Bertahan Atau Lepaskan

Bertahan Atau Lepaskan
2. Pertemuan Setelah 2 Tahun


__ADS_3

Seorang gadis cantik tengah duduk di salah satu bangku taman. Memejamkan mata menikmati udara segar yang


menerpa, dan membiarkan angin bermain dengan rambut panjangnya. Tanpa diasadari ada sesorang yang memperhatikannya dari kejauhan.


“Cantik.” Gumam orang itu. Memandang wajah yang terlihat sangat menikmati udara pagi seolah tak ada siapapun di taman itu. Hingga tanpa sadar pemandangan didepannya itu membuatnya menyunggingkan senyum walau samar. Kemudian berlalu pergi meninggalkan gadis yang tak dikenalnya itu.


Beberapa menit berlalu, ketenangan gadis itupun terganggu saat sebuah benda asing terasa menyentuh bibirnya. Sontak saja hal itu membuatnya membuka mata, dan memandang kesal seorang pria yang sedang menyodorkan sebatang cokelat ke bibirnya.


Rega Arnata, seorang arsitek muda sekaligus teman pria satu-satunya yang Naira miliki. Naira pertama kali mengenal Rega saat ospek dikampusnya. Sosok senior yang ramah, dan sopan membuat Naira nyaman dekat dengan pria itu. Hingga waktu berlalu, setelah Rega lulus dia melanjutkan studi S2-nya di inggris selama 2 tahun. Jarak, dan waktu yang berlalu membuat Raina sadar bahwa rasa nyamannya telah berubah menjadi rasa suka. Ya, Naira mulai sadar bahwa dia menyukai pria itu.


“Harus ya bikin orang karatan ? gak liat nih pantat udah penuh lumut ?.” menyindir pria di hadapannya dengan bibir yang mengerucut.


“ Itu lumut ya Na? selama ini abang kira itu tumpukan lemak.” Tertawa lepas seolah tak sadar telah membuat gadis dihadapannya kesal.


“ Bang Gagaaaaaa !!.”


“ aww,. Berisik Nay. Telinga abang sakit belum adaptasi lagi sama teriakan maut kamu.”


“ Siapa suruh pergi lama gak pulang – pulang. Mau nyaingin bang toyyib hah ?.”


“ Nggak dong Nay. Kalo Bang Toyyib kan pergi lama nyari duit sama janda. Kalo abang kan pergi cari ilmu buat nusa dan bangsa.” Tersenyum bangga.

__ADS_1


“ Hiks hiks. Nay kirain gak bakal ketemu abang lagi. Nay takut, 2 tahun ini abang ngilang gitu aja.”


Senyum bangga Rega berubah menjadi senyum kelegaaan. Mendengar pengakuan gadis manis disampingnya itu


menimbulkan perasaan bahagia yang menggelitik hatinya. Membuatnya mampu bernafas lega setelah memendam ketakutan selama 2 tahun terakhir ini.


“ Abang seneng Nay liat kamu masih sama. Gak berubah sedikitpun, masih Naira nya abang yang polos.” Memandang jauh kedepan, mengingat rupa gadis manisnya dimasa lalu.


“ Naira masih manusia ya, belum jadi ulat yang bakal berubah jadi kupu-kupu.” Jawab raina dengan nada ketus karena masih kesal dengan pria disampingnya itu.


Obrolan dua anak manusia itu masih terus berlanjut. Mengenang masalalu, dan waktu yang mereka lalui 2 tahun


*****


Setelah selesai dengan lari paginya, Adnan kembali ke apartemen. Melanjutkan rutinitas paginya sebelum berangkat ke rumah sakit tempatnya bekerja. Saat ia tengah bersiap tiba – tiba terdengar suara bel berbunyi.


“ Tumben mama pagi – pagi kesini. “ membuka pintu, dan menyalami tangan sang ibu.


“ Iya. Soalnya kebetulan mama punya anak dokter spesialis tipu – tipu, bilangnya mau makan siang di rumah, tapi sampe makan malem juga gak muncul. Jadi kepaksa harus di datengin pagi – pagi.”


“ Kemaren Adnan ketiduran Ma, kan malemnya Adnan jadwal jaga malem. ”

__ADS_1


“ Kan kamu bisa telpon mama Nan.”


“ Iya deh, Adnan yang salah, lupa gak telpon mama. Jadi mama mau obrolin apa sama Adnan ?.” Mending gue yang ngalah deh biar cepet kelar.


“ To the point aja ya Nan, mama udah kehilangan harapan kalo kamu bakal kasih menantu buat mama. Jadi mama putusin buat siapin istri buat kamu.” Memperhatikan ekspresi wajah anaknya.


“ Gak perlu lah Ma. Nanti juga Adnan bawain menantu ko buat mama. Belum ada yang cocok aja.”


“ Nanti nya itu kapan ?. kalo nanti – nanti terus yang ada bukannya bawa menantu ke hadapan mama, tapi ke depan makam mama.” Terus mendesak anaknya untuk menuruti rencananya.


Ngapain sih bawa – bawa makam segala, serem amat fikirannya.batin Adnan


“ Ya gak gitu juga Ma.” Menghela nafas. “Iya deh, Adnan ikutin mama aja. Tapi dengan syarat kalo Adnan gak suka sama calonnya, mama gak boleh maksa Adnan buat terima dia.”


“ Oke, deal mama setuju.” Tersenyum menang.


“ Ya udah, Adnan berangkat dulu. Assalamu’alaikum.” Menyalami tangan sang ibu sebelum keluar dari apartemen.


“Wa’alaikumsalam.”


Tinggal gue tolakin aja cewek yang ditawarin mama, selesai deh masalah. Batin Adnan

__ADS_1


__ADS_2