
Sementara di kantor balaikota, Mahmudi di buat uring-uringan sendiri. Pasal nya sedari pagi, Tari terus saja menghubungi dirinya... padahal hari ini tidak ada jadwal kunjungan ke daerah.
Mahmudi sudah memberikan jawaban, bahwa dia tidak bisa menemui Tari. Tapi wanita dengan dua anak itu, terus saja memaksa.
Tari Asist : "Mas, kalau enggak bisa makan siang bareng, nanti sore bisa ngopi bareng kan? Bentar aja?" Dengan emoticon memohon.
Tari Asist : "Kita ngopi di tempat biasa ya mas?"
"Hufff,,,," Mahmudi membuang kasar nafas nya, dan kemudian mengetikkan balasan. "Oke, sekarang aja di jam makan siang. Aku tunggu di resto biasa."
Tari Asist : "Makasih sayang,,," Dengan tambahan emoticon love banyak sekali.
Tari Asist : "Aku tahu, mas sayang banget sama aku." Plus emoticon kiss dan peluk.
Mahmudi menutup ponsel nya, "aku harus pulang tepat waktu nanti sore, aku udah janji pada diri ku sendiri akan mulai bersikap lebih manis pada mama." Gumam Mahmudi seraya memandangi ponsel nya.
Ayah tiga anak itu kembali membuka ponsel nya sebelum meluncur menuju resto untuk menemui Tari, "oh ya, mama jadi nonton sama sahabat-sahabat nya apa enggak ya? Aku chat aja kali ya? Sebagai bentuk perhatian kecil? Selama ini kan, aku enggak pernah chat mama duluan?" Mahmudi tersenyum, dan kemudian mulai mengetik di ponsel nya.
"Ma, jadi keluar sama sahabat-sahabat mama?"
Beberapa detik kemudian, ada notif masuk di ponsel Mahmudi dan laki-laki gagah itu segera membuka nya. Senyum nya langsung mengembang, membaca chat dari sang istri, "Jadi pa, ni lagi antri beli tiket. Papa mau nyusul? Ada suami nya Fina juga loh?"
Mahmudi kembali mengetikkan balasan, "maaf ma, lain kali aja ya aku ikut gabung. Papa lagi rada repot, banyak kerjaan," dan send, Mahmudi telah mengirimkan balasan nya.
"Maafkan aku ma, aku terpaksa berbohong lagi pada mu. Aku hanya ingin menyudahi semua kesalahan ku siang ini juga," gumam Mahmudi sambil menunggu balasan sang istri, yang dilihat nya sedang mengetik.
"Iya pa, enggak apa-apa. Papa yang semangat ya, kerja nya. Jangan lupa makan siang." Balasan dari sang istri, yang membuat senyum Mahmudi semakin terkembang lebar.
__ADS_1
Setelah membaca balasan dari sang istri, buru-buru Mahmudi memasukkan ponsel nya kedalam saku dan kemudian berjalan keluar dari kantor.
Setiba nya di parkiran, suami Seruni itu segera masuk kedalam mobil nya. Menghidupkan mesin dan kemudian melajukan mobil nya meninggalkan area parkir perkantoran untuk menuju resto, tempat diri nya janjian makan siang dengan Tari.
_____
Sementara di lobby gedung bioskop, Seruni pamit ke toilet setelah berbalas pesan dengan suami nya.
Sesampainya di toilet, Seruni segera mengutak-atik ponsel nya.. membuka aplikasi wasslap cloning dan membuka chat dari 'Asist Tari' yang masuk ke wasslap sang suami.
Awal nya, wajah cantik itu tersenyum membaca balasan sang suami yang selalu menolak ajakan Tari. Namun di akhir chat, wajah Seruni langsung terlihat mendung kala membaca balasan suami nya yang menyetujui ajakan Tari untuk makan siang di sebuah resto yang kebetulan tak jauh dari gedung bioskop tempat Seruni dan sahabat-sahabat nya sedang nonton.
Seruni menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya dengan kasar, seakan ingin membuang semua beban yang saat ini tiba-tiba menghimpit dada nya. "Kenapa kamu harus berbohong pa? Kenapa papa bilang kalau papa sedang sibuk? Padahal aku sudah sangat senang tadi, ketika tiba-tiba papa berkirim pesan pada ku? Aku pikir, papa telah menyadari kesalahan papa?" Seruni mengelus perut nya, dimana di jabang bayi yang masih bersembunyi di dalam kandungan nya memberikan tendangan kecil.
Ya, bayi itu selalu begitu jika sang ibu sedang gelisah. Dia seakan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh mama nya, "maafkan mama ya nak, mama enggak akan sedih-sedih lagi." Bisik Seruni sambil mengelus perut nya, hingga berangsur-angsur tendangan si bayi melemah dan berhenti sama sekali.
"Huff,,," Seruni kembali mengesah kasar, "kamu yang senang-senang pa, tapi aku yang akan kena getah nya... aku pasti ikut menanggung malu, belum lagi cibiran dari orang-orang yang biasa nya akan menuduh ku sebagai istri yang tak becus ngurus suami, sehingga kamu sampai mencari kesenangan pada wanita lain?!" Seruni memejamkan mata nya, membayangkan jika anak-anak nya juga sampai mengetahui perbuatan sang papa.. pasti lah mereka juga akan sangat terluka.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Kalau aku tiba-tiba pamit pada sahabat-sahabat ku, apa mereka enggak akan curiga?" Seruni bimbang antara melanjutkan nonton bareng sahabat-sahabat nya atau langsung memergoki sang suami yang saat ini sedang kencan, Seruni menyandarkan tubuh nya di balik pintu toilet.
Cukup lama Seruni menimbang-nimbang, "hingga suara seseorang yang memanggil nama nya, membuyarkan angan Seruni.
"Un,,, apa kamu masih di dalam? Kamu baik-baik saja kan?" Suara Doni, yang terdengar sangat mengkhawatirkan diri nya.
"Iya Don, aku baik-baik saja," Seruni mengeraskan sedikit suara nya, agar Doni mendengar jawaban nya.
"Kenapa harus dia yang mencari ku dan terdengar sangat mencemaskan ku? Ya Allah, ujian apa lagi yang akan Engkau berikan? Kenapa Engkau hadirkan kembali sosok Doni yang penuh perhatian, di saat aku mulai meragukan suami ku karena perselingkuhan nya?" Seruni bermonolog dalam hati, sambil mencuci tangan nya.
__ADS_1
Seruni kemudian membuka handle pintu, dan mendapati Doni sudah berdiri di luar toilet khusus wanita itu.
"Un, beneran,, kamu enggak apa-apa? Wajah mu terlihat sedikit pucat Un?" Tanya Doni penuh selidik, dengan menatap dalam netra Seruni.
Seruni tersenyum dan menggeleng, "aku baik-baik saja Don, sedikit mules tadi tapi sekarang udah enggak," balas Seruni beralasan.
"Ah, sebaiknya aku lanjut nonton saja. Aku enggak mau mereka curiga, dan bisa jadi Doni atau yang lain malah akan mengikuti nanti," gumam Seruni dalam hati, yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan acara nonton nya bareng sahabat-sahabat nya yang rempong.
Doni tiba-tiba memegang kening Seruni, seperti yang biasa dia lakukan dulu jika Seruni sakit. "Apa kamu demam Un?" Lirih Doni bertanya, yang membuat Seruni sejenak terpaku.
"Please,, jangan seperti ini Don," Seruni melepaskan tangan Doni dari kening nya, "aku baik-baik aja, percayalah," lanjut nya, seraya menjauh dari Doni.
Seruni berjalan cepat meninggalkan toilet, untuk segera bergabung bersama sahabat-sahabat nya yang lain. Berduaan dengan Doni di saat hati nya sedang resah seperti ini, hanya akan menambah masalah nya menjadi semakin rumit. Dan Seruni, tak ingin memberi celah untuk siapapun masuk kedalam kehidupan rumah tangga nya.. termasuk Doni.
Seruni segera ikut masuk kedalam ruangan gedung bioskop yang remang-remang, menyusul sahabat-sahabat nya yang sudah masuk terlebih dahulu karena film yang akan mereka tonton akan segera di putar. Seruni bahkan tak menghiraukan lagi Doni, yang mengekor di belakang nya sejak dari toilet tadi.
Seruni langsung mendudukkan diri di bangku yang disediakan untuk nya, yang ternyata bersebelahan dengan bangku Doni.
"Un, nih minum," Doni menyodorkan jus kemasan untuk Seruni, "aku tahu Un, saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja," lanjut Doni, sambil menatap kearah Seruni.
Seruni menerima jus kemasan dari tangan Doni, dengan tanpa mengatakan apapun. Dan kemudian segera meminum nya hingga habis, padahal Seruni sedang tidak haus dan perut nya juga masih sangat kenyang karena baru saja di isi penuh.
"Don, aku ingin tidur. Bangunkan aku, jika film nya udah selesai," pinta Seruni seraya memejamkan mata nya, mencoba menetralisir debaran jantung nya yang tiba-tiba saja tak beraturan. Perasaan yang sudah lama di pendam nya itu tiba-tiba menyeruak kembali dan memaksa untuk hadir kedalam hati nya yang sedang resah dah gundah.
"Tidak, ini tidak benar." Lirih Seruni, yang bisa di dengar oleh Doni dan membuat Doni tersenyum simpul.
🙏🙏🙏🙏🙏 TBC 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Doni.... awas ya, jangan jadi pebinor kamu!