Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
48. Sudah Benar-benar Ikhlas


__ADS_3

Doni telah merencanakan untuk membuat acara perpisahan dengan sahabat-sahabat nya, dan rencana nya akan di adakan minggu ini di sebuah kawasan wisata yang tempat nya sangat indah dan dingin.


Tiwi yang dimintai tolong untuk menyampaikan niat tersebut kepada para sahabat di group chat, dan semua terlihat antusias menyambut nya kecuali Seruni.


Dan Doni yang baru sempat membuka ponsel dan membaca chat group tersebut awal nya mengernyit, tapi beberapa saat kemudian tersenyum lebar.


"Hai gaes, minggu ini kita semua beserta keluarga di undang om Doni untuk menghadiri acara perpisahan nya, di villa daerah atas." Tulis Tiwi di group chat.


Nila, Fina, Rindi dan Dewa semua membalas "Oke."


"Nginap dong? Aku enggak bisa ah, takut tiba-tiba nanti brojol di sana bayi ku." Ketik Seruni.


"Kan ada kita-kita Runi, dan di sana juga ada klinik kok. Ada suami kamu juga kan?" Tiwi memberikan balasan.


"Ya, betul. Kamu siapkan aja semua keperluan untuk melahirkan di dalam mobil Run, jadi kalau sewaktu-waktu melahirkan udah siap semua." Nila memberi saran.


"Hem,, betul Run. Jangan dibikin ribet lah, hidup nya Doni dah ribet karena mikirin kamu jangan di tambah lagi ya Uun sayang,,," Tulis Fina, mencoba bercanda.


Rindi, Nila, dan Tiwi sama-sama mengetik, "Wkwkwk,,,"


"Yang ngundang kok enggak nongol-nongol? Woy bro @Doni lagi ngapain sih? Lagi nyari mantra untuk bujuk Runi ya?" Dewa yang baru muncul, langsung berkomentar.


"Gak bakal mempan Don, mantra nya buat cewek lain aja." Sahut Nila, yang menimpali komentar Dewa.


"Betul Don, apa mau nungguin anak ku? Kemarin aku USG, kayak nya cewek. Hahaha..." Fina ikut-ikutan meledek Doni, yang belum muncul juga.


"Dih, sampai jamuran dong nunggu nya. Hihihihi,,,," Timpal Rindi.


"Apa nya yang jamuran Rin?" Tanya Dewa.


"Yey, pura-pura enggak paham!" Balas Nila.


"Hahahaha,,," balas Dewa, disertai emoticon ketawa guling-guling.


"Hush, pada ngomong apa sih? Enggak jelas banget kalian?!" Protes Seruni.


"Wah, ibu peri datang. Kabur.... Eh, enggak jadi ding, kan belum dengar keputusan ibu peri. Hehe..." Ketik Dewa.


"Gimana Run? Bisa kan?" Tanya Tiwi.


"Oke deh,,," balas Seruni.

__ADS_1


Doni semakin melebarkan senyum nya, dan jemarinya kemudian mengetik untuk dikirimkan ke group chat tersebut. "makasih Uun,,, dan makasih semua nya, sampai bertemu di sana."


Doni kemudian meletakkan ponsel nya di atas nakas, merebahkan diri di atas pembaringan dan menatap langit-langit kamar nya.


Pikiran Doni kini menerawang, "sanggup kah aku melupakan kamu Un? Ah, entahlah,,,, tapi aku harus mencoba nya, karena kulihat selama hampir dua bulan ini kamu udah benar-benar bahagia Un," gumam Doni seraya menghela nafas pelan.


Semua kenangan indah bersama Seruni selama empat tahun lama nya, melintas begitu saja di pelupuk mata Doni. Dan hal itu membuat Doni yang lelah raga nya karena serangkaian acara yang padat di kantor seharian tadi, dalam rangka pisah sambut jabatan direktur membuat Doni tak bisa langsung memejamkan mata nya.


Doni beringsut dan merubah posisi nya menjadi duduk, sambil menyandarkan kepala pada head board ranjang yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran indah. Doni kemudian mengambil ponsel nya kembali dan membuka aplikasi percakapan.


Doni mengklik sebuah nama, dan dilihat nya nama mami Uun masih online. Doni melirik jam di atas nakas, dan waktu menunjukkan pukul sembilan malam. "Masih pantas enggak ya, kalau chat Uun di jam segini?" Tanya Doni pada diri nya sendiri.


"Coba aja ah, di balas syukur kalau enggak juga enggak apa-apa. Mungkin dia sedang sibuk membalas chat dari pelanggan nya," Doni bermonolog sambil menimbang-nimbang, dan sedetik kemudian Doni mengetikkan sesuatu dan dikirim ke nomor mami Uun. "Un, lagi apa? Kok belum tidur?"


Setelah pesan nya terkirim, Doni langsung menutup aplikasi tersebut dan meletakkan kembali ponsel nya di atas nakas. "Aku tak boleh berharap lebih," gumam Doni, mencoba menghibur diri sendiri.


"Sebaiknya aku tidur saja, karena besok aku harus mempersiapkan semua nya di villa sebelum sore hari mereka semua datang," lanjut Doni sambil kembali merebahkan diri.


