
Malam hari nya, Seruni kembali mendapati sang suami mulai ber-chat ria dengan wanita itu,,, kala Seruni sudah merebahkan diri di atas kasur yang empuk di dalam kamar tidur nya, sedangkan Mahmudi masih di depan televisi yang menyala dan sedang menyiarkan pertandingan sepakbola liga Inggris.
Siaran yang menayangkan pertandingan antara Manchester City yangย bertandang ke kandang West Ham United di London Stadium, yang kemudian dimenangkan oleh Manchester City dengan skor 2-0 yang di cetak oleh Erling Haaland si striker baru.
Erling Haaland memang tampil apik dalam laga, yang kemudian menuai pujian dari pelatih nya, Pep Guardiola,,, qyang memberi nya pujian setinggi langit dengan menyebut penyerang asal Norwegia itu setara dengan tiga legendaย Liga Inggrisย yakni Thierry Henry, Alan Shearer, dan Cristiano Ronaldo.
Tayangan yang ramai dengan riuh rendah tepuk tangan penonton serta yel-yel yang memenuhi stadion milik West Ham United itu, sama sekali tak menarik perhatian Mahmudi yang tetap sibuk dengan ponsel nya. Karena nyata nya, chat mesra dari Tari lebih menarik perhatian ayah tiga anak tersebut.
Tari Asist : "Yank, bentar lagi bisa video call aku kan?"
Tari Asist : "Aku kangen banget,,, selama dua hari besok kan, kita enggak bisa ketemu? Apalagi, mas juga jarang chat aku sekarang?" Dengan tambahan emoticon wajah sedih.
Ya, karena besok adalah weekend,,, sehingga Mahmudi dan Tari tidak ada kesempatan untuk bertemu. Karena setiap weekend, Seruni selalu meminta suami nya agar meluangkan waktu untuk bonding bersama anak-anak.
Sedangkan setiap malam, sejak Seruni mengetahui bahwa ternyata sang suami punya wanita idaman lain.. Seruni pasti meminta sang suami untuk mengelus perut nya hingga ibu hamil itu tertidur, dengan alasan adik bayi nendang-nendang terus dan minta di elus sama sang ayah.
Dan malam ini, belum sempat Seruni memanggil sang suami untuk di temani tidur,, sudah keduluan wanita itu berkirim pesan pada sang suami, dan beruntung Seruni juga tengah membuka aplikasi penyadap wasslap sang suami sehingga Seruni jadi tahu kalau Tari meminta Mahmudi untuk menghubungi nya melalui panggilan video.
Seruni segera bangkit dari pembaringan dan berjalan keluar untuk menemui sang suami, dan di saat yang sama.. Mahmudi juga sedang berjalan hendak keluar rumah.
"Pa, papa mau kemana?" Tanya Seruni, yang sudah membawa selimut.
"Eh ma, belum tidur? Papa mau keluar sebentar ma, mau beli rokok di indopart depan," balas Mahmudi, sambil menunjukkan kunci mobil yang sudah di pegang nya.
"Mama ikut, mama enggak bisa tidur," Seruni melempar selimut nya asal ke arah sofa bed, dan kemudian mendekati sang suami.
__ADS_1
"Mama pengin apa? Biar papa yang belikan, ya? Angin malam enggak baik lho, untuk kesehatan ibu hamil," tolak Mahmudi dengan lembut dan sok perhatian, seraya mengelus perut istri nya.
"Tapi mama pengin ikut,,, mama enggak mau apa-apa," balas Seruni menggeleng, dan dengan mengerucut kan bibir nya.
"Besok aja ya, kalau mama pengin jalan-jalan. Sekarang, mama tunggu dulu di sana." Mahmudi menunjuk sofa bed, tempat dimana sang istri biasa bermanja-manja dengan diri nya. "Papa cuma sebentar, habis ini papa elus perut mama," Mahmudi hendak berlalu, tapi Seruni mencekal pergelangan tangan sang suami.
"Kalau gitu, mama pinjam ponsel papa. Mama mau selfie-selfie, biar gak jenuh nungguin papa pulang." Pinta Seruni dengan memohon.
Mahmudi membuang kasar nafas nya, "terus mau ngapain aku keluar kalau enggak bawa ponsel? Aku keluar kan mau video Call an sama yayang Tari di mobil," gerutu Mahmudi dalam hati.
"Ya sudah, papa enggak jadi keluar. Ayo kita tidur," Mahmudi menyimpan kembali kunci mobil, mematikan televisi serta lampu utama dan kemudian mengajak sang istri masuk kedalam kamar.
Seruni tersenyum seringai, dan bersorak dalam hati, "silahkan menunggu ya, yayang Tari,,,," cibir Seruni dalam hati.
Sedangkan Mahmudi dalam hati terus menggerutu, "mama kenapa sekarang jadi manja banget ya? Tiap mau tidur, selalu minta di elus dan di peluk? Padahal kehamilan yang dulu-dulu, enggak seperti ini deh? Aku jadi enggak pernah punya waktu untuk chat sama yayang Tari kalau malam-malam?!"
"Aku tidak akan tidur sebelum kamu tidur pa, elus terus... sampai pagi ya pa??" Gumam Seruni sambil tertawa dalam hati.
____
Sementara itu di kediaman nya yang tak terlalu besar, setelah mengantar kepergian sang suami yang hendak berangkat dinas malam sebagai Security di salah satu bank ternama di kota tersebut... Tari bergegas menuju kamar nya.
Wanita muda dengan dua anak balita itu langsung meraih ponsel nya, dan kemudian duduk manis di kursi meja rias dengan menyunggingkan senyum. "Aku chat mas Mahmud aja deh, suruh telpon sekarang," jari Tari menari lincah di atas layar ponsel untuk meminta kekasih gelap nya menelpon saat ini juga.
Setelah mengirim kan pesan tersebut, Tari meletakkan ponsel nya di atas meja rias dan kemudian membuka ikatan rambut nya. Mengoleskan lipstik berwarna merah merona pada bibir seksi nya, dan menyapukan kuas blush on di pipi. Menebalkan kembali alis nya dan terakhir memasang bulu mata badai yang selalu dia pakai setiap keluar rumah.
__ADS_1
"Perfeck, mas Mahmud pasti takkan menolak permintaan ku kali ini.. sebagai ganti rasa kecewa ku tadi siang karena dia membatalkan acara makan siang begitu saja," Tari bicara pada diri nya sendiri, sambil memandangi wajah cantik nya karena polesan make-up tebal melalui pantulan cermin besar di hadapan nya.
Ya, Tari mengurungkan niat nya untuk meminta di belikan barang pada Mahmudi melalui pesan.. dan Tari memilih menyampaikan secara langsung permintaan itu melalui video call, agar Mahmudi tak bisa menolak keinginan nya.
Usai merias wajah, Tari menyambar ponsel dan kemudian mendudukkan diri nya di kasur busa tempat tidur nya yang tak terlalu tebal. Tari menatap layar ponsel dengan terus menyunggingkan senyum, menanti laki-laki pujaan hati menghubungi diri nya melalui panggilan video.
Satu menit, dua menit.. bahkan hingga sepuluh menit berlalu, panggilan yang di tunggu tak kunjung datang. Tari mulai sebal, dia buka aplikasi wasslap nya, dan Tari melotot kala mendapati chat yang dia kirimkan belum juga di baca oleh Mahmudi.
"Ihhh,, sebel deh, tadi kan aku dah bilang kalau minta di VC?? Kenapa chat dari ku malah tidak dibaca sih!" Sungut Tari, sambil mendial nomor dengan nama 'Atasan keren'.
Tut... tut... tut....
Sekali, dua kali, bahkan hingga tiga kali Tari memanggil tapi tetap tak ada jawaban dari nomor di seberang sana.
Tari melempar bantal kearah tembok, "Sialan! Awas saja kamu mas!" Umpat Tari dengan sangat kesal
"Untung saja kamu ganteng, dan uang mu banyak! Jadi aku akan tetap bersabar menunggu, sampai kamu yang menghubungi aku dulu mas. Mungkin saat ini kamu sedang bersama istri mu, jadi kamu tidak berani mengangkat telpon ku." Tari bermonolog pada diri nya sendiri.
"Apa, sesekali aku ajak mas Mahmud ke hotel ya.. biar dia merasa terikat dengan ku? Selama ini kan, kami hanya gandengan tangan dan sesekali cium pipi? Mungkin kalau kami sudah berhubungan badan, mas Mahmud akan semakin sayang dan royal pada ku? Dan kalau dia tak mau menuruti segala keinginan ku, aku kan juga bisa mengancam nya?!" Bisik Tari dalam hati yang mulai menyusun rencana asyik-asyik, seraya tersenyum penuh kemenangan.
๐๐๐๐๐ TBC ๐๐๐๐๐
Gitu ya, ternyata,,,, jika hati nurani telah mati?? Segala macam cara di halalkan, untuk mencapai tujuan?! Miris!!
Maaf yah, kemarin enggak bisa up ๐๐
__ADS_1
Moga masih selalu setia menanti ๐ค๐ค