
Seruni yang pagi itu diantarkan pulang oleh sahabat-sahabatnya termasuk Doni, langsung mengadakan acara tasyakuran atas kelahiran anak keempatnya yang bernama Cinta Donita tersebut.
Mahmudi tidak banyak mengundang tamu, hanya keluarga terdekat saja dan tetangga sekitar karena acaranya dibuat dengan dadakan.
Setelah acara selesai dan tamu undangan sudah kembali ke rumah masing-masing, sahabat-sahabat Seruni masih tetap tinggal karena belum merasa puas berkumpul bersama personil lengkap mereka seperti saat ini.
Doni masih menyempatkan diri untuk mengikuti acara, mantan kekasih Seruni itu nampak berbincang sangat akrab dengan Mahmudi layaknya sahabat lama.
Kedua pria yang masing-masing memiliki kelebihan di mata Seruni itu, sama-sama menyadari betapa berharganya Seruni.
Doni yang kemudian bisa mengikhlaskan Seruni untuk kembali kepada Mahmudi, demi kebahagiaan wanita yang sangat dicintainya itu dan juga demi anak-anak Seruni.
Sementara Mahmudi sangat menyesali perbuatannya dan bertekad akan memperbaiki hubungan dengan sang istri, demi cintanya pada Seruni dan kasih sayang pada anak-anak mereka.
"Mud, maafkan sikapku akhir-akhir ini yang mungkin membuat kamu tidak nyaman," pinta Doni dengan tulus.
Mahmudi menggeleng dan tersenyum hangat pada Doni. "Enggak perlu minta maaf Don, aku tahu kamu tulus mencintai Runi. Mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama, jika tahu orang yang aku cintai disakiti." Mahmudi menghela nafas berat.
"Aku yang brengsek Don, sebagai suami aku tak bisa menjaga perasaan istriku," sesal Mahmudi dengan netra berkaca-kaca. Nampak jelas penyesalan yang sangat dalam, dari wajah laki-laki ganteng itu.
"Semua sudah terjadi Mud, aku berharap kedepannya kamu bisa menjaga Uun dengan baik," pinta Doni seraya menatap tajam netra Mahmudi.
Mahmudi mengangguk pasti. "Iya Don, aku berjanji akan lebih mencintai dan menyayangi adikmu itu," balas Mahmudi seraya terkekeh pelan. Laki-laki empat anak itu teringat kata-kata Doni, yang di sepanjang perjalanan pulang selalu mengatakan bahwa Seruni adalah adiknya.
Doni pun ikut terkekeh. "Iya kamu benar Mud, dia adikku dan untuk itulah kamu enggak boleh marah jika aku memeluknya," canda Doni yang membuat Mahmudi langsung melotot tajam.
"Kalau itu enggak boleh!" seru Mahmudi.
Doni semakin terkekeh, Mahmudi pun akhirnya ikut terkekeh dan mereka berdua tertawa bersama.
Doni dan Mahmudi kemudian ikut bergabung bersama Seruni serta sahabatnya yang lain, hingga membuat obrolan mereka semakin hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Setelah cukup lama mereka mengobrol hingga hari menjelang sore, barulah laki-laki matang yang masih saja membujang itu pamit undur diri terlebih dahulu. "Un, aku balik dulu ya," pamit Doni seraya beranjak dan kemudian memeluk sahabatnya satu persatu.
Mahmudi segera masuk kedalam untuk mengambil sesuatu yang sempat dibelinya tadi, ketika acara syukuran kelahiran putri keempat belum dimulai. Tak berapa lama, suami Seruni itu telah kembali dengan membawa sebuah paper bag dan memberikannya kepada sang istri.
"Don, kami hanya bisa memberikan ini sebagai kenang-kenangan," ucap Seruni sambil menyodorkan paper bag yang bertuliskan brand terkenal kepada Doni.
__ADS_1
"Kalau sudah ngantor, di pakai ya. Tuan muda Sanjaya pasti keren kalau pakai dasi ini," lanjut Seruni seraya tersenyum lebar.
"Dari dulu aku selalu keren kan Un?" canda Doni untuk menutupi kesedihan hatinya, karena akan berpisah dengan orang-orang yang dia sayangi.
"Terimakasih ya Un, aku pasti akan memakainya," lanjut Doni seraya menerima paper bag dari tangan wanita cantik yang pernah mengisi hatinya itu.
"Ijin memeluk Uun Mud, dia adikku," pinta Doni sambil tersenyum seringai, yang disambut tawa oleh sahabat-sahabatnya.
Mahmudi tak menjawab tapi juga tidak melarang.
"Modus!" cibir Dewa seraya menonjok lengan Doni.
Doni hanya mencebik, dan kemudian segera memeluk mantan kekasihnya itu dengan erat.
Seruni pun membalas pelukan laki-laki yang pernah mengisi hatinya itu tak kalah erat, cukup lama keduanya saling memeluk hingga suara tangis Cinta Donita yang tadi ditidurkan di dalam box bayi, mengurai pelukan mereka berdua.
"Wah, putri papa sungguh pengertian. Kamu enggak rela ya nak, om Doni peluk-peluk mama," ucap Mahmudi sambil menimang putrinya, yang baru saja terbangun itu.
"Ck, bukan Cinta yang enggak rela tapi bokap nya yang pelit!" kesal Doni karena merasa belum puas memeluk Seruni.
Wanita yang baru saja melahirkan itu hendak mengambil sang putri dari dekapan sang suami, tetapi di cegah oleh Doni.
"Biar aku aja Un, aku ingin menggendong Cinta sebelum aku pergi," pinta Doni.
Doni menggendong bayi merah itu dengan penuh kasih, menciumi pipi lembut Cinta dengan penuh kasih layaknya putri sendiri. "Baby, papi sayang banget sama kamu," lirih Doni.
"Dia anakku!" sahut Mahmudi.
Doni mencebik, "pelit!"
"Udah, sana pulang! Udah pamit kan?" usir Mahmudi, tapi tidak sungguh-sungguh.
"Bener-bener pelit suami kamu itu ya Un, gendong Cinta baru bentar aja udah di usir?" adu Doni.
"Aku bawa pulang aja si Cinta ya Un, sebagai kenang-kenangan," pinta Doni seraya tersenyum tengil.
"Kamu pikir anakku barang!" Protes Mahmudi, sedangkan Seruni hanya geleng-geleng kepala menyaksikan perdebatan dua laki-laki yang sama-sama mencintainya itu.
__ADS_1
"Kalian berdua ini, tadi baru aja akrab. Sekarang, udah kayak Tom and Jerry aja," olok Dewa, yang juga ikut geleng-geleng kepala.
"Tahu tuh, gak jelas banget. Semua gara-gara satu wanita, Se - ru - ni," timpal Rindi mengeja nama sahabatnya dan kemudian terkekeh, yang lain pun ikut tertawa.
Doni dan Mahmudi saling tatap, mereka kemudian tergelak bersama.
Happy End 🥰🥰🥰🥰🥰
Sesuai janjiku pada kalian yang udah memberikan dukungan dan mendapatkan julukan FANS...
yang masing-masing mendapatkan pulsa @25 rb
Chat aku yah 🤗
Bagi yang belum pernah mendapatkan voucher pulsa, sungguh aku kangen pengin di chat sama kalian juga. So, dukung terus karya2 ku ya 😊🙏🙏
But, don't worry... kali ini aku adain quiz dalam rangka 'genap setahun aku menghalu', voucher pulsa senilai 25rb bagi 4 orang yang ulasannya paling bagus (versi ku 😄😄) ENGGAK BOLEH PROTES 🤭
Pasangan mana yang menurut kalian paling uwu... sebutkan alasannya? (pilih salah satu saja ya?)
* Nabila & Rehan
* Didi & Angga
* Kevin & Salma (boleh juga memilih, Icha dan Rahman, atau Fira dan Dion)
* Aida & Gus Umar
Seruni enggak ikut ya, karena mereka pasangan yang sempat memiliki konflik rumit.
Bang Zaki juga belum bisa ikut, karena belum halal 😊
Aku tunggu komentar kalian sampai akhir bulan, moga sehat selalu untuk kita semua 😇
Love you all 🤗😘😘
__ADS_1