajak kakak iparnya untuk berkeliling, dan mendaftarkan diri.


Universitas indonesia yang ada di depok, gedungnya sangat besar, dan terbagi barbagai macam fakultas, ada fakultas komputer, fakultas psikologi, fakultas ekonomi dan bisnis, fakultas ilmu keperawatan, dan masih banyak lagi fakultas lainnya.


Setelah lelah berkeliling, Lucas membawanya ke kantin karena belum sempat makan di rumah. Kantin kampus cukup bersih, dan lumayan bisa menampung puluhan mahasiswa.


" Kakak ipar mau makan, Apa ? " Tanya Lucas sambil membuka daftar menu makanan.


" Hmmmm......Cas " Seru Mauriel.


" Apa ? " Sahutnya tanpa menoleh ke arah gadis itu.


" Sebaiknya kamu mulai mengubah kebiasaan kamu memanggilku, kakak ipar. kalau bisa iparnya di ilangin saja." Celetuk Mauriel. Ia tidak mempermasalahkan statusnya yang janda, tapi menyandang mantan isteri dari Leon Alexander membuatnya tidak nyaman.


Gadis itu ingin melupakan pria itu dari hidupnya, dan tidak mau ada kenangan yang tersisa dari mantan suaminya, sekalipun itu hanya sebuah nama.


Lucas meletakan daftar menu, lalu menatap wajah itu dengan pandangan yang serius. Ia juga setuju dengan perkataan gadis itu. mengubah nama panggilan bisa jadi awal yang baik untuk hubungan mereka berdua.


" Oke !!! Aku setuju " Seru Lucas dengan senyuman yang mengembang di wajah, dan menonjolkan kedua lesung pipinya.


Mauriel merasa lega, dan juga sangat senang, satu per satu masalahnya mulai terselesaikan. dan yang paling sulit di atasi adalah pergi dari kediaman Alexander.


Penjaga kantin membawakan pesanan mereka berdua, mie ayam bakso pesanannya Mauriel, sedangkan bakso untuk Lucas.


Hanya butuh beberapa menit semua makanan yang ada di meja langsung ludes, mangkoknya pun sampai bersih tak ada sisa makanan yang tertinggal.

__ADS_1


Entah karena rakus, lapar, atau memang mereka doyan makan, " Buset.....kita berdua udah kaya gak pernah makan setahun. " Celetuk Lucas sambil menyeruput kuah bakso.


" Iya bener " Sahut Mauriel mengusap-usap perutnya yang mulai membuncit karena lemak yang menumpuk.


" Udah fix nih, ya. kita daftar di kampus ini. " Sambung Lucas lagi.


Mauriel menganggukan kepalanya, " Yess !! Dari lingkungan, kantin, dan ada orang koreanya juga jadi bisa cuci mata kalau suntuk. " Katanya sambil senyam senyum.


" Iihhhh......dasar !! mentang-mentang sebentar lagi jadi janda langsung opening. " Lucas menggodai kakak iparnya.


" Hahahhahahaha " Mauriel tertawa terbahak-bahak, semua yang ada di kantin jadi menoleh ke arah mereka berdua.


Lucas menutup wajah dengan kedua tangannya, Ia menyesal sudah meledek kakak iparnya, dan malah jadi malu sendiri.


...♡♡♡♡♡♡...


Hari sudah mulai larut tapi Lucas dan Mauriel belum juga pulang ke rumah, tentu saja pria itu semakin uring-uringan di buatnya.


Tidak ada satupun yang tahu kemana mereka pergi, bahkan Nenek juga tidak mengetahuinya. diam-diam Lucas mengecek isi lemari pakaian gadis itu, dan bisa membuatnya bernapas lega karena pakaiannya masih ada.


Lalu Ia tidak sengaja melihat sebuah buku berwarna merah jambu dengan gambar beruang di sampulnya di atas meja.


Leon tampak ragu membuka buku itu, tapi hatinya begitu penasaran ingin membaca isi buku tersebut.


...****************...


Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :


1. Anak Genius : Ayah sedingin es.


2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet


3. Paulina Menjadi Paula


Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉


seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh


sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.

__ADS_1


sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍


__ADS_2