Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
10. Aku Kecewa Sama Mas!!


__ADS_3

Malam hari nya, setelah menemani anak-anak belajar dan memastikan mereka telah tidur.. Seruni kemudian menuju meja kerja, untuk mengecek sebentar laporan dari pegawai toko nya.


Sedangkan Mahmudi juga tengah sibuk dengan ponsel di tangan nya sambil duduk manis di depan televisi yang menyala, tapi tidak ada yang menonton.


Sempat terlintas di pikiran Seruni untuk mengecek aplikasi wasslap cloning, siapa tahu sang suami sedang asyik chattingan sama wanita idaman lain nya itu.. tapi Seruni urungkan, karena dia sudah memiliki rencana lagi malam ini.


Seruni pun bergegas menyelesaikan pekerjaan, karena ingin segera merealisasikan tujuan nya.


Setelah semua nya beres, Seruni mendekati sang suami dan duduk di samping Mahmudi yang masih fokus dengan ponsel dan seolah tak terganggu dengan kehadiran diri nya.


"Mau kopi pa?" Tawar Seruni.


"Hmm, boleh," balas Mahmudi tanpa menoleh, seperti nya Mahmudi masih kesal karena dikerjai oleh istri nya tadi sore... hingga kepala nya berdenyut, bahkan masih terasa pusing hingga saat ini.


Seruni bergegas menuju dapur untuk membuatkan kopi sang suami, Seruni menyeduh kopi hitam kesukaan suami nya dengan senyum-senyum sendiri. Entah apalagi yang dia rencanakan untuk suami nya itu.


Seruni membawa cangkir kopi tersebut dan menyimpan nya di atas meja, di samping sofa bed tempat suami nya duduk.


"Asyik banget pa, chat ama siapa sih?" Tanya Seruni, mencoba mengalihkan perhatian sang suami,,, setelah beberapa saat Seruni duduk di samping suami nya, tapi Mahmudi masih saja asyik dengan benda pipih di tangan nya itu.


"Ini ma, lagi bikin laporan progress projek yang sedang papa kerjakan," balas Mahmudi, sambil menutup ponsel nya.


"Lah itu kan bukan bagian papa? Udah ada sekretaris nya kan? Kalau papa yang ngerjain, dia ngapain dong?" Cecar Seruni, pura-pura tak tahu bahwa suami nya ada main dengan si asisten yang merangkap sekretaris dalam projek pengembangan sumber daya manusia tersebut.


"Emmm.. iya,, betul mah, memang,, memang sudah ada job nya sendiri-sendiri sih," balas Mahmudi nampak gelagapan, "papa salah ngomong tadi, papa enggak bikin tapi papa cuma ngecek aja,, ya, cuma ngecek aja kok ma," lanjut nya meralat ucapan.


"Oh,," balas Seruni singkat, sambil mengangguk-angguk pura-pura percaya begitu saja.


"Eh pa, sini deh.. mama pinjam tangan papa," Seruni mengambil tangan sang suami, dan kemudian menyimpan satu kotak kecil berwarna biru navy di atas telapak tangan suami nya.


"Apa ini ma?" Tanya Mahmudi dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Buka aja pa?" Balas Seruni seraya tersenyum manis


Mahmudi pun segera membuka kotak tersebut, "jam tangan couple?" Netra Mahmudi membulat, melihat jam tangan mewah dengan batu swarovski yang mengelilingi bulatan angka pada jam tangan tersebut.


"Papa suka enggak?" Tanya Seruni, "yang satu buat mama, satu nya untuk papa. Kita coba yuk pa," tanpa menunggu jawaban suami nya yang pasti suka, karena Seruni tahu persis bahwa suami nya suka barang-barang branded apalagi yang gretongan itu,, Seruni pun mengambil salah satu jam yang berukuran lebih kecil dan memakai nya di tangan kiri.


Dengan senyum lebar, Mahmudi pun melakukan hal yang sama dan memakai nya pada tangan kanan.


"Pa, genggam tangan mama pa," pinta Seruni yang duduk di sisi kanan sang suami, seraya menyodorkan tangan kiri nya.


Mahmudi mengernyit kan kening, tapi tetap menuruti keinginan istri nya itu.


"Pinjam ponsel nya ya pa, ponsel papa kalau buat ambil gambar kan hasil nya bagus?" Pinta Seruni, yang langsung mengambil ponsel dengan logo apel bekas gigitan vampir itu dari saku baju sang suami.


Mahmudi hanya diam memperhatikan tingkah istri nya itu, tanpa bertanya.


Seruni kemudian mengambil gambar tangan yang saling menggenggam itu beberapa kali, hingga dia menemukan satu gambar yang menurut nya pas dan hasil nya sangat memuaskan menurut nya.


"Udah, yang ini bagus kan pa?" Tanya Seruni, seraya menunjukkan gambar yang baru saja di ambil nya pada sang suami.


