Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
14. Menggagalkan Kencan Mesum


__ADS_3

Hari berganti, dan waktu pun terus berlalu. Seruni masih sering mendapati sang suami berhubungan dengan Tari melalui aplikasi perpesanan jika Mahmudi sedang berada di kantor.


Seruni sebenarnya sudah memiliki bukti lengkap tentang perselingkuhan sang suami, dan bisa saja Seruni langsung melabrak suami nya itu. Namun Seruni masih mencoba menghargai sang suami, dan tak ingin membuat Mahmudi malu pada diri nya .


Seruni ingin, sang suami menyadari sendiri kesalahan nya dan mengakhiri semua tanpa campur tangan diri nya. Namun hingga hampir sebulan menanti, ternyata sang suami masih saja bermain api dengan wanita bernama Tari yang berprofesi sebagai seorang guru sekaligus selebgram yang belum begitu terkenal itu.


Seruni pernah memberikan shock terapi di akun selebgram tersebut, ketika Tari sedang mengunggah video kemesraan dengan pasangan nya dan membagikan tips 'menjaga pernikahan agar tetap harmonis yaitu dengan kejujuran dan kesetiaan'.


Dengan akun fake yang telah dibuat nya, Seruni berkomentar.. "yakin mbak, situ istri yang setia dan jujur? Berani enggak, kalau mbak jujur mengatakan pada suami mbak.. jam tangan mewah mbak hadiah dari siapa?"


Dan boomm,, dalam waktu sekejap, ratusan komentar memenuhi beranda Tari. Ada yang langsung menghujat Tari, tapi tak sedikit pula yang menghujat pemilik akun fake tersebut dan membela Tari.


Dan tanpa rasa bersalah, Tari mengklarifikasi bahwa jam tangan mewah tersebut adalah hadiah dari sahabat nya. Tari pun langsung memblokir akun fake yang di buat oleh Seruni tersebut.


Tak sampai di situ, Tari pun mengadu pada Mahmudi melalui chat yang terbaca oleh Seruni. Dan Mahmudi hanya berkomentar, "ya, kamu kan cukup terkenal yank. Barangkali pas kita beli jam tangan itu ada yang lihat kita, terus dia ingat... kok wajah pasangan nya beda?! Maka nya lain kali, enggak perlu lah bikin video yang melibatkan suami kamu."


"Kalau gitu, lain kali kalau aku minta hadiah.. mas transfer aja ya uang nya. Biar aku beli sendiri." Balasan dari Tari kala itu.


Tidak cukup sampai disitu upaya Seruni untuk menghentikan perselingkuhan suami nya, Seruni pun pernah mengirimi suami Tari pesan melalui akun sosial media nya. Dengan akun fake nya, Seruni mengatakan bahwa dia adalah sahabat Arif... yang tak sengaja melihat Tari atau istri dari sahabat nya itu, sedang makan siang romantis di sebuah kafe taman.


Seruni juga menyertakan foto Tari dan suami nya yang berhasil dia tangkap sendiri kala itu. Tantu nya dengan membuat bloor gambar sang suami, karena bagaimana pun Seruni masih ingin menjaga nama baik ayah dari anak-anak nya tersebut.


Dan dari wasslap suami nya yang berhasil dia sadap, Seruni tahu bahwa Arif sangat marah pada Tari dan mulai membatasi gerak istri pengkhianat nya itu.


Tari Asist : "Mas, ada yang ngirim foto kita berdua pada mas Arif."


Papa : "Kok bisa?!"


Tari Asist : "Kata nya sih sahabat nya mas Arif, tapi enggak atau juga ya benar atau enggak nya?"


Tari Asist : "Mas Arif sangat marah, dan aku di tampar mas." Dengan emoticon menangis.


Tari Asist : "Kita jadi gak bisa bebas bertemu deh..."


Papa : "Terus, gimana dong yank?"


Tari Asist : "Lain kali, kalau kita ketemuan... di hotel aja gimana mas? Kan lebih privat??" Dengan disertai emoticon mengerling, seperti nya Tari mulai menjalankan rencana.


Papa : "Emm,, gimana ya?"

__ADS_1


Tari Asist : "Ayolah mas Mahmud sayang.. kita kan udah lama jalan?"


Tari Asist : "Aku benar-benar sayang sama kamu mas, aku akan buktikan itu kalau kita ketemu di hotel." Dengan disertai GIF laki-laki dan perempuan bule sedang saling menindih di atas ranjang.


Papa : "Oke yank, kapan kita bisa bertemu?"


Tari Asist : "Kalau nanti pas survey lokasi untuk pelatihan gimana mas? Jadi kan enggak ada yang curiga?"


Tari Asist : "Kita bisa mampir sebentar ke villa yang ada di sekitar bukit cinta."


Papa : "Good idea yank, aku suka dengan ide mu."


"Dasar ya, kucing garong! Di rumah sudah dikasih makan enak dan fasilitas yang menyenangkan.. lihat ikan busuk di pinggir jalan, tetap di embat juga!" Gerutu Seruni, kala ikut menyimak obrolan dua pengkhianat tersebut.


Dan disini lah saat ini Seruni berada, mengintai Tari yang sedang berbelanja camilan ringan untuk bekal survey dan bersenang-senang dengan Mahmudi,, sambil menunggu di jemput oleh laki-laki yang menjadi kekasih gelap nya itu, di sebuah minimarket yang tak jauh dari kantor Mahmudi.


Seruni saat ini mengajak serta putra ketiga, untuk melancarkan aksi nya. "Dik, inget baik-baik apa yang mama bilang tadi ya?" Seruni mewanti-wanti sebelum putra nya di suruh beraksi, dengan berbisik-bisik.


