
Ada seorang pemuda sedang bermain gitarnya dengan sangat serius dengan bernyanyi meski pun itu hanya bergumam saja
Tak disangka namanya terpanggil oleh MC, ya sekarang di kampus itu sedang diadakan acara pentas seni. Yang memang suka dilakasanakan 2 minggu sekali setiap hari Sabtu
"Kita sambut oleh penampilan dari Fery mahasiswa semester 1 prodi Manejemen berbasis komputer dari jurusan Tenik Informatika waktu dan depan kami bersilahkan". Ucap Mc tersebut
Tak lama datanglah seorang pemuda yang benama Fery tersebut ke atas panggung. Ternyata dia adalah kakak kandung Bella dan Benny
Ya Fery memang suka menyanyi begitu juga Bella yang memiliki suara indah. Dan memang benar jika keluarga mereka memiliki suara yang bagus.
Namun mereka tak pernah bernyanyi di depan siapa pun. Hanya di rumah saja, beda halnya dengan fery yang saat ini memang dia butuh pekerjaan terlebih sebagai penyumbang suara dan ini sangat membantu perekonomiannya
"Hay semuanya". Sapa Fery sambil tersenyum lembut
"Hay".serentak semua termasuk para perempuan yang sangat heboh melihat kegantengan Fery yang sangat sangat mencuci mata para kaum hawa
"Nama gua Fery ,gua berasal dari bandung dan gua seorang maba dari IT, dan hobi ya seperti kalian sendiri lihat kalau gua akan siap bernyanyi nah itulah hobi gua".suara bass milik Fery membuat jantung para perempuan meleleh seketika
"Dan disini gua mau membawakan lagu, lagunya ini terkesan banget ya karena bercerita tentang seseorang yang menjadi tempat perlarian dari orang yang kita sayang ketika dia patah hati ". Fery
"Menceritakan tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau jatuh cinta sendirian. dia selalu merasa bahwa dirinya hanyalah “badut penghibur” yang dibutuhkan saat seseorang itu sedang sedih saja dan dilupakan dikala sedang senang. dan dia merasa perjuangan naya sia-sia. apapun yang dilakukan nya tidak dia anggap, ibarat nya hanya dijadikan rumah berteduh saat hujan dan ditinggalkan begitu saja saat hujan reda. Dia menjadi seseorang yang ada selalu buat sosok yang dicintai, namun dia tidak mendapatkan hal sebaliknya". Ferry
"Sedih gak sih lo, punya seseorang yang lu kagumi dan disaat orang itu terburuk, lo sendiri yang bela belain candain dia dan kalau dia udah baikan terus lu ditinggalin gitu aja tanpa membalas apa pun, wow sakit men wih yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan itu gak enak tau gak benar kan?". fery
"Bener banget".Ucap para penonton apalagi cowok yang lebih histeris, Fery cengengesan
"Waduh kayanya yang cowok banyak jadi korban nih, soalnya paling kenceng teriaknya itu cowok". Ucap Fery, hingga semua penjuru bersorak
"Oke cukup dalam ya cerita lagu ini, dan gua yakin kalian semua tau lagu ini".lanjut Fery
"Rumah singgah".teriak Para penonton
"Yeaah betul sekali, lagunya dari siapa".tanya Fery
"Fabio asher". Teriak para penonton
" Asyik, ok gua sekarang menyanyikan lagu ini dan yang tau lagu ini boleh banget ikut nyanyi bareng ya". Ucap Fery
Ferry pun mulai memainkan gitarnya lalu setelah ia pun bernyanyi dan diikuti oleh seluruh mahasiswa yang sebagai penonton
Saat hatimu terluka
Akulah yang menemanimu
Membasuh air matamu
Namun, mengapa ketika
Hatimu t'lah tersenyum lagi
Aku yang kaulupa?
Tak sadarkah selama ini
Ku juga s'lalu menginginkanmu?
Mengapa sulit
Untuk ku bisa miliki hatimu?
