Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
12. Aku Lebih Sayang Pada Diriku Sendiri


__ADS_3

Hari-hari Seruni lalui seperti biasa nya, sang suami pun masih belum curiga jika Seruni sudah mengetahui perselingkuhan diri nya di luar sana dengan wanita lain.


Terbukti ketika pagi hari nya setelah kejadian malam itu, dimana Seruni sengaja menghubungi nomor Tari saat mereka berdua sedang asyik bercinta.. Mahmudi sama sekali tak curiga, dan beranggapan bahwa mungkin saja ponsel nya kepencet saat mereka sedang asyik-asyik nya bermain.


Dan Mahmudi hanya minta maaf kepada Tari sambil lalu, padahal Tari sangat marah pada nya.


Tari Asist : "Yang kamu lakukan semalam itu keterlaluan mas!"


Papa : "Kamu kan tahu yank, kalau aku sudah punya istri. Wajar dong, kalau kami berhubungan? Aku juga gak masalah kok, kamu masih berhubungan badan sama suami kamu?"


Tari Asist : "Tapi enggak pakai live voice juga kali mas?!" Masih dengan emoticon marah.


Papa : "Iya, mas minta maaf. Enggak sengaja kepencet yank..." plus emoticon permintaan maaf, memenuhi layar.


Tari Asist : "Enak aja ya mas, cuma minta maaf!!!"


Papa : "Nanti mas beliin bros yang kamu inginkan deh,,, ya? Udahan ngambek nya yank... mas sayang sama kamu," lengkap dengan emoticon peluk dan cium.


Seruni membuang kasar nafas nya ketika pagi itu, ikut menyimak obrolan dua insan yang sedang salah jalan itu melalui aplikasi penyadap, "kenapa kamu bisa seroyal itu pada wanita itu pa? Sedangkan kepada ku dan anak-anak?" Seruni mencibir, dan hanya bisa menyimpan kecewa dalam hati.


Seruni masih tetap mencoba untuk bersikap baik dan sabar, karena nyata nya meski di luar sana memiliki wanita lain.. tapi sikap Mahmudi terhadap diri nya sama sekali tak berubah, tetap hangat dan penuh kasih sayang serta perhatian sama anak-anak.


Hanya satu kekurangan Mahmudi, mengenai keuangan. Awal nya Seruni masih memaklumi karena yang dia tahu gaji suami nya sebagai ASN memang hanya segitu, tapi setelah tahu ternyata dari pekerjaan nya di luar kantor ternyata sang suami mendapatkan uang tambahan yang jumlah nya tak sedikit... dan Mahmudi malah menyalah gunakan dengan memanjakan wanita lain, tentu saja Seruni menjadi marah.


Tapi lagi-lagi Seruni begitu luas hagi nya, dia masih mencoba untuk berfikir jernih,,, mungkin suami nya hanya khilaf dan berharap akan segera tersadar, hingga Seruni memberi sedikit waktu lagi bagi sang suami untuk menyadari kesalahannya tanpa harus dia bongkar rahasia perselingkuhan suami nya itu.


Meski demikian, Seruni tetap memantau aktivitas suami nya di luar sana. Dan jika mengetahui sang suami akan jalan bareng dengan wanita itu selain urusan pekerjaan,, Seruni pasti akan mencari berbagai alasan dan cara untuk menggagalkan nya.

__ADS_1


Seperti siang ini, Seruni membaca chat dari Tari.. bahwa Tari ingin makan siang di resto mewah kesukaan nya, dan Mahmudi menyanggupi. Mereka janjian jam dua belas, saat jam istirahat kantor.


Tepat di saat Mahmudi sudah berada di dalam mobil, hendak menemui wanita pujaan lain.. Seruni menelpon suami nya itu.


Mahmudi kembali mematikan mesin mobil nya untuk mengangkat telpon dari sang istri, "halo ma, ada apa?" Tanya Mahmudi seraya mengernyit, karena tak biasa nya sang istri menghubungi di saat dia sedang bekerja.


"Pa, makan siang di rumah ya... please,, temani mama?" Pinta Seruni dengan nada suara nya yang manja, "mama lagi pengin makan manisan buah yang di jalan Diponegoro itu pa, papa sekalian lewat sana dan beli manisan untuk mama ya? Mama tunggu,,, adik bayi kayak nya lagi pengin banget makan itu deh pa, kebayang-bayang terus dari tadi?" Seruni langsung menutup telpon nya, tanpa menunggu jawaban dari sang suami.


Panjang lebar Seruni memberi alasan, bahkan meminta suami nya untuk membeli manisan yang tempat nya berlawanan arah dengan resto yang akan di tuju sang suami.. agar suami nya tak ada kesempatan untuk menemui selingkuhan nya terlebih dahulu.


