BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bab 72


__ADS_3

"Kenapa sayang?bukan kah kalian saling mencintai? Apa lagi yang di tunggu? ujung -ujungnya akan menikah juga kan?"ucap Denada sambil mendekati vany dan memengang tangan Vany.


"Tapi...."ucap vany sambil melirik Kevin agar membujuk mamanya supaya menghentikan kegilaan ini.


"Ah...,mah..."ucap Kevin terhenti karena Denada langsung memotong perkataan Kevin.


"Kami tidak ingin ada penolakan dari kalian berdua,kami ini sudah tua sayang,kami ingin mengendong cucu"ucap Denada sambil berakting agar vany luluh.


"Iya kami sudah tua sayang, kami ingin melihat kalian berdua itu menikah"ucap Siska dengan wajah sedih dan ikut berakting karena sebelum vany dan Kevin datang mereka sudah bekerja sama untuk merencanakan ini semua agar vany mau menikah dengan Kevin.


Melihat semua yang ada di situ vany menghelai nafas, memijat pelipisnya dan berkata "aku ingin ngobrol berdua dengan Kevin boleh?"ucap vany.


"Boleh,tapi jangan lama-lama yah sayang "ucap Denada sambil melihat vany dan Kevin pergi keluar.


"Yes..., Berhasil kita sis"ucap Denada senang.


"Iya, akhirnya anak kita menikah juga "ucap Siska tak kalah bahagia.


"Iya.... Akhirnya kita besanan "ucap Denada sambil memeluk Siska.

__ADS_1


Denis pun ikut senang, akhirnya anak satu-satunya menikah juga.


"Kok bisa sih tiba-tiba orang tua kita ingin menikah kan kita"ucap vany serius.


"Aku pun gak tau sayang"ucap Kevin santai padahal dia juga ambil bagian di dalamnya.


"Atau jangan-jangan...."ucap vany sambil melirik ke arah Kevin.


"Mungkin karena kita di lihat mereka sudah berbaikan makanya mereka menjodohkan kita"ucap Kevin.


"Ahh....kok bisa jadi begini sih pokoknya kamu batalin pernikahan ini "ucap vany kesal belum lagi masalah yang satu selesai udah muncul lagi masalah yang lain.


"Aku udah bilang berkali-kali sama kamu kita gak akan bisa bersama"ucap vany.


"Tapi Tuhan berkehendak lain sayang, buktinya Tuhan mau kita bersatu"ucap Kevin sambil berbisik di telinga vany dan masuk kembali ke dalam rumah.


"Akh... Aku harus bagaimana sekarang Tuhan, apakah ini yang terbaik untuk ku?"ucap vany sambil meneteskan air mata karena dia tidak pernah berfikir akan menikah dengan Kevin.


"Besok nak stevany dan Kevin akan melakukan fitting baju pernikahan jadi kalian berdua jangan sampai lupa"ucap Denada.

__ADS_1


"Tapi tan.... bukan kah ini terlalu terburu - buru"ucap vany.


"No...no...no... sayang jangan panggil tante dong kamu akan menjadi menantu kami jadi kamu manggil mama, sama seperti Kevin dan satu lagi itu semua tidak buru-buru kok sayang. Bukan kah semakin cepat semakin bagus,iya kan sis..."ucap Denada.


"Benar nad...."ucap Siska sambil tersenyum.


"Aku setuju dengan semua ini asalkan..."ucap vany.


"Asalkan apa sayang "ucap Denada.


"Asalkan pernikahannya sederhana "ucap vany.


"Apa...?"ucap ketiganya bersamaan.


"Kenapa harus sederhana sayang? Bukan kah kamu dulu pernah bilang ingin pernikahan yang megah karena pernikahan itu sakral dan sekali seumur hidup"ucap Kevin.


"Benar nak, kita ingin yang terbaik untuk kalian berdua "ucap Denada.


"Iya sayang,kami ingin yang terbaik untuk kalian berdua "ucap Siska.

__ADS_1


"Aku hanya ingin itu saja, tapi jika kalian tidak mau yah sudah aku tidak mau menikah "ucap vany sambil berkata dalam hati"lebih baik seperti ini saja, jika aku nanti sudah tiada Kevin bisa dengan mudah mencari pasangan hidupnya kelak.


__ADS_2