Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
55. Hampa dan Terasa Kosong


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Seruni yang telah dipindahkan ke ruang perawatan sejak dua jam yang lalu,, kini sedangkan menyusui baby Cinta, yang baru saja selesai dimandikan oleh suster.


Seruni beruntung, sebagai wanita dia termasuk wanita yang subur dan persalinan nya pun selalu dimudahkan. Bahkan Seruni juga dikaruniai ASI yang bisa langsung keluar dengan lancar, beberapa jam setelah melahirkan.


Sehingga, keempat anak Seruni yang dilahirkan secara normal semua itu, juga diberikan ASI ekslusif oleh Seruni. Bahkan Seruni menyusui anak-anak nya hingga dua tahun penuh baru di sapih, karena kebetulan Seruni adalah ibu rumah tangga sehingga memiliki waktu full untuk buah hati nya.


Baby Cinta nampak lahap menyusu, hingga tak berapa lama,, bayi mungil itu sudah kenyang dan kembali memejamkan mata nya.


"Apa Tata sudah tidur lagi ma?" Tanya Mahmudi yang lebih senang memanggil putri bungsu nya dengan panggilan Tata daripada Cinta, yang bagi Mahmudi masih terdengar meresahkan hati nya.


"Udah pa, udah kenyang dia,," balas Seruni dengan tersenyum, seraya mengelap dengan lembut bibir mungil baby Cinta dengan tissue khusus baby.


"Sini, biar Tata papa pindah kan ke box," Mahmudi mengambil baby Cinta dari dekapan Seruni, dan dengan hati-hati menidurkan bayi mungil tersebut kedalam box bayi.


Mahmudi nampak sangat sayang pada bayi mungil itu, ayah empat anak itu selalu menyunggingkan senyum kala memandangi putri bungsu nya.


Mahmudi juga terlihat lebih perhatian pada sang istri, dan setelah baby Cinta tidur di dalam box bayi dengan nyaman,, Mahmudi kemudian mendekati sang istri dan mulai memijat pelan punggung sang istri.


"Apa yang mama rasakan?" Tanya Mahmudi penuh perhatian, "apa masih perih?" Mahmudi mengernyitkan dahi nya.


Seruni mengangguk, "kalau kelamaan duduk kayak gini, agak perih pa," balas Seruni.


"Nanti papa bilang sama dokter nya, agar diberikan obat yang cocok untuk ibu menyusui," ucap Mahmudi.


Dan perbincangan mereka terhenti, kala terdengar suara gaduh di luar sana.


"Assalamu'alaikum,,," ucap salam dari luar yang terdengar ramai, dan tanpa menunggu jawaban dari orang yang berada di dalam ruangan, mereka semua menerobos masuk.


"Mama,,," seru Tsalis yang diikuti oleh dua kakak nya, yaitu Arga dan Alif. Mereka bertiga langsung memeluk sang mama dengan erat.


"Ssstt, mas, mas, jangan berisik ya? Adik baru saja bobok," Mahmudi mengingatkan, dan ketiga anak yang manis itu mengangguk mengerti.


Dibelakang mereka, sahabat-sahabat Seruni dan keluarga nya juga ikut masuk kedalam ruangan tersebut.


Ruangan VIP yang tadi nya dirasa Seruni terlalu luas itu, kini terasa sempit dan sesak.


"Nil, Wi. Kalian nunggu di luar dulu deh, semalam kan kalian udah ketemu sama Runi?" Pinta Rindi, karena ruangan tersebut penuh sesak.

__ADS_1


"Ih ogah, semalam kan kami baru sebentar,, ya kan Nil?" Tolak Tiwi dengan meminta pembelaan Nila, dan Nila mengangguk setuju.


"Udah, udah,, biar kami bapak-bapak yang menunggu di luar," ucap Dewa yang mengalah seraya mengajak Doni untuk keluar dari ruang perawatan Seruni. Yang kemudian diikuti oleh suami-suami yang lain, termasuk Mahmudi beserta anak-anak mereka.


Alif, Arga dan Tsalis pun ikut keluar, setelah sebelumnya sempat memandangi sang adik yang sedang terlelap di dalam box bayi.


Setibanya di luar ruangan, anak-anak langsung menuju taman bermain yang memang tersedia di klinik tersebut.


Sedangkan para papa, memilih duduk di bangku panjang yang ada di sepanjang koridor klinik tersebut. Mereka nampak mulai asyik mengobrol, dan membahas berbagai hal.


Doni yang baru beberapa saat berada di luar bersama para bapak itu, kemudian menyelinap diam-diam dan masuk kembali ke ruang perawatan Seruni yang diikuti oleh Dewa dengan saling melempar senyum.


Dan sesampainya di dalam ruangan, kedua pria dewasa itu tergelak, karena secara tidak langsung telah berhasil mengusir Mahmudi dari ruangan tersebut. Dan suara tawa mereka yang nyaring, berhasil membangunkan baby Cinta,, hingga membuat bayi mungil itu menangis dengan kencang.


Doni dengan sigap hendak mengambil bayi tersebut dari dalam box, namum para wanita langsung menjerit dan melarangnya. "Jangan Don!" Kecuali Tiwi, yang tetap tenang melihat Doni yang hendak menggendong bayi mungil yang baru dilahirkan Seruni tadi malam itu.