Mahmudi nampak mengamati gambar tersebut, "oh ya, mama beli perhiasan baru ya?" Tanya Mahmudi, yang melihat cincin indah tersemat di jari manis Seruni yang tangan nya dia genggam pada gambar di ponsel milik nya. Dia jadi teringat, kalau tadi sore ingin bertanya tapi belum kesampaian.


Mahmudi meraba cincin tersebut, dan kemudian perhatian nya tertuju pada gelang dengan batu yang sama indah nya dengan cincin dan terlihat lebih cantik dikenakan bersama dengan jam tangan mewah yang sama dengan yang dia pakai saat ini.


"Iya pa, bagus enggak? Murah lho pa, dapet hadiah jam tangan couple ini lagi dari Nila." Terang Seruni, sambil menunjuk jam yang di pakai oleh sang suami.


Mahmudi mengangguk-angguk, "harga berapa memang perhiasan nya? Kok hadiah nya bagus banget?" Tanya Mahmudi sambil terus melihat jam tangan yang dia pakai dengan senyum yang mengembang.


"Pa, ini aku bikin story di wasslap papa ya? Papa dan Nila kan saling save nomor, jadi nanti Nila biar lihat kalau papa post ini di story.. dia pasti seneng karena hadiah nya langsung di pakai," ucap Seruni, sejenak mengabaikan pertanyaan suami nya.


Dan tangan Seruni langsung lincah menari di atas layar ponsel sang suami, untuk membuat story gambar tangan mereka berdua yang saling menggenggam tadi dengan caption... "tak ada kata yang bisa terungkap untuk mewakili perasaan ku pada mu, mama" dengan gambar love memenuhi layar ponsel sang suami.

__ADS_1


Seruni tersenyum tipis, "sekali tebas, dua lalat terkapar tak berdaya!" Gumam Seruni dalam hati, seraya meng-klik tanda kirim di layar ponsel suami nya.


"Cuma tujuh puluh juta kok pa, dan mama kuras tabungan mama untuk beli perhiasan ini," balas Seruni kemudian dengan senyum seringai seraya menyerahkan ponsel suami nya, dan diapun berbohong dengan mengatakan telah menguras tabungan nya. Seruni ingin tahu reaksi suami yang tak pengertian itu.


"Ya ampun ma,,, mahal banget itu ma?! Masak beli perhiasan seharga motor matic gede?!" Protes Mahmudi, yang memang sudah lama mengincar motor tersebut tapi belum juga kesampaian... eh, malah sang istri membeli perhiasan yang seharga motor tersebut. Sontak, wajah Mahmudi langsung di tekuk.


"Lantas, kalau tabungan mama habis.. gimana nanti mama melahirkan?!" Tanya Mahmudi dengan nada panik.


"Kok gimana, melahirkan ya tinggal brojol aja kan kayak biasa nya? Kenapa papa jadi panik gini? Udah anak keempat juga?" Balas Seruni terlihat begitu santai.


"Bukan masalah langsung brojol nya ma?! Tapi biaya nya gimana?!"


"Itu kan urusan papa sebagai kepala keluarga, tugas ku hanya mengandung dan melahirkan anak-anak mu kan?" Balas Seruni dengan tertawa dalam hati.


Mahmudi memijat pelipis nya, mendengar harga perhiasan sang istri yang bisa untuk membeli motor idaman nya saja sudah mampu membuat kepala nya pening.. sekarang di tambah dengan harus memikirkan biaya untuk melahirkan, kepala Mahmudi rasa nya mau pecah saja.


Tengah pusing memikirkan itu semua, terdengar notifikasi spesial masuk di ponsel nya. Buru-buru Mahmudi beranjak, "ma, papa mau ke kamar mandi sebentar," pamit nya dan segera berlalu meniggalkan Seruni, yang akhirnya tawa Seruni pecah setelah punggung Mahmudi menghilang di balik pintu kamar mereka.


Seruni pun buru-buru membuka layar ponsel, mengaktifkan aplikasi wasslap cloning dan ikut menyimak apa yang dilakukan suami nya di dalam kamar mandi sana.


Seruni tersenyum, membaca deretan huruf kapital yang dikirimkan oleh Tari kepada suami nya.


Tari Asist : "MAS....!!! APA-APAAN INI!"


Tari Asist : "PAKAI PAMER KEMESRAAN SEGALA, PAKAI JAM TANGAN COUPLE MEWAH LAGI!" Disertai emoticon kepala banteng yang siap menyeruduk.


Tari Asist : "AKU KAN UDAH PERNAH MINTA UNTUK DIBELIIN JAM TANGAN COUPLE MACAM ITU, TAPI KENAPA MAS MALAH MEMBELIKAN NYA UNTUK ISTRI MAS??!!"


Tari Asist : "DAN ITU, PERHIASAN YANG ISTRI MAS PAKAI?? ITU BERLIAN ASLI MAS!!


Tari Asist : "AKU KECEWA SAMA MAS!!!"

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏 TBC 🙏🙏🙏🙏🙏


Nah lho,,, mau balas gimana Mud???


__ADS_2