Bahkan s'lama ini
Hadirku tak berharga untukmu
Yang terjadi kini
Ku hanya rumah persinggahanmu di saat kau terluka
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Jika memang ini tak ada harapan
Mengapa aku yang harus jadi tujuan?
Saat hatimu terluka, aku yang jadi obatnya
Tanpa pernah kauhargai cinta dan kasih yang setulus ini
Mengapa sulit
Mengapa sulit
Untuk ku bisa miliki hatimu?
Bahkan s'lama ini
Hadirku tak berharga untukmu, ho-ho-ho
Yang terjadi kini
Ku hanya rumah persinggahanmu di saat kau terluka
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Lagu pun terselesaikan.
Semua yang berada di aulia ikut merasakan seperti kesedihan. Cinta bertepuk sebelah tangan memang sangat sakit sekali berbeda jika mereka saling mencintai pasti dunia serasa milik berdua.
Semua orang menikmati lagu tersebut, penampilan dari Ferry nyaris membuat semua penjuru aula ikut terhanyut dalam lagunya yang memang tersimpan makna
Ferry pun akhirnya turun dari panggung setelah mengucapkan terimakasih
"Wih keren lu Fer". puji Bagas sahabat Ferry
"Biasa aja lu". Ucap Ferry
"Eh lu besok mau pulang kampung". Tanya Bagas
"Ya, tapi kayanya pas hari selasa deh soalnya gua pengen nyari duit dulu disini sebelum pulang". Ucap Ferry
"Oh gitu gua besok pulang duluan ya ke tangerang". Balas Bagas
"Ya udah kalau gitu, yok ke kosan". Ajak Ferry
"Yoi". Jawab Bagas
Sementara di tempat lain
__ADS_1
Dimana berada di ruang gelap dan pengab ada seorang gadis yang sangat prihatin sekaligus wajahnya yang penuh dengan darah
Bahkan nyaris tak berbentuk, tak hanya seorang gadis saja disana pun terlihat ada seorang Wanita paruh bayah dan juga seorang Pria paruh bayah sedang menatap tajam pada gadis itu
"Ny yo nya Da davis sa saya mo m..".terbata bata Citra menjawab dengan sekujur tubuhnya merasa remuk, Ya benar dia adalah Citra
Pelayan atau pembantu yang di hukum karena ulahnya mengakibatkan Silivia atau momy dari Steven mandul.
Pelayan itu sengaja memberi obat serbuk penghancur rahim ke minuman Silivia
Disinilah tempatnya untuk siap siap menjalani kehidupannya dengan penuh siksaan yang di berikan oleh keluarga Davis atau pun keluarga dari William yaitu keluarga dari Silivia
"Siram air panas". Ucap dingin Laurenza atau mamahnya silivia
"T ti d akhhhhhhhhhh pa pa na na s".teriak Citra
"Kalau kamu tidak melakukan ramuan itu pada anakku maka kita disini tidak akan menyiksa mu".ucap dingin Kris yaitu Ayahnya Silivia
"Ya dan gara gara kamu cucu ku lagi lagi kesepian, putraku anak tunggal karena aku tidak bisa hamil lagi, sementara menantuku juga putri tunggal, namun besan ku sama sepertiku tidak bisa hamil lagi". Ucap Sivani dengan hatinya menahan sakit dan juga ia menahan ke luar air mata karena dirinya tak bisa hamil lagi
"Aku memiliki putri yang bisa melahirkan anak lebih dari 1, dan disitu kami berharap memiliki cucu yang banyak tapi".ucap datar Laurenza meski hatinya teriris juga
"Dasaerr wanita ular bajingan, aku ingin melenyapkanmu". Teriak Laurenza dengan mata memerah sangat jelas jika ia sangat marah dengan Citra
"Udah mom, kita kasih di makan kot orannya sendiri bagaimana".ujar Kris pada istrinya lalu ia mencoba memberitahukan solusi untuk hukumannya, hal ini membuat sudut bibir Laurenza melengkung di wajah cantiknya meski sudah usia 50 tahun namun kecantikannya tidak memudar
"Wah itu menarik, hahaha ".ucap Laurenza dengan senyum simrknya
Citra mendengar itu langsung mengatakan
"T idak ".teriak Citra
Laurenza hanya tersenyum sambil kepalanya dimiringkan lalu berkata
"Pengawal buka celananya".titah Laurenza
"Dan kamu segera makan kot orannya". titah kris pada Citra dengan sorot mata yang tajam
"Cepat lakukan".bentak Sean
Citra melakukan itu dengan keterpakasaan, hatinya merutuki kebodohan. Kenapa coba ia melakukan hal itu karena iri pada Silivia.
