
...JANGAN MENDEKATINYA...
Leon menonjok tembok dengan kepalan tangannya hingga yang lain berpaling kearahnya. Semuanya bisa melihat bahwa hati pria itu saat ini sedang terbakar api cemburu.
" Lucas kurang ajar ! Bisa-bisanya dia membawa kabur isteri kakaknya sendiri, aku akan membuat perhitungan padanya. " Geramnya.
Papa menghampiri putra sulungnya, dan menepuk pundak Leon," Jangan melampiaskan amarahmu pada Lucas, dia memang salah telah membawa pergi gadis itu tapi semua bukanlah kesalahannya."
" Dia bilang tidak mencintai Mauriel, tapi kenapa malah membawa pergi isteriku ? Bukankah perkataan dan tindakannya tidak sesuai. " Seru Leon.
Di sini ada Nenek, Papa, Mama, dan juga Rubia, dan bahkan ada dirinya ! Lucas bisa menyerahkan Mauriel ketangan Leon.
Dia adalah suaminya yang sah, mestinya Ia juga yang menyelamatkannya. Apakah Lucas memang mencintai gadis itu, sesuai dengan dugaannya.
Dan Lucas adalah adik kandungnya sendiri, mengapa Ia bisa tidak tahu malu sudah merebut gadis yang di cintai oleh kakaknya sendiri.
Nenek diam saja mendengar kata-kata Leon. selama ini Ia tidak pernah mempermasalahkan hubungan Mauriel dengan Lucas, melihat kedua'nya tampak akrab juga terlihat biasa saja.
Tapi tadi dia melihat dengan jelas kalau cucu keduanya juga menaruh perhatian terhadap gadis itu. dia pun tidak bisa memihak salah satu di antara mereka berdua, biar bagaimanapun Mauriel dan Leon sudah menikah meski mereka akan bercerai.
Selain itu Leon juga memiliki isteri lain, Rubia. Wanita yang akan memberikannya seorang anak, membuat situasinya semakin rumit.
Nenek mulai mengerti apa yang terjadi saat ini, sebuah cinta segi empat antara Leon, Mauriel, Rubia, dan Lucas. Dan hal ini pasti berakhir menyedihkan, bagaimanapun akhir kisah mereka.
" Sudah ! Diam !!! Bisakah semuanya diam ? " Teriak Mama, mengagetkan semua orang yang ada disini, Ia sejak tadi hanya memperhatikan kedua putranya saling mempeributkan masalah percintaan masing-masing.
Tentu saja Mama merasa perbuatan Lucas sangat kurang ajar. Apalagi Leon adalah putra kesayangannya anak itu pasti merasa sakit hati paling dalam.
Mama memandang suaminya, dan Papa membalas tatapan isterinya sambil mengangkat bahunya, tanda Ia pun tidak mengerti.
...♡♡♡♡♡♡...
FLASH BACK SATU JAM YANG LALU
Terjadi perdebatan antara Lucas dengan Leon, mereka saling serang menyerang, dan timbullah perang dingin di antara keduanya.
Mauriel sendiri merasa sesak melihat kedua orang itu, dan memutuskan untuk pergi mencari angin. Siapa sangka bahwa Rubia mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua sampai di tepi kolam renang, dan Rubia memperhatikan gadis itu sedang menarik napas dengan wajah yang sendu.
Mauriel berdiri di ruangan terbuka, di mana cuacanya lebih sejuk dari pada di dalam, sana. Ia menghirup udara itu dalam-dalam.
__ADS_1
" Ternyata kamu itu sangat hebat bisa membuat kedua Kakak-beradik saling memperebutkan dirimu " Rubia mendekati Mauriel di tepi kolam.
Mauriel mencoba untuk mengabaikan Rubia, dengan cara meninggalkan gadis itu di tepi kolam, namun dia keburu menarik tangannya.
" Lepaskan " Bentak Mauriel, dengan tatapan sinisnya. akan tetapi tangan Rubia semakin kencang mencekal tangannya.
" Kamu mau lari kemana ? " Seru Rubia.
" Kamu sendiri mau ngapain ? Jangan pernah ganggu aku, atau.... "
Rubia langsung menyela perkataan Mauriel," Atau apa ? memangnya kamu berani !"
" Mauriel....Mauriel... ! Kamu itu, wanita yang tidak tahu malu !! Setelah di campakan oleh Leon, kamu langsung menggoda Lucas, Adik iparmu sendiri."
" Memangnya di luar sana tidak ada pria lain yang bisa kamu go....da " Mauriel menampar wajah Rubia sangat keras hingga meninggalkan bekas merah di pipinya.
" Lo...!! " Teriak Rubia sambil memegangi pipinya yang kesakitan.
" Lo pantas mendapatkannya " Cibir Gadis itu sambil melangkahkan kakinya. baru berjalan dua tapak, Rubia berhasil mendorong tubuh Mauriel ke kolam renang.
