Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
08. Main Detektif - Detektif an...


__ADS_3

Usai makan, sebagian dari mereka berencana pergi nonton bioskop. Rindi langsung pamit karena harus segera balik ke kantor. "Aku duluan ya?" Pamit nya, sambil cium pipi kanan dan kiri pada teman-teman wanita nya.


"Enggak bareng sama atasan kamu Rin?" Tanya Doni, sambil melirik Dewa.


"Pak Kabag mau ada acara seminar, maka nya tadi aku bawa motor sendiri," balas Rindi, seraya mengenakan jaket.


"Eh Don, tolong bilangin sama pak Kabag ya.. kalau di kantor jangan galak-galak?" Pinta Rindi, dengan melirik Dewa yang tersenyum tipis.


"Orang nya ada di depan kamu Rin,,, ngapain juga minta tolong," balas Tiwi seraya terkekeh.


Dewa hanya geleng-geleng kepala, sambil terus tersenyum.


"Memang nya, kalau di kantor Dewa galak?" Tanya Fina, seraya mengernyit.


"Banget!" Balas Rindi singkat dan penuh penekanan.


"Sama kamu juga Rin?" Tanya Tiwi.


Rindi menggeleng, "enggak sih," balas Rindi seraya tersenyum.


"Dewa mana berani marah sama mantan," olok Doni.


"Oh, iya yah... mantan jadi atasan, gimana rasa nya Rin?" Tanya Tiwi.


"Asal jangan ada CLBK ya?!" Nila mengingatkan.


"Ya enggak lah,,, aku kan bukan Doni, yang enggak bisa move on!" Sahut Dewa, yang memang mereka sama-sama telah menemukan pasangan masing-masing.


"Setuju sama Dewa, show must go on..." timpal Rindi.


"Ya jelas beda lah.. kalian kan dulu cuma saling iseng?!" Protes Doni.

__ADS_1


"Eh, aku juga langsung balik ya?" Pamit Seruni, yang langsung beranjak.


"Un,, enggak ikut kita nonton?" Tanya Doni, yang nampak kecewa.


"Enggak Don, ini sudah waktunya anak-anak pulang sekolah. Si kecil juga waktu nya tidur siang," terang Seruni.


"Emak nya juga jangan lupa istirahat ya Run,,," timpal Nila, "jangan kerja terus, keenakan nanti suami kamu kalau kamu enggak pernah meminta uang nya," lanjut Nila, yang seolah menyindir rumah tangga Seruni.


Seruni hanya tersenyum kecut.


"Jaga kesehatan ya Un, aku antar kamu pulang dulu," lirih Doni, yang di setujui oleh Tiwi yang masih bisa mendengar nya dengan mengangguk.


"Enggak perlu Don, aku bisa pesan taksi online," tolak Seruni dengan halus.


"Kalau gitu kita nonton nya lain kali aja gimana? Aku juga tiba-tiba ngantuk nih?!" Fina juga segera beranjak, sambil menenteng tas tangan mewah koleksi dari butik nya sendiri.


"Oke, kita jadwalkan ulang aja..." sahut Nila, yang lain pun mengangguk setuju


Rindi yang kembali ke kantor nya di balai kota dengan menggunakan motor, Dewa yang langsung meluncur ke tempat seminar di hotel dekat simpang lima.


Sedangkan Fina kembali ke rumah nya di kawasan elit daerah kota atas, dan Seruni akhirnya diantarkan pulang ke toko nya oleh Doni, Nila dan Tiwi seperti pada saat mereka berangkat tadi.


_____


Setelah memastikan anak ketiga nya tidur, Seruni kembali membuka ponsel nya. Dia ingin tahu, aktifitas suami nya saat ini.


Seruni membuka aplikasi wasslap cloning, dan di sana Seruni tak menemukan obrolan yang baru. Wanita berwajah awet muda itu iseng membuka profil Tari, dan Seruni tersenyum kecut melihat foto profil wanita idaman lain dari suami nya itu.


"Cantik dan masih sangat muda," gumam Seruni, dengan terus mengamati foto yang sedang tersenyum sambil memamerkan deretan giginya yang dipasang teralis berwarna biru itu.