Yang sebagai istrinya dicintai dan dihormati sementara dirinya harus dibentak dimarahi. Ia juga ingin seperti Silivia, ya Citra mencintai Sion namun karena Sion tak pernah meliriknya ia pun kesal
Citra yang terlalu obsesi dengan Sion membuat dirinya menggelap kan matanya
Tak menyangka jika dirinya Seolah bisa merebut Sion dari Silivia. Dan dia akan menghalalkan segala cara agar dia bisa mendapatkan Sion walaupun nyawa taruhannya
Setelah melihat Citra mengeluarkan kotoran, Sean langsung memberi perintahan lagi
"Makan". titah Sean dengan menatap dingin pada Citra
Citra mendengar itu bergetar hebat ia sungguh jijik jika memakan kotorannya sendiri
Melihat Citra tak bergerak hanya tubuhnya bergetar saja, ia pun langsung memerintahkan para bawahannya membawa kotoran hewan dan juga bangkai kecoa
"Bawakan bangkai kecoa dan kotoran hewan dan kasih dia paksakan makan". titah sean dengan tegas kepada para pengawal
"Baik tuan".serentak Mereka berempat
Setelah melihat asistennya pergi ,Sean kembali menatap Citra dengan tatapan membunuhnya
"Kau jangan bermimpi ketinggian jika ingin mendapatkan anakku".sarkas Sean
"Hmm dasar wanita tak tau malu".Teriak Sivani
Tak berapa lama pengawal yang di perintahkan pun sudah datang. Tanpa basa basi Mereka langsung memberikan kepada Citra dengan paksa
Semua yang disana cukup puas melihat Citra di siksa kini mereka pun keluar dari ruang bawah tanah dan ternyata mereka berada si Mansion milik Sion.
Sekarang malam mereka akan merencanakan pergi ke bandung untuk menemui anak menantu dan cucu mereka yang satu satunya
Sementara di tempat Steven
Bella masih bermain ps dengan Steven , mereka berdua tampak serius. Saat mereka berdua sedang serius tiba tiba saja ada yang membuka pintu dan teriak
"Steven sayang momy pulang". Teriak Silivia
Ketiga anak itu langsung menengok ke arah pintu, setelah itu melanjutkan aktivitasnya kembali
Silivia melihat itu langsung menghampiri, dia menyadari ada dua asing di kamar milik anaknya
Namun ia biarkan karena ia sudah tau jika kedua anak tersebut adalah anak tetangganya
Lalu Silivia langsung menghampiri Benny yang kebetulan sedang bermain robot robot milik Steven
"Hay nak, siapa namamu". Tanya lembut Silivia sembari tersenyum
Benny pun langsung mendongak melihat bidadari yang begitu cantik dimatanya langsung tersenyum imut
"Ade ama nya enny". Jawab Benny dengan cadel
Silivia mendengar itu langsung menciumi pipi gembul Benny dengan gemas
"Iih kamu gemes banget sih sayang ngomongnya, mau ya jadi anak momy?". Tanya Silivia yang kini menatap Benny dengan tatapan yang sangat lembut
Benny mendengar itu bingung lalu ia menanyakan ke Bella
"Teteh dedek oyeh jadi nak ate ini". Tanya Bennya ke Bella
Bella yang serius bermain langsung terhenti saat mendengar Benny ngomong begitu
"Eh maksud kamu apa dek, teteh gak ngerti, omy? momy siapa?". Tanya Bella dengan wajah bingungnya
Silivia tersenyum lalu menghampiri Bella langsung memeluk tubuh Bella
Bella langsung menegang karena ia merasa tidak enak jika dipeluk oleh orang kaya
"Ta tante ja jangan me me meluk". Jawab terbata bata Bella, bella pun memberikan pertolongan pada Steven lewat ekspresinya