Mauriel merasa tubuhnya terlempar ke bawah, dan terjatuh. Tapi bukan jatuh ke tanah, Ia seperti jatuh ke dasar lumpur, dan seluruh tubuhnya basah, kemudian tenggelam ke dalam air.
" Mauriel sayang !! Mauriel yang malang !! tidak ada seorang pun yang akan menolong kamu " Teriak Rubia membiarkan tubuh gadis itu tenggelam ke dasar air.
Mauriel tidak bisa berenang berusaha untuk menepi dengan mendorong tubuhnya ke depan. udara malam semakin dingin, begitu pula dengan air kolam renang.
Ia sudah kehabisan tenaga, kakinya tidak dapat lagi di goyangkan, dan napasnya mulai tersenggal-senggal. Ia gelagapan dan menggapaikan tangannya ke atas.
" Rubia ! Tolongin aku !! Aku tenggelam ! " Teriak gadis itu, Ketika hidungnya ingin menghirup udara, namun yang masuk adalah air hingga Ia tersedak, dan kesadarannya mulai buram.
Samar-samar Lucas bisa mendengar teriakan Mauriel yang sedang meminta tolong. Membuatnya spontan berlari menuju kolam renang, dan semua orang mengikutinya, termasuk Leon yang sudah lebih dulu mendahului langkahnya.
Rubia sadar ada langkah kaki yang mendekatinya, Ia tidak mempunyai pilihan lain selain melompat kedalam kolam renang, Lalu berpura-pura tenggelam.
" Kak Leon ! Tolong !! Aku tenggelam ! " Leon melihat kedua gadis itu berada di dalam air, Ia pun merasa bimbang, siapa yang akan di selamatkannya terlebih dahulu.
" Leon sayang ! Tolong selamatkan anak kita " Celetuk Rubia memanfaatkan situasi. Dengan terpaksa Leon terjun ke dalam kolam, dan menyelamatkan Rubia.
Meski Mauriel tidak sadarkan diri, samar-samar Ia bisa mendengar suara Leon yang menyelamatkan Rubia.
Hatinya terasa sakit saat menerima kenyataan bahwa pria itu lebih memilih menyelamatkan bayi yang ada di dalam perut Rubia, ketimbang dirinya.
__ADS_1
Lucas melihat kakaknya ada di dalam kolam renang sedang memapah tubuh Rubia ke atas, dan tanpa pikir panjang Ia ikut terjun untuk menyelamatkan Mauriel.
Ia menarik pinggang Mauriel dengan sekuat tenaga, dan membawanya ke pinggir. Setelah Ia sampai di tepi, Ia mengangkat gadis itu hingga Papa bisa membantu menarik tubuhnya naik ke atas.
Mauriel pingsan, tubuhnya tidak bergerak, begitu juga napasnya. Lucas menumpangkan kedua tangannya di atas dada Mauriel, dan menekannya.
Lucas merasa sangat takut membayangkan gadis itu akan pergi untuk selama-lamanya, tangannya sampai gemetar saat menekan dadanya.
Dia sudah mencoba melakukan itu sebanyak tiga kali, namun Mauriel tetap tidak mengluarkan air dari dalam mulutnya.
Lalu Lucas memberikan napas buatan, dan berharap gadis itu bisa segera siuman.
" Uhhuukkk...uhhukkkk " Mauriel memuncratkan air, dan udara kembali memenuhi paru-parunya.
Lucas mengangkat tubuh Mauriel, dan membawanya pergi dari tempat itu. Sayup-sayup di dengarnya suara Leon yang memanggilnya.
" Lucas ! Lucas ! Kamu mau membawanya kemana ? "
Lucas tidak mempedulikannya, Saat ini yang terpenting adalah membawa gadis itu dari tempat itu, dan menyelamatkan kakak iparnya, yang dia cintai.
Leon mau mengejar mereka berdua, tapi tangan Rubia menahan dirinya," Kak Leon jangan pergi " Serunya sambil mengeluh kesakitan pada perutnya yang membesar.
Tentu saja situasi seperti ini membuat Leon tidak berdaya dan dia benci berada di posisi seperti ini. Ia mengepalkan tagannya kuat-kuat, dengan rahang yang hampir terlepas dari tubuhnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca novel ku , jangan lupa baca juga :
1. Anak Genius : Ayah sedingin es.
2. Yang Muda Yang Bercinta : Bitter sweet
3. Paulina Menjadi Paula
Semoga ini menghibur kalian , jangan lupa tinggallan jejak ya 😉😉
seperti Like , vote , komen atau memberikan gift , di share juga boleh
sekecil apapun. dukungan Kalian , sangat berarti buat kami.
sampai jumpa di chapter selanjutnya 😍😍
__ADS_1