Seruni tiba-tiba teringat keinginan nya, untuk men-stalking sosial media wanita itu. Buru-buru Seruni menutup aplikasi wasslap cloning, dan kemudian membuka aplikasi layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat itu.

__ADS_1


Di kolom pencarian, Seruni mengetikkan nama Tari,,, dan muncullah banyak akun dengan nama Tari dengan berbagai kombinasi nya. Dengan teliti Seruni mengamati satu persatu foto profil nya, dan di akun ke sebelas yang Seruni buka... Seruni sangat yakin, bahwa itu adalah akun Tari dengan melihat foto diri Tari yang tengah berpose bak model papan atas yang dijadikan sebagai foto profil nya.


Seruni segera meng-klik akun bernama 'Tari Kyut' yang gambar latar nya adalah foto diri Tari bersama seorang laki-laki dewasa dan dua orang anak. Seperti nya itu adalah foto keluarga kecil Tari, dan Seruni geleng-geleng kepala melihat foto tersebut.


"Nampak seperti keluarga yang sangat harmonis, suami tampan dan dewasa, istri nya cantik dan masih muda,, dengan satu anak perempuan usia sekitar tiga tahun, dan bayi mungil laki-laki yang menggemaskan."


"Kurang apa lagi hidup mu Tari?? Hingga kamu mengkhianati pernikahan mu, dan menggoda suami wanita lain?" Gumam Seruni bertanya, pada angin yang bertiup sepoi-sepoi menerbangkan helai rambut nya.


Seruni mulai men-scroll kebawah akun sosial media wanita itu, dan hampir sembilan puluh persen isinya adalah foto kebersamaan Tari dan suaminya. Hanya sedikit yang memuat keluarga Tari secara utuh, dan hanya di momen-momen tertentu saja.


Semua foto kebersamaan dengan suami, Tari upload,,, dari mulai belanja ke mall, wisata kuliner, jalan-jalan ke tempat umum, ataupun berwisata. Dan ke semua nya dengan caption, 'with kesayangan _ one and only in my life' @mas Arif.


Seruni semakin menggeleng-gelengkan kepala nya, "pandai menggiring opini publik dia, seolah dia adalah istri yang paling beruntung dan paling berbahagia dengan pasangan nya. Istri yang sangat mencintai suami nya." Gumam Seruni.


Puas melihat akun sosial media Tari, Seruni pun membuka akun sosial media suami Tari. Kali ini, Seruni tak perlu repot mencari.. karena akun sosial media Arif, suami nya Tari tersebut, selalu ditandai di setiap postingan Tari. Dan Seruni tinggal meng-klik akun tersebut, maka terbuka lah sosial media Arif.


Foto profil nya, adalah foto pernikahan Arif dan Tari. Sedangkan isi sosial media Arif, hampir seratus persen sama dengan milik Tari karena Arif selalu ditandai di setiap postingan istri nya itu.


Bosan melihat foto wanita itu yang pura-pura mesra dan manis pada Arif, Seruni menutup akun sosial media tersebut.


Sejenak, Seruni berpikir.. dan sedetik kemudian, Seruni tersenyum lebar. "Saat nya kita bermain-main manis," lirih Seruni.


Dengan menggunakan email lain, Seruni membuat akun baru yang akan dia jadikan sebagai akun fake. Seruni tidak hanya membuat satu, tapi dua.. dan tentu nya akan digunakan untuk mengerjai orang yang berbeda.


Sukses membuat dua akun fake atau akun palsu tersebut, Seruni kemudian menutup ponsel nya. Dia mengistirahatkan diri sebentar, sebelum memandikan si kecil karena waktu telah beranjak sore dan anak ketiga nya itu sudah bangun.


Seruni sibuk dengan ponsel nya tadi, hingga tanpa terasa ternyata waktu terus berlalu. "Enggak terasa ya, kalau udah pegang ponsel dan main detektif-detektifan,,, tau-tau aja udah sore," gumam Seruni sambil senyum-senyum sendiri.


"Sekarang saat nya memandikan anak, dan memanjakan diri dulu. Rencana lanjut nanti malam, shock terapi pertama sebagai pengantar tidur mu,,,"


🙏🙏🙏🙏🙏 TBC 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2