Sementara Steven hanya cuek aja melanjutkan permainannya
"Kenapa sayang hmm, kenapa kamu bicara begitu apa kamu tidak mau memeluk momy". Ucap sedih Silivia yang kini sudah melepas pelukannya namun tangannya masih ada di belakang Bella
"Momy? Eh ee bukan gitu tante a aku kan kotor be belum mandi, sementara tante masih wangi jadi takut baunya nempel di baju Tante". Ucap polos Bella, Silivia hanya tersenyum lembut pada Bella
Ia merasa jika dia memiliki anak perempuan, mereka tak menyadari jika ada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu kamar Steven
Yang memang sudah melihat mereka yang di lakukan, lalu dia pun berjalan menuju ke arah Benny yang masih dengan mainannya
"Hai boy". Suara bass dari seorang
"Dady". Bukan Benny yang menjawab melainkan Steven memanggil dady, ternyata dia itu Sion suaminya Silivia.
Benny menatap Sion dengan wajah berseri seri
__ADS_1
"Om koq danteng anget kaya ayah". seru Benny menatap wajah Sion, dan dia mengira wajahnya seperti Cheky. Sion tersenyum lembut, dan dia tau ayah dari Benny dan Bella itu siapa.
"Mana ayah kamu nak". Tanya Sion pada Benny
"Yah agi ke yumah ace di desa". Jawab Benny dengan bahasa cadelnya namun Sion sangat paham
Lalu ia beralih menatap Bella yang saat ini sedang bermain ps sementara istrinya duduk di kasur Steven menatap Bella dengan tatapan seperti kegaguman
Sion pun menghampiri Bella
"Hay sayang". Sapa Sion pada Bella
"Honey liat gadis kecil itu dia sangat lembut aku suka". Ucap Bella yang masih menatap Bella
"Ya sayang, oh ya malam kan orang tua kita kesini". ujar Sion
Mendengar itu Silivia membelalakan matanya lalu ia pun menatap Sion
"Ya bang, bagaimana kita juga ngundang bunda ayahnya Bella". Tawa Silivia pada Sion
Sion pun sangat setuju permintaan Silivia, dan sekaligus ingin meminta maaf pada Cheky atau menebus kesalahannya
"Ya Mom, aku juga menginginkan hal itu karena Dady juga ingin menebus kesalahan pada ayahnya Bella". Ucap Sion yang sekarang menatap Bella dan Benny
Mendengar itu ,Silivia langsung menyeringitkan dahinya
"Ada apa yang terjadi". Tanya penasaran Silivia
Dengan tarik nafas, Akhirnya Sion pun langsung menceritakan dimana saat itu mengira gubug miliki Cheky itu kosong karena hasutan oleh masyarakat itu sendiri
Silivia mendengar itu langsung naik pitam, ia sangat marah sekaligus merasa terharu pada kebaikan keluarga tetangganya yang hanya bisa menerima maaf tanpa memberikan hukuman
Jika itu tertimpa di keluarganya maka nyawa yang menjadi balasannya
Malam hari pun tiba
Sebuah rombongan mobil mewah pun telah tiba di halaman rumah Sion
Ya memang sangat luas sekali halamannya yang di pinggir sebelah kanan, karena Rumahnya Sion itu berlantai satu namun sangat luas sekali, bahkan Bella aja bermain disana mengelilingi rumah Steven sangat kelelahan
Ternyata rombongan itu berasal dari keluarga besar Davis dan Williams, 2 keluarga terkaya namun lagi lagi kampung tersebut tidak mengenali mereka
Mereka hanya tau jika mereka itu seorang abri atau polisi dan mereka tidak mengenal seorang perusahaan
Sivani dan Sean pun turun diikuti dengan pasangan Kris dan Laurenza.