Namun sebelum netra Doni benar-benar terpejam, terdengar notifikasi khusus adanya pesan masuk dari nomor Seruni. Buru-buru Doni mengambil ponsel dan kemudian membuka nya, "Aku lagi balas chat dari CEO Sanjaya group, dan setelah ini baru aku akan tidur."


Doni tersenyum membaca pesan balasan yang biasa saja dari Seruni tesebut, tapi bagi Doni pesan itu bagai embun penyejuk bagi hati nya yang sedang galau.


"Un, bisa telepon sebentar?" Tulis Doni lagi, yang langsung mendapatkan jawaban.


Doni langsung mendial nomor istimewa tersebut, dan pada dering pertama Seruni langsung mengangkat nya.


"Assalamu'alaikum Un,,,", sapa Doni dengan sopan.


"Wa'alaikumsalam Don," balas Seruni yang menjawab salam Doni, "ada apa Don? Apa ada hal penting yang ingin kamu sampaikan?" Tanya Seruni dari seberang sana.


"Enggak ada Un, aku hanya ingin mendengar suara kamu," balas Doni.


"Ihh, apaan sih Don. Kayak anak ABG aja deh?" Protes Seruni.


"Un,,," panggil Doni lembut.


"Hmmm,,," balas Seruni hanya dengan gumaman.


"Aku mau minta ijin,,," ucapan Doni menggantung di udara, karena tiba-tiba Doni kehilangan kata-kata yang telah di susun nya dengan rapi tadi.


"Ijin? Untuk?" Tanya Seruni dengan nada suara yang terdengar kebingungan.

__ADS_1


Doni tak langsung menjawab, dan untuk sesaat hanya keheningan yang tercipta. Tak ada yang bersuara, dua-dua nya terdiam dan seolah saling menunggu.


"Un,, selama hampir dua bulan ini, kita kan sering bertemu bareng sama sahabat yang lain juga. Dan selama itu pula, aku melihat bahwa kamu sangat menikmati hidup mu dan kamu terlihat sangat bahagia." Doni menghentikan sejenak ucapan nya, dan menarik nafas dengan dalam.


"Dan aku mulai berfikir, mungkin ini saat nya bagiku untuk berhenti memikirkan kamu Un. Kamu enggak apa-apa kan Un?" Tanya Doni yang terdengar sangat berat.


"Ya bagus lah Don, dan aku mendukung mu seribu persen," balas Seruni yang terdengar bahagia.


"Emm... jika, jika nanti di sana aku bisa membuka hati ku untuk wanita lain, enggak apa-apa juga Un?" Tanya Doni lagi.


"Jadi, maksud kamu dengan minta ijin tadi tuh ini?" Tanya Seruni.


"Iya Un," balas Doni singkat.


"Ya enggak apa-apa lah Doni sayang,,, buka hati mu selebar-lebar nya untuk calon nyonya muda Sanjaya Don, dan aku akan mendoakan yang terbaik untuk mu. Kamu pantas untuk mendapatkan wanita yang lebih segala nya dari aku Don, dan kamu pasti akan mendapatkan nya. Percayalah pada ku Don, aku dan sahabat-sahabat kita yang lain akan terus berdoa untuk mu." Balas Seruni, yang terdengar antusias dan sangat tulus.


"Bentar-bentar Un, tadi di awal kalimat kamu bilang apa? Coba ulangi sekali lagi Un,,, aku senang mendengar nya," Pinta Doni seraya tersenyum lebar.


"Yang mana?" Tanya Seruni serius.


"Tadi Un, sebelum kamu mengatakan buka hati mu selebar-lebar nya?" Doni mengingatkan.


"Yang mana sih Don? Aku lupa ah,, pokok nya intinya ya, kamu pasti bisa Don dan kamu insyaallah akan mendapatkan pasangan yang terbaik," tegas, Seruni yang benar-benar lupa dengan apa yang telah dikatakan nya tadi.


"Yah Un,, masak lupa sih?" Gerutu Doni.


"Beneran Don, emangnya tadi aku bilang apa sih? Kalau kamu senang mendengar nya, itu arti nya kamu ingat dong?" Seruni dibuat penasaran, "Coba katakan, tadi aku bilang bagaimana?" Lanjut Seruni bertanya.


"Tadi kamu bilang, Doni sayang,,," balas Doni dengan nada kecewa.


"Hahaha,,, ya ampun Don, gitu aja kok pakai muter-muter segala? Tinggal ngomong doang, pengin di panggil dengan 'Doni sayang' apa susah nya sih?" Balas Seruni yang malah terkekeh.


"Jadi, kalau aku minta sama kamu untuk memanggil aku demikian.. kamu enggak nolak Un?" Tanya Doni antusias.


"Ya enggak lah Doni sayang,,, aku kan emang sayang banget sama kamu." Balas Seruni terdengar sungguh-sungguh, "tapi sayang sebagai sahabat ya Don, sebagai saudara, layak nya kakak adik," lanjut Seruni.


"Yah, penggemar kecewa deh," lirih Doni dengan tak bersemangat.


"Doni sayang,, ingat permintaan ijin mu tadi ya? Harus di bulatkan tekad nya, dan jangan kembali menoleh ke belakang. Oke Don??"


"Oke mami Uun, InsyaAllah aku udah benar-benar ikhlas sekarang." Pungkas Doni.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏 TBC 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2