Mahmudi hanya bisa menelan saliva, dan tangan nya memukul-mukul setir mobil yang bahkan tidak bersalah sama sekali itu. "Sial,, kenapa bisa barengan gini sih?!" Umpat nya dengan sangat kesal.


"Enggak mungkin kan, aku nolak permintaan mama. Mana seperti nya, mama pengin banget makan manisan..." Mahmudi segera mengambil ponsel nya, dan kemudian mendial nomor Tari.


Mahmudi dari dulu memang selalu menomorsatukan keinginan sang istri kala sedang hamil, apapun yang Seruni minta pasti dia turuti.


Pada panggilan ketiga, terdengar suara manja dari seorang wanita di seberang sana. "Mas udah jalan? Aku baru aja sampai nih,,,"


"Maaf yank, aku enggak bisa ke sana sekarang. Mendadak pak Wali mengajakku untuk makan siang, karena ada yang akan di diskusikan," dalih Mahmudi, dengan membawa-bawa nama pak Walikota untuk meyakinkan sang kekasih.


"Mas ini gimana sih?! Batalin kencan kok mendadak! Mana aku udah terlanjur bikin story tadi, kalau mau makan di resto langganan!" Suara Tari terdengar sangat kesal.


"Maafin mas yank, pak Wali juga mendadak kasih kabar ke mas," ucap Mahmudi lembut, meminta pengertian Tari.


"Hanya minta maaf!" Seru Tari.


"Oke deh, kamu minta apa yank? Tapi jangan yang mahal-mahal ya, uang mas sudah menipis ini yank,,," balas Mahmudi dengan lemas, dia tahu pasti wanita yang di sukai nya itu akan menuntut untuk dibelikan sesuatu sebagai ganti karena Mahmudi tak menepati janjinya.

__ADS_1


"Nanti aku chat, aku mau di beliin apa?!" Dan Tari langsung mematikan telpon nya, hingga membuat Mahmudi terkejut.


"Siapa yang nelpon?! Siapa yang mengakhiri?!" Mahmudi geleng-geleng kepala, "capek juga ya ternyata main hati, tapi mau gimana lagi.. Tari itu menggemaskan, centil, meskipun dia suka ngambek," Mahmudi mengulum senyum, teringat dengan sikap centil dan manja nya Tari.


"Tapi kasihan juga kalau sampai mama tahu perilaku ku yang menyimpang ini, mama pasti sangat marah. Hufff..." Mahmudi membuang kasar nafas nya.


"Jujur, aku ingin mengakhiri petualangan ini.. tapi aku belum bisa. Mungkin nanti, ketika projek ini sudah selesai dan kami tak lagi saling bertemu," Mahmudi bermonolog dengan diri nya sendiri.


Mahmudi kemudian segera melajukan kuda besi nya membelah jalanan kota yang ramai, untuk memenuhi keinginan sang istri. Membawa pulang manisan buah, yang diinginkan sang buah hati yang masih bersembunyi di dalam perut.


Setibanya di rumah, Mahmudi yang membawa kunci cadangan langsung masuk kedalam rumah. Dan di ruang keluarga, dia mendapati ternyata Seruni sedang tidur. Sedangkan putra ketiga nya, sedang main seorang diri di samping sang mama yang tidur dengan pulas.


"Mama tidur sejak kapan dik?" Tanya Mahmudi pada putra nya.


"Habis telpon papa," balas Tsalis jujur.


"Hufff,,, tahu gini, tadi ke resto dulu menemani ayank Tari makan siang," batin Mahmudi.


"Ma, kata nya pengin makan siang bareng? Kok malah tidur?" Mahmudi duduk di tepi sofa bed, sambil membangunkan sang istri.


"Mama ngantuk banget pa habis masak tadi, dan badan mama rasa nya pegal semua. Mama benar-benar butuh asisten deh pa," Seruni kembali melancarkan tuntutan nya, wanita yang tengah hamil itu kemudian beringsut dan duduk di samping sang suami.


"Adik asisten nya Nila, kata nya lagi cari pekerjaan pa.. kita ambil dia ya?" Lanjut Seruni memohon, seraya menatap netra hitam sang suami dengan tatapan menghiba.


Bibir tipis itu sudah mengerucut, dan mata indah Seruni mulai berkaca-kaca. Dan kalau sudah seperti itu, Mahmudi takkan bisa menolak permintaan istri nya itu, "ya sudah, terserah mama," ucap Mahmudi pasrah, sambil berhitung dalam hati untuk tambahan pengeluaran yang akan di tanggung nya.


Seruni langsung memeluk suami nya itu, pura-pura sangat bahagia, "makasih papa, mama tahu papa pasti akan turuti apapun permintaan mama. Mama tambah sayang.... sama papa," ucap Seruni, tapi dalam hati dia mencibir, "tapi aku lebih sayang pada diri ku sendiri pa."

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏 TBC 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2