Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
Makan Malam


__ADS_3

Obrolan mengenai pernikahan itu terus berlanjut. Sesekali Adnan melihat ke arah Naira yang semenjak perjodohan itu diumumkan ia terlihat murung.


“Maaf Om Tante, Saya boleh izin ajak Naira keluar sebentar ? saya rasa kami perlu ngobrol berdua.”


“Tentu tentu. Silahkan biar kalian bisa makin deket. Iya kan ma ?” Ucap Pak Guntoro merasa senang karena sepertinya perjodohan ini akan lancar.


“Iya pa. Tapi jangan lupa ya nak Adnan anak tante nanti dibalikin lagi.” Ucap ibunya Nayra menggoda calon menantunya.


“Terima kasih Om Tante. Ayo Nay .?” mengajak gadis itu pergi.


Nayra hanya mengikuti langkah Adnan dibelakangnya, tanpa bertanya kemana pria itu akan membawanya pergi. Karena, ia juga merasa membutuhkan sedikit udara segar ditengah kebingungan yang ia rasakan sekarang.


Mereka sampai di Rooftop Restoran itu, kebetulan Rooftop restoran itu dibangun dengan konsep taman outdoor, sehingga akan nyaman digunakan untuk berbincang atau sekedar menikmati langit malam.


“Sini, duduk disini.” Mengajak Naira duduk disalah satu bangku taman.


“Dari tadi saya perhatikan, kamu terlihat murung sejak Om Guntoro mulai ngomongin perjodohan kita. Boleh saya tau alasannya apa ?” tolong jangan bilang karena kamu gak suka saya.


“Eng enggak ko, Naira gak murung.” Jawab Naira tanpa melihat ke arah Adnan, gadis itu hanya menundukan kepalanya, gugup karena ia tidak pandai berbohong.


Adnan menarik bahu gadis itu untuk melihat kearahnya. “Liat saya Naira, saya gak akan marahin kamu gak usah takut. Kamu gak bersedia dijodohin sama saya ?” mencoba menebak isi hati Naira, namun gadis itu hanya menggelengkan kepalanya.


“Atau jangan-jangan kamu gak suka saya ?.” gadis itu hanya diam tanpa menjawab atau menggelengkan kepalanya.


“Dengar Naira, saya hanya akan menikah sekali seumur hidup. Jadi, saya gak mau kalau kamu terpaksa menikah dengan saya, karena itu sama aja saya menyakiti kamu.”


Kayanya dia orang baik.Batin Naira


“Mas Adnan kenapa mau dijodohin sama Naira ?.” memberanikan diri untuk bertanya pada pria itu.

__ADS_1


“Mas Adnan ?.” pertama kalinya ada yang manggil gue gitu, lucu juga.


“Iya. Biasanya mama panggil papa gitu. Jadi Nay fikir gak ada salahnya mulai ngebiasain. Mas gak suka dipanggil gitu ?.”


“Suka. Ini pertama kali ada yang panggil saya gitu, jadi tadi saya kaget aja.” Ini berarti dia mulai buka hati buat gue kan ya ?


“oh iya, emh ekhm. Kalo tentang perjodohan, awalnya saya juga menolak tapi mama saya memaksa jadi saya fikir apa salahnya lakuin demi mama, anggap aja sebagai bakti pada orang tua. Tapi, setelah ketemu kamu, kayanya


keputusan saya gak salah.” Ini kenapa jadi gugup gini sih, please Adnan jangan jadi kaya ABG kasmaran. Stay cool oke. Batin Adnan menjernihkan fikirannya.


“Nay juga sama, Gak tau kedepannya bakal gimana, tapi Nay pengen coba. Nay akan berusaha, kalo ini bikin papa bahagia.” Meskipun mungkin ini akan membuatku terluka, tapi aku baik-baik saja selama orang tuaku bahagia. Batin Naira


Saya janji Nay, saya gak akan bikin kamu menyesali keputusan kamu. Mungkin saya belum jadi alasan kamu untuk menerima pernikahan ini. Tapi saya akan berusaha bikin kamu bahagia dalam pernikahan kita.Tekad Adnan dalam hati


“Mas kenapa ? ko liatin Nay kaya gitu ?.” bingung karena Adnan memandangnya lama dengan tatapan yang serius.


untung aja bisa ngeles.


Mereka akhirnya kembali ke dalam restoran, menghampiri orang tua mereka yang masih asyik dengan pembicaraan seputar persiapan pernikahan.


“Ini dia calon pengantin. Ngomongin apa aja sih ? perginya sampe lama banget gitu.” Ucap pak guntoro saat Naira dan Adnan kembali.


“Cuma obrolan biasa aja ko Om.” Jawab Adnan sambil tersenyum ramah.


“owh iya. Selama kalian pergi tadi kami udah bicarain tentang persiapan pernikahan kalian. Gimana kalau pernikahan kalian dilangsungkan 1 bulan lagi ?.”


“Saya sih setuju saja Om.” Jawab Adnan. Sedangkan Naira hanya diam, tidak ingin ikut campur dalam persiapan apapun dalam pernikahannya.


“Baiklah kalau begitu, kita putuskan pernikahan akan dilangsungkan sebulan lagi. Untuk persiapan pernikahannya kalian tenang aja, karena kami yang akan atur semuanya.”

__ADS_1


*****


Setelah makan malam itu selesai mereka kembali ke rumah masing-masing. Naira tengah termenung di balkon kamarnya saat sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.


Ting.!!


[Bang Gaga] Pemisi,. Belum tidur kah ?


Beberapa menit kemudian


[Bang Gaga] Good Night. Sleep Well ya kesayangannya abang.


Melihat pesan itu membuat Naira meneteskan air matanya. Mengingat perjodohan yang membuatnya harus menjauh dari pria itu.


“ Aku merindukanmu


  Dengan segenap rindu yang kumiliki dalam hati


  Andai tali ini tak mengikatku


  Maka dengan senang hati


  Akan kulewati malam dengan menikmati rinduku


  Akan kulalui hari dengan menunggumu


  Namun, aku tak ingin menyakitimu dengan menggenggam hati yang tak boleh kumiliki ”


  –Naira Salsabila

__ADS_1


__ADS_2