Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
Berita Tak Terduga


__ADS_3

Hari itu pengunjung cafe cukup ramai, sehingga membuat Naira sibuk. Maklum saja cafe itu belum lama dibuka, sehingga belum memiliki cukup tenaga kerja, jadi Naira harus ikut terjun langsung dalam aktivitas operasionalnya.


Setelah jam makan siang telah usai, dan pengunjung sudah mulai berkurang, datang pria menghampiri Naira di meja kasir.


" Permisi mbak saya mau bayar." Iseng pria itu Naira yang tengah menunduk langsung mengangkat kepala, merasa familiar dengan suara itu.


" Maaf mas boleh saya tau tadi pesanannya apa saja ?." Merasa geli dengan kekonyolan pria itu. Meskipun begitu, mendapat lelucon kecil saat ia merasa lelah cukup membuat hatinya senang.


" Tadi saya pesen waktu mbak. Saya duduk disana dari 2 jam lalu, itu biayanya berapa ya mbak ?." Menunjuk tempatnya duduk. Rega telah duduk disana selama 2 jam. Dia sebelumnya menelpon Naira berkali kali namun tidak ada jawaban, jadilah ia datang ke cafe, dan benar saja gadis itu tengah sibuk.


" hah ? Bang Gaga ngapain 2 jam duduk disitu ?. " pekik Naira kaget mendengar jawaban Rega. Kesibukannya membuat dia tidak menyadari kedatangan pria itu, dan itu membuatnya merasa bersalah.


" Tadi abang nelpon kamu mau ngajak makan siang, tapi gak kamu angkat. Jadinya abang kesini mau jemput kamu langsung. Ekh tau nya kamu lagi sibuk, jadi abang tungguin aja disana. Kamu belum makan siang kan ?."


" Maaf hp nya ditinggal di ruangan Nay, jadi gak tau kalo ada telpon. Iya sih belum sempet makan siang." Teringat dirinya belum makan, dan perutnya mulai terasa lapar.


" Nah pas kalo gitu, ayo ke ruangan kamu abang udah bawain kamu makan siang." Menuntun Naira menuju ruangannya.


saat sampai ke ruangan Naira mereka langsung makan sambil ngobrol.


“ Ko bisa tau Nay belum makan ?.”


“ Tadi abang perhatiin kamu sibuk terus. Jadi tadi abang pergi sebentar beli makanan buat kita.”

__ADS_1


“ Lagian tumben abang kesini gak bilang dulu. Biasanya bilang dulu dari paginya.”


“ Abang sebenernya kesini mau pamit. Lusa abang mau ke luar kota, ada kerjaan disana.”


“ Abang berapa lama disana ?.” raut wajah Naira berubah menjadi buruk dengan bibir yang mengerucut.


“ mungkin sekitar satu atau dua bulan. Kenapa tu muka ? gak rela ditinggal ya ?.” Itu muka manis banget gilaaa, jadi males pergi kan gua.


“ Berarti Nay gak bisa liat abang dong nanti.” Protes Naira dengan bibir yang makin mengerucut manja.


“ Gak usah digituin bibirnya, tambah monyong tau rasa nanti. Lagian kan kita gak hidup di jaman dinosaurus jalan – jalan Nay, bisa video call kan.”


“ Liat di hp sama ketemu langsung kan beda abang.” Nada bicara Naira mulai murung, dan nafsu makannya mulai hilang. Obrolan mereka pun terus berlanjut hingga satu jam kemudian Rega pergi kembali ke kantornya.


Malam ini adalah waktunya acara makan malam keluarga itu dilaksanakan. Acara makan malam itu diselingi dengan obrolan ringan tentang pekerjaan. Baik Adnan maupun Naira tidak banyak bicara malam itu, mereka hanya sekedar menjawab jika para orang tua bertanya. Hingga saat makan malam mereka selesai, Pak Guntoro mulai membicarakan tujuan utama diadakannya makan malam itu.


“ Nay papa mau jujur sama kamu, sebenernya papa berniat buat jodohin kamu sama nak Adnan. Papa harap kamu


bersedia.”


“ Hah ? jodoh pa ?.” Naira terkejut dengan ucapan papanya.


“ Iya sayang. Tante Amira ini teman papa sejak kuliah dulu, dan Papa yakin nak Adnan akan jadi suami terbaik buat kamu. Kamu bersedia kan sayang .?”

__ADS_1


“Kamu mau kan sayang ? tante pengen banget kamu jadi menantunya tante.” Bujuk Amira ibu Adnan.


Aku harus gimana ? aku gak mau dijodohin, apalagi sama orang yang gak aku kenal kaya gini. Tapi aku gak mau kecewain papa. Batin Naira.


Karena melihat anaknya hanya terdiam dan tak menjawab apapun, pak Guntoro menggenggam tangan anaknya dan mencoba meyakinkannya kembali.


“Sayang kamu tau kan papa sayang banget kamu, dan kamu itu puteri papa satu-satunya. Papa akan tenang kalau orang yang mendampingi kamu nanti itu orang yang papa percaya. Dan ini pertama kalinya papa minta sesuatu sama kamu. Kamu mau kan sayang kabulin permintaan papa ?.”


Iya. Ini pertama kalinya papa minta sesuatu sama aku, dari dulu papa selalu kasih semua yang aku mau. Insya’allah demi papa.


“Iya pa Nay mau.” Bang Gaga. Air matanya menetes saat menyebut nama pria itu dalam hatinya.


“Makasih, sayang makasih.” Ucap pak Guntoro Memeluk sang putri.


“Makasih ya sayang udah mau jadi menantunya tante.” Bu Amira menghampiri dan memeluk Naira. Sedangkan Naira hanya menanggapi ucapan Bu Amira dengan senyum.


“Selamat ya sayang, anak mama udah gede sekarang udah mau jadi istri.” Ibu Nayra memeluk putrinya, dan meneteskan air mata karena terharu.


Dari tempat duduknya Adnan hanya memperhatikan Naira, karena pada dasarnya ia sudah tau tentang perjodohan


ini. Lagipula Adnan sedikit bersyukur saat ia tau bahwa gadis yang dijodohkan dengannya adalah gadis yang ia lihat di Taman tempo hari. Menurutnya Naira terlihat seperti gadis baik-baik dan tidak akan sulit baginya untuk menerima


gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2