Melihat rumah baru milik anak dan menantunya itu, tampak sekali asrinya dan sejuk mereka akan betah jika tinggal disini
Sementara Cheky yang baru saja tiba di rumah terkejut melihat banyak sekali mobil mobil yang terpakir di rumah sampingnya alias tetangga
"Ya ampun banyak sekali mobilnya, kebanyakannya dari jakarta ya, ah sudahlah aku ke rumah saja". Gumam cheky
Saat Cheky membuka pintu
"Ayah". Teriak kedua anaknya siapa lagi kalau bukan Bella dan Beny
"Astagfirullah nak, jangan bikin ayah kaget atuh". Tegur Cheky
"Ya maaf ayah, itu ayah bawa apa". Ucap bersalah Bella kemudian ia menunjuk ke kantong kresek yang dibawa oleh Cheky!
"Ini ayah bawa ayam goreng". Jawab Cheky
"Yeahhh ayam goreng/goyeng". Sorak Beny dan Bella dengan senang
Cheky pun tak kalah senang melihat anak anaknya bergembira
Tak lama munculah Mia dari arah dapur
"Ayah udah pulang, ini ayah bawa apa". Tanya Bunda Mia
"Ini ayah bawa kan ayam goreng ayo kita makan". Ajak Cheky pada istrinya
Mia pun mengambil kantong kresek dari Cheky lalu ia berjalan menuju ke dapur, sementara anak anak dan suaminya berada di meja makan. Sebelum itu Cheky sudah selesai mandi di rumah ayahnya, karena memang dirinya ini sebenarnya juragan ayam namun ia tak ingin terlihat seperti orang kaya ia ingin sederhana saja.
Mereka pun makan dengan nikmat serta dibarengi oleh canda dan tawa oleh anak anaknya, kemudian mereka pun bubar.
Saat Bella sedang berada di kamarnya, niat ingin rebahan terdengar jelas jika di rumah Steven itu sangat berisik
"Ishh berisik banget di rumah Steven itu". gerutu Bella
Lalu ia pun membuka jendelanya, dan sangat jelas di rumah itu sangat berbisik
"Pengen ke rumah Steven tapi lewat jendelanya". Gumam bella
Karena Bella sudah mulai mengantuk ia pun akhirnya tidur di lantai dengan jendela masih terbuka
Sementara di rumah Steven
Memang terlihat sekali rumah Steven sangat berisik karena kedatangan 2 keluarga yaitu orang tua mereka sendiri
"Oh ya sayang bukannya kamu ngundang mereka". Ucap Sion pada Silivia
"Ngundang siapa nak". Tanya Sivani pada Sean
"Itu mom ngundang tetangga ke sini". Jawab Sion
"Hah ngapain di undang?". Tanya Sivani
"Udah udah kita lanjut makanannya". Tegas Sean
"Kayanya besok aja honey". Jawab Silivia
Sion pun mengangguk, mereka pun makan dengan nikmat tidak ada canda tawa di sana hanya berbicara tentang bisnis
Hal ini membuat Steven merasa kesepian beda hal nya dengan Bella dan Beny pasti akan ramai dengan mereka ada canda tawa dari mereka
Sementara keluarganya selalu nampak serius dan terus saja berbicara soal bisnis
Steven pun pamit untuk pergi ke kamarnya, mereka pun mengiyakan dan kemudian mereka melanjutkan pembicaraan mereka
Steven pun telah di kamar
"Ck. Kenapa sih mereka selalu saja berbicara bisnis lagi, ck kalau aja Bella ada pasti dia akan menghibur ku". Gumam kesal Steven dan sedetik kemudian wajahnya menjadi sendu
Ia pun berjalan ke arah jendela, melihat jendela kamar Bella terbuka terkejut lalu ia pun mengambil sendal dan meloncat ke luar kamar
Saat ia tetiba di kