Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
19. Kuat Bergoyang


__ADS_3

Hubungan terlarang Tari dan Edi bermula dari pertemuan mereka berdua yang secara tak sengaja, di sebuah pusat perbelanjaan terkenal di kota tersebut.


Kala itu, Tari yang awal-awal menikah dan baru di terima menjadi guru honorer di sebuah sekolah swasta, sedang memilih-milih tas branded sebagai penunjang penampilan nya.


Tengah asyik menimang-nimang sebuah tas berwarna kuning, Tari tertegun dengan bandrol harga tas tersebut dan langsung mengembalikan barang yang membuat air liur nya itu menetes begitu saja, di tempat nya semula.


Seorang lelaki bertubuh gendut bergaya seperti layak nya bos, yang sedari tadi memperhatikan lekuk tubuh Tari yang mengenakan pakaian ketat meski diri nya berhijab... langsung mendekat dan mengambil tas tersebut dari etalase, dan kemudian menyodorkan nya kepada Tari.


"Mau tas ini, cantik?" Laki-laki itu tersenyum hangat, bak dewa penolong yang ingin memberikan hadiah dari langit kepada Tari.


Tanpa ragu Tari mengangguk, dan tersenyum malu, "iya om," balas nya lirih, tak langsung menerima tas dari tangan laki-laki tersebut.


"Ambillah cantik, ini untuk mu." Ucap laki-laki dengan perut gendut itu, yang masih menyodorkan tas berwarna kuning kepada Tari.


"Tas berwarna cerah, yang pasti nya cocok untuk wanita cantik seperti diri mu," lanjut laki-laki itu mulai menggombal.


Tari tersenyum lebar, merasa tersanjung dengan gombalan receh laki-laki yang sudah cukup berumur itu. "Terima kasih om," balas Tari, "bagaimana saya harus membalas kebaikan om?" Lanjut nya bertanya.


"Gampang saja, jadilah kekasih ku," balas laki-laki dengan rambut yang telah mulai di tumbuhi uban, dengan tersenyum mengerling.


Tari mengernyit kan kening nya.


"Jika kamu bersedia, bukan hanya tas ini. Tapi aku juga akan membeli kan baju untuk mu," lanjut laki-laki tersebut, menjanjikan lebih pada Tari.


Tanpa berpikir panjang, Tari yang memang sudah rusak sejak masih sekolah itu langsung saja menyetujui nya. Dia seolah tak peduli, dengan siapa diri nya akan berkencan. Yang penting apa yang dia inginkan terkabul dan diri nya dapat terpuaskan.


"Baik om, saya mau." Balas Tari dengan mata berbinar, Tari melirik jam tangan mewah yang laki-laki itu pakai dan itu membuat Tari yakin.. bahwa om-om yang ada di depan nya, pastilah orang kaya.


"Jangan panggil om dong, panggil aja mas Edi," pinta laki-laki itu dengan ganjen, sambil memeluk pinggang Tari tanpa ragu.


"Iya mas, mas bisa panggil aku Tari," Tari pun memperkenalkan diri nya.

__ADS_1


"Mau belanja baju dulu, atau langsung ke hotel sayang?" Bisik laki-laki itu di telinga Tari, sambil menahan milik nya yang ternyata telah mengeras entah sejak kapan.


"Beli baju dulu ya mas?" Balas Tari dengan manja.


Laki-laki itu mengangguk, mengiyakan permintaan Tari. Dan mereka kemudian berjalan bak pasangan kekasih menyusuri lantai mall menuju counter pakaian wanita.


Terlihat Tari sangat antusias memilih milih pakaian, "aku ambil dua, boleh mas?" Tanya Tari, sambil memperlihatkan baju yang dia pilih.


Lagi, laki-laki itu hanya mengangguk. "Dik, sama pilih lingerie yang di sebelah sana. Kamu pakai nanti, kalau kita ngedate lagi," titah laki-laki itu, sambil memegang ponsel nya hendak melakukan panggilan.


Dengan senang hati, Tari mengangguk. Dan langsung menuju tempat yang ditunjuk oleh Edi.


Sedangkan Edi, terlihat melakukan panggilan. Ternyata, Laki-laki itu memesan sebuah kamar hotel yang tak jauh dari pusat perbelanjaan tersebut.


Usai memilih lingerie, Tari kemudian membawa nya ke kasir yang diikuti oleh Edi. Dan setelah membayar semua tagihan belanjaan Tari, Edi langsung mengajak Tari untuk meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut untuk menuju hotel yang telah di pesan nya tadi.


Dan dari situlah, semua kegilaan Tari dan Edi...


Edi, yang sudah tak puas lagi dengan pelayanan istri nya yang berusia paruh baya dan mulai sakit-sakitan.. mendapatkan kenikmatan dari Tari, wanita muda yang masih pengantin baru namun haus belaian karena sang suami sering dinas malam.