Doni cemberut, "aku bakalan hati-hati, aku juga tahu bagaimana cara menggendong bayi merah meski aku belum pernah memiliki bayi?!" Protes Doni.


"Om Doni prigel tahu kalau gendong bayi, suami ku aja kalah sama dia," ucap Tiwi dengan santai.


Dan benar saja, semua dibikin kagum saat Doni mengangkat bayi mungil itu dari dalam box dan yang lebih membuat semua terkesima,, baby Cinta langsung berhenti menangis, kala Doni membawa tubuh mungil nya kedalam dekapan hangat nya.


"Oh Doni,,, so sweet banget sih kamu? Hatiku meleleh Don,,,? Andai saja yang kamu tunggu itu aku, aku pasti akan tinggalkan suami ku demi kamu Don?" Rayu Rindi, hingga membuat ibu dua anak itu langsung mendapatkan toyoran dari sang mantan.


"Sembarangan kalau ngomong!" Protes Dewa, sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala seraya terkekeh pelan, termasuk istri nya Dewa.


"Aku yang ogah!" Balas Doni seraya mencibir, hingga membuat baby Cinta kembali membuka mata nya dan mulai merengek.


Rindi cemberut, "enggak bestie kamu Don,,," rajuk nya, tapi Doni tak menanggapinya lagi karena laki-laki matang itu sibuk menenangkan baby Cinta.


"Cinta sayang, diam lah nak,,, nih, udah sama papi kan?" Bujuk Doni dengan lirih di telinga bayi mungil tersebut, tapi baby Cinta tetap masih merengek.


"Bawa sini Don, dia haus lagi kayak nya," pinta Seruni.


Doni kemudian memberikan bayi itu kepada Seruni, "kamu haus nak, mau nen sama mami ya. Jangan habisin sendiri ya, nanti bagi-bagi sama papi," canda Doni, sambil melepaskan baby Cinta kedalam rengkuhan Seruni.


"Cetak,," jemari tangan Dewa langsung mendarat di kening Doni.

__ADS_1


"Aw,, sakit Wa?!" Protes Doni.


"Makanya bangun, jangan ngigau melulu?!"


"Kamu Wa, enggak bisa lihat sahabat nya seneng apa? Ya, kan mumpung aku masih di sini Wa? Besok juga, enggak bakalan bisa seperti ini lagi kan?" Balas Doni.


"Lagian ya Wa, mana mau coba si Uun kasih aku nen,, enggak mungkin kan? Kecuali,,," Doni menjeda ucapan nya dan tersenyum simpul.


"Kecuali apa Don?" Tanya Fina yang penasaran dengan lanjutan ucapan Doni.


"Kecuali jika di tempat privat dan hanya ada kami berdua, Uun pasti mau. Ya kan Un?" Dan kali ini, bukan hanya Dewa, tapi Nila dan Rindi juga ikutan menjewer telinga Doni.


"Bujang nakal!" Seru Nila dan Rindi bersamaan.


Sedangkan Dewa yang kembali menjitak kening Doni berseru, "Bujang lapuk mesum!"


Fina, Tiwi dan istri nya Dewa, hanya senyum-senyum.


Doni terkekeh pelan, dan sejenak kemudian menatap Seruni dengan dalam. "Maaf Un, aku cuma bercanda." Lirih nya.


Seruni mengangguk dan tersenyum, "I know you so well Doni, it's okay," balas Seruni dengan tatapan teduh nya, yang mampu membuat hati Doni selalu tenang.


Dan suara rengekan baby Cinta yang meski sudah berada dalam dekapan sang mama, membuat Seruni teringat bahwa putri nya pasti haus dan ingin menyusu. "Kalian berdua, keluar sebentar gih. Aku mau menyusui bayi ku," pinta Seruni.


"Kami akan duduk di sofa sana, enggak perlu keluar kan?" Kekeuh Doni yang tak mau jauh-jauh dari Seruni dan baby Cinta, yang hanya ditanggapi oleh Dewa dengan mengedikkan bahu nya.


Kedua pria dewasa itu tanpa merasa bersalah langsung menuju sofa, yang diikuti oleh istri nya Dewa dan yang lain.


Seruni kemudian menyusui bayi nya dengan membelakangi sofa, dan ketika tengah menyusui baby Cinta,,,, Seruni teringat perkataan Doni kepada Dewa tadi, 'mumpung aku masih di sini Wa, besok juga enggak mungkin bakalan bisa seperti ini lagi kan?'


"Apa maksud ucapan Doni tadi ya? Apa, Doni sudah akan berangkat ke Jakarta? Dan, besok? Secepat ini kah?" Seruni bermonolog dalam diam, tiba-tiba saja Seruni merasakan hati nya hampa dan terasa kosong.


🙏🙏🙏🙏🙏 bersambung 🙏🙏🙏🙏🙏


Pernahkah kau merasa, hatimu hampa


Pernahkah kau merasa, hatimu kosong

__ADS_1


Begitulah kira-kira jika ditinggalkan oleh orang terdekat, seperti ada yang hilang... hampa dan kosong


__ADS_2