BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bab 1


__ADS_3

Malam itu. Ayah Bunga yang pulang dalam keadaan mabuk. Karena kalah saat bermain judi. Langkanya tak seimbang. Masuk kedalam rumah dengan membawa sebotol minuman keras di tangan kanannya.


Kemudian duduk di kursi meja makan.


"Aku lapar.....! Sari cepat....!" Teriak Hendra Ayah Bunga. Sambil pandangannya yang tak stabil. Dan meletakkan kepalanya di atas meja. Dengan sebotol minuman keras yang masih dalam genggaman.


"Iya mas.... tunggu... Sari hampir selesai menghangatkan nya." Teriak Sari ibu Bunga.


Ia kemudian bergegas membawa semangkuk sup dengan lauk dan nasi. Yang baru saja selesai Sari hangatkan.


Dan meletakkan nya di atas meja.


"Mas.... ini makanannya. Cepatlah makan." Ucap Sari.


Hampir setiap hari Hendra bermain judi. Setiap ia kalah dalam bermain. Ia akan pulang dengan kondisi mabuk.


Jika sesekali dia untung atau menang dalam bermain judi. Uang itu akan ia gunakan untuk berjudi lagi. Dan terus berputar di meja judi.


Sari Ibunda Bunga. Setiap harinya bekerja memetik daun teh. Di kebun teh milik Pak Hermawan. Setelah lulus sekolah. Bunga ikut dengan ibunya bekerja memetik daun teh.


"Setiap hari makanannya ini saja... Aku ingin makan daging !" Teriak Hendra.


"Pyarrrrrrrr...."


Hendra menjatuhkan semua makanan di atas meja.


Bunga yang masih tertidur. Bangun dan menghampiri sumber suara.

__ADS_1


"Ayah......." Teriak Bunga. Dan menghampiri Sari yang ketakutan. Dan memeluknya.


"Apa yang ayah lakukan....?"


"Oh... Ibu dan anak sama-sama tidak berguna...." Teriak Hendra. Dengan jarinya menunjuk pada Sari dan Bunga.


"Kalian berdua bekerja. Tapi tidak pernah mendapatkan hasil. Makanan setiap hari hanya itu-itu saja. Sekarang mana...! Berikan aku uang. Aku butuh uang"


Ucap Hendra. Sembari menengadahkan tangan kanannya.


"Kami tidak punya uang... Bukankah ayah baru saja Bunga kasi uang. Bahkan gaji ibu dan Bunga. Hampir semua kami berikan untuk ayah. Ayah hanya bisa meminta saja..." Teriak Bunga kesal.


"Anak kurang ajar......!"


Hendra berteriak kesal.


"Plakkkk......"


"Bunga....." Teriak Sari ibunya.


"Mas.......jangan sakiti Bunga. Sakiti saja aku. Aku akan memberi uang untuk mas..."


Ucap Sari dan hendak berjalan pergi mengambil uang yang ia sembunyikan di bawah tempat tidur nya.


"Ibu..." Teriak Bunga menahan Sari.


"Ya... ya... cepatlah ambil semua uang simpanan mu. Aku membutuhkan nya sekarang." Ucap Hendra dengan kondisi masih dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Bunga menahan ibunya agar tak pergi.


Tapi Sari tetap pergi. Mengambil semua uang simpanan yang ia punya. Hingga habis tak bersisa.


Dan memberikan nya pada Hendra.


Hendra kemudian pergi dengan hati gembira.


"Ibu... kenapa ibu memberikan uang itu pada ayah. Uang itu ia gunakan untuk berjudi " Ucap Bunga sembari memegang tangan Sari ibunya.


"Sayang... ibu lebih baik kehilangan uang. Dari pada harus melihat mu di perlakuan kasar oleh ayahmu." Jawab Sari.


"Ibu... Dia mungkin bukan ayah Bunga..." Jawab Bunga kesal.


"Hustttt.... Dia itu ayah mu Bunga.. Ayah kandungmu. Kamu tidak boleh berkata seperti itu. " Ucap Sari menenangkan Bunga.


"Bu... Bunga lama-kelamaan bisa benci dengan ayah. Yang suka semena-mena. Bu... Ayah dulu tidak seperti ini. Kenapa dia seperti bukan ayah Bunga sekarang." Bunga semakin kesal dan tak percaya.


"Sudah.. sudah.. ini sudah malam. Besok kita harus bekerja. Sekarang kamu tidur. !" Ucap Sari sembari mendorong Bunga masuk kedalam kamarnya.


"Ibu... Bunga bantu ibu dulu membersihkan makanan yang berserakan. " Ucap Bunga.


"Tidak usah biar ibu saja." Ucap Sari.


Bunga kemudian masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat.


Sari membersihkan sisa makanan yang berserakan akibat ulah Hendra.

__ADS_1


Saat Hendra masih bekerja di peternakan. Ia tidak seperti demikian. Hingga suatu hari, Ia harus berhenti bekerja. Karena peternakan itu sudah bangkrut. Dan beberapa bulan ini. Ia mulai menjadi suka berjudi dan mabuk-mabukan.


TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE NOVEL INI YA.. MAKASIH


__ADS_2