Dan Tari, sangat menikmati hubungan nya dengan Edi meskipun usia mereka terpaut sangat jauh.. yang penting ada yang memasuki lobang dan menggoyang nya. Dan yang terpenting pula, Tari juga mendapat kan berbagai barang mewah yang dia inginkan.


Kini, meskipun Edi sudah sangat jarang membeli kan Tari segala kemewahan yang Tari inginkan... Tari masih tetap bertahan, karena goyangan Edi yang membuat Tari selalu ketagihan.


Bahkan, meski akhir-akhir ini, Edi hanya mampu mengajak nya menginap di losmen yang murah sekali pun.. Tari tetap mau berkencan dengan Edi.


Dan ide gila Edi untuk menjatuhkan rekan sekerja nya, yang dianggap sebagai rival yaitu Mahmudi.. bermula ketika Tari mengatakan, bahwa diri nya ikut tergabung dalam sebuah projek Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk masyarakat pinggiran, yang diadakan oleh Pemkot bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.


Projek tersebut oleh pak Wali di percayakan kepada Mahmudi sebagai ketua pelaksana, dan menunjuk salah seorang guru sebagai asisten nya. Dan Tari lah yang saat itu di tunjuk oleh teman-teman nya sesama guru, untuk menjadi asisten Mahmudi.


Awal nya, mereka bekerja secara profesional. Tak ada perasaan apa-apa antara Tari dan Mahmudi, karena masing-masing telah memiliki pasangan. Mahmudi dengan istri nya yang baik bak ibu peri, dan Tari yang memiliki suami gagah yang bekerja sebagai security,,, sekaligus memiliki teman kencan yang lihai menggoyang nya, yang bagai candu bagi Tari.

__ADS_1


Namun, semua nya berubah ketika Edi meminta Tari untuk mendekati Mahmudi.


"Dik, aku mau minta tolong sama kamu," ucap Edi kala itu, sambil mengelap keringat di jidat nya yang lebar karena sisa-sisa percintaan mereka yang selalu panas membara.


"Minta tolong apa mas?" Tanya Tari, sambil sibuk membetulkan ikatan rambut nya.


"Kamu dekati Mahmudi, rayu dia... dan pastikan, kamu bisa mengajak nya tidur untuk mengambil video syur kalian berdua," pinta Edi.


"Untuk?" Tanya Tari kembali.


"Tahun depan, ada kenaikan jabatan. Aku enggak mau dia yang menduduki jabatan itu, sedangkan pak Wali lebih memilih mempromosikan Mahmudi ketimbang aku... padahal aku lebih senior dari nya." Balas Edi, dengan menahan amarah dan kebencian pada Mahmudi.


"Aku ingin, dia hancur dan tak bisa menduduki jabatan itu." Edi menatap dalam Tari, "jika kamu bisa menjebak nya pada kasus perselingkuhan, dan aku yang naik jabatan itu.. otomatis, gaji dan tunjangan ku akan naik dan kamu pasti akan ikut menikmati keuntungan nya," lanjut nya, seraya tersenyum seringai.


Mendengar tawaran yang cukup menggiurkan, Tari langsung mengiyakan. Dan mulai lah, Tari melancarkan rayuan dan godaan nya pada Mahmudi.


Awalnya, Mahmudi bergeming.. namun karena Tari gencar menggoda dan merayu Mahmudi, akhirnya ayah tiga anak itu pun iseng menanggapi Tari. Dan terjalin lah hubungan gelap itu.


Tari yang awal nya mendekati Mahmudi hanya karena permintaan Edi, lambat laun.. benar-benar jatuh hati pada pesona Mahmudi, hingga dia sempat melupakan sejenak tujuan awal nya yang akan menggiring Mahmudi ke tempat tidur.


Hubungan yang telah berjalan beberapa bulan, membuat Tari merasa nyaman dan takut jika suatu saat kehilangan Mahmudi,, hingga Tari berusaha menjebak Mahmudi untuk mengajak nya tidur bareng, agar Mahmudi merasa terikat dengan Tari.


Apa yang Tari lakukan, bukan semata-mata untuk memenuhi keinginan Edi.. namun demi keuntungan dirinya sendiri.


Dan ketika Tari gagal untuk yang kedua kalinya membawa Mahmudi ke hotel, sedangkan diri nya harus segera terpuaskan.. mau tak mau, Tari harus menelpon Edi dan mengatakan bahwa diri nya baru saja gagal menjebak target nya.


Hingga di losmen itu lah kini Tari dan sekutu nya yang tua-tua keladi itu berada, berbagi peluh dan kenikmatan yang menyesatkan. Kenikmatan yang merusak akal sehat dan mematikan nurani kedua insan, yang hingga dini hari masih saja kuat bergoyang.


🙏🙏🙏🙏🙏 TBC 🙏🙏🙏🙏🙏


Hmmm... yang nunggu gimana nanti pertemuan Doni dan Seruni, sabar yah 😊😊

__ADS_1


Kita simak dulu, kisah kelam Tari si jablay yang goyangan nya bikin sakit perut 😄😄🤭


__ADS_2