Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
1. Awal Mula


__ADS_3

~Awal Mula


Takdir selalu menghadapkan manusia pada sebuah pilihan, yang mana mereka bebas memilih jalan yang mereka inginkan. Namun, takdir seorang anak seringkali bergantung pada keputusan orang tua. Dengan dalih kewajiban dan kasih sayang, anak sering kali harus mengikuti keputusan yang orang tua mereka buat.


Seperti takdir yang dialami Adnan Baihaqi dan Naira Salsabila, dua anak manusia yang harus menerima perjodohan dari orang tua. Menjalani pernikahan tanpa cinta yang hanya didasari keterpaksaan, dan membangun sebuah hubungan hanya dengan dasar keikhlasan.


Hingga saat ketertarikan mulai hadir, dan rasa cinta mulai tumbuh perlahan dalam hati masing – masing.  Kenyataan pahit dibalik perjodohan mereka pun terungkap. Sebuah PENGKHIANATAN. Bagai petir yang menyambar sang pohon. Kenyataan itu menumbangkan cinta yang mulai tumbuh, dan meruntuhkan pondasi hubungan yang mulai kuat terjalin.


Takdir kembali menghadapkan mereka pada sebuah dilema. Mengharuskan mereka memilih antara


cinta ataukah luka mereka rasa. Untuk meraih bahagia, haruskah mereka bertahan atau justru saling melepaskan ?.


*****


Waktu telah menunjukan pukul 10 pagi. Cuaca cerah menyelipkan sinar matahari melalui celah gorden sebuah kamar. Menerpa wajah cantik yang masih bergelung dalam selimut tebalnya.


Naira Salsabila, gadis cantik yang masih terlelap dalam tidurnya. Menikmati mimpi indah yang membuatnya enggan untuk terbangun di dunia nyata. Hingga suara bak petir terdengar.

__ADS_1


"Nairaaaaaa.!! Ya ampun. Kamu mau bangun jam berapa ?." Teriakan seseorang sambil menarik selimutnya. Membuat kulit cantik naira tak lagi terlindung dari dingin nya AC.


Tanpa perlu membuka mata Naira sudah tau siapa pelaku dibalik penistaan terhadap kulit, dan telinga nya ini. Siapa lagi kalau bukan sang mama, wanita garang kesayangannya yang selalu mencemari pendengarannya setiap pagi dengan teriakan maut.


"Hmmm. .Iya ma, kenapa ? Mau ikut bobo ? Sini bobo sama naira."  Nayra menepuk - nepuk kasur sampingnya.


"Ampun deh mama sama kamu nay. Umur udah 24, usaha udah punya tapi manjanya gk ketulungan. Padahal gak pernah loh nay mama manjain kamu." Omel sang mama.


"Iya ma naira ampunin ko." Gumam naira masih dengan mata terpejam.


"Bangun naira. Atau mama rendem si pekik sampe luntur. Mau ? Biar jadi putih dia sekalian".


" jangan sentuh anak nairaaa." Berlari masuk ke kamar mandi. Apa bagusnya sih ini boneka sampe tu anak sayang banget. Kayanya bener - bener udah harus dinikahin biar sikap kenakan-kanakan nya ilang. Gumam sang mama. Memandang boneka lady bugh kesayangan anaknya itu.


*****


Pada waktu yang bersamaan, disebuah rumah sakit terlihat seorang dokter muda yang baru keluar dari ruang operasi. Berjalan dengan gontai menuju ruangannya, dengan wajah lelah tertutup masker yang tak mengurangi pesonanya. Terlihat dari tatapan kagum perawat wanita yang dia temui disetiap lorong yang ia lewati. Tak peduli dengan sifat dingin, ataupun pendiam yang membuatnya sulit untuk tersentuh. Perawat-perawat wanita itu tetap menganggapnya pria idaman.

__ADS_1


Adnan Baihaqi, pria dewasa yang bukan hanya tampan rupa, tapi juga hati dan jiwanya. Seorang dokter muda yang memikat kaum hawa dengan kebaikan hati, dan ketaatan iman. Namun, selama 27 tahun hidupnya tak ada satu gadispun yang membuat hatinya tertarik untuk menikah ataupun hanya sekedar singgah. Baginya karir, dan ibu adalah prioritas utama hidupnya, sehingga tak ada waktu untuk bermain – main dengan seorang gadis.


Saat adnan sedang membasuh wajahnya terdengar suara dering ponsel, dan terlihat nama Mama sebagai identitas pemanggil tersebut.


“Hallo ma.”


“Kamu masih di rumah sakit nak ?.”


“iya ma. Kenapa ?.”


“ada yang mau mama obrolin sama kamu. Siang nanti kamu ke rumah mama ya. Makan siang di rumah mama, udah lama juga kamu gak pulang.”


“iya ma.”


“ya udah mama tunggu.”


Tutt,. Panggilan terputus.

__ADS_1


Adnan menjatuhkan dirinya di kursi kerja kebanggaannya, menghela nafas lelah memikirkan obrolan dengan sang mama. Sebenarnya adnan sudah tau kemana arah pembicaraan mama nya nanti, sebab bukan sekali dua kali ibunya itu memintanya pulang untuk membicarakan pernikahannya. Dengan alasan umur, dan keinginan untuk memiliki cucu, ibunya itu akan merengek memintanya untuk memberinya menantu. Topik pembicaraan membosankan yang mulai membuatnya muak. Meskipun begitu, ia tidak bisa terang – terangan menunjukan ketidaksukaannya terhadap permintaan ibunya itu. Sebab semenjak ayahnya meninggal 12 tahun lalu, ibunya lah yang membesarkannya seorang diri menjalankan peran ganda untuk membuatnya tak kehilangan sosok ayah. Karena itulah, dia sangat menyayangi, dan menghormati ibunya.


__ADS_2