Anak kecil itu mengangguk, "baik ma, berarti nanti adik langsung minta maaf ya ma sama tante itu?" Bisik Tsalis, sambil menunjuk kearah Tari yang sedang memilih-milih snack.


"Iya dik, adik lihat video ini lagi deh.. biar enggak salah," Seruni kembali memutarkan video adegan seorang anak, yang tak sengaja menabrak seorang wanita dewasa dan menumpahkan minuman nya ke baju wanita tersebut. Dan anak itu dengan sopan langsung meminta maaf kepada orang yang ditabrak nya.


Seruni mengangguk dan tersenyum, seraya mengusap lembut kepala putra nya. "Jika adik berhasil memerankan tokoh tadi dengan baik, mama akan beliin mainan itu,,, kita beli lego yang besar untuk adik," lirih Seruni seraya menunjuk deretan mainan, wanita itu menjanjikan lego untuk putra nya.


"Adik pasti bisa ma," balas Tsalis dengan yakin, karena bayangan lego kini sudah ada di depan mata nya.


"Adik udah siap? Let's go boy,,," bisik Seruni, seraya mengedipkan mata pada sang putra.


Dan tanpa ragu, bocah kecil itu berlari kecil sambil membawa susu coklat yang sudah di buka lebar menuju kearah Tari.


Seruni yang memperhatikan putra nya dari tempat yang tersembunyi, menatap cemas kepergian sang putra.


Dan sedetik kemudian,, brukkkk... byurrr..


"Aw,,, kurang ajar!"


"Maaf,, maaf tante, saya tidak sengaja," ucap Tsalis dengan menangkup kedua tangan nya di depan dada, dengan ekspresi sedih karena merasa bersalah.


Semua perhatian pengunjung mini market tersebut langsung tertuju kearah Tari dan Tsalis.

__ADS_1


Seruni langsung keluar dari persembunyian nya, dan menghampiri sang putra.. sebab, Seruni takut sang putra akan mendapatkan kekerasan dari wanita yang di tabrak oleh Tsalis.


Dan dugaan Seruni benar ada nya, "Dasar, anak,,, " Tari hendak mengumpat seraya melayangkan tamparan kearah Tsalis, yang langsung di tepis oleh Seruni.


Seruni menyembunyikan wajah Tsalis kearah perut nya, dan menutupi kedua telinga putra kecil nya itu. "Mbak, maaf... anak saya tidak sengaja. Dan dia tadi sudah meminta maaf kan?" Ucap Seruni dengan sopan.


"Maaf kan anak saya ya mbak, saya yang salah.. tidak menjaga nya dengan baik," Lanjut Seruni, seolah penuh penyesalan. Padahal dalam hati bersorak, karena dandanan maksimal Tari yang akan ngedate dengan Mahmudi jadi berantakan.


"Enak saja minta maaf! Baju mahal saya jadi kotor dan basah gara-gara anak situ! Situ harus ganti rugi!" Seru Tari dengan sangat kesal, sambil mengeringkan bagian dada nya yang terkena tumpahan susu coklat.


Semua orang yang menyaksikan geleng-geleng kepala, "ealah mbak, kena tumpahan susu gitu aja minta ganti rugi?!" Celetuk seorang pengunjung.


"Iya, benar tuh. Lagian anak nya juga sopan banget tadi, udah minta maaf," timpal pengunjung yang lain.


"Ibu nya juga udah minta maaf gitu kok," timpal yang lain nya lagi, yang nampak bersimpati pada Seruni dan putra nya.


Seruni tersenyum, "sudah kuduga, dasar wanita matre tukang porot!" Geram Seruni dalam hati, dan tanpa ragu,, Seruni mengeluarkan tiga lembar uang pecahan ratusan ribu, dan mengulurkan kan nya pada Tari.


"Maaf mbak, segini untuk beli blouse yang kayak mbak pakai cukup kan?" Ucap Seruni dengan lembut.


Tari hendak mengambil uang tersebut, tapi segera diurungkan karena terdengar celetukan yang tak enak yang ditujukan pada nya.


"Enggak usah di ganti mbak! Itu baju nya murahan kok di pasar juga banyak! Tiga ratus ribu mah, bisa dapat selusin!" Olok seorang pengunjung yang sedari tadi diam menyaksikan.


"Iya, betul mbak,, enggak usah di ganti! Sayang uang nya!" Seru pengunjung yang lain, yang geram melihat sikap Tari yang arogan.


Wajah Tari mulai merah padam, apalagi saat melihat ada beberapa orang yang merekam kejadian tersebut dengan ponsel nya.


"Jangan di rekam!" Sungut Tari dengan melotot marah.


"Enggak apa-apa kok mbak, mas,,, kami juga yang salah," ucap Seruni dengan tersenyum hangat pada para pengunjung yang membela nya.


"Ini mbak, mohon di terima ya.. sebagai permintaan maaf kami," Seruni meletakkan lembaran uang tiga ratus ribu tersebut, ke tangan Tari.


Dan tanpa mengucap sepatah katapun, Tari menerima nya dan langsung ngeloyor pergi menuju toilet.


Sedangkan Seruni, setelah mengambil lego untuk sang putra.. wanita yang tengah hamil besar itu segera menggandeng sang putra menuju kasir untuk membayar belanjaan nya, karena Seruni harus menyelesaikan misi menggagalkan kencan mesum ayah dari anaknya.


🙏🙏🙏🙏🙏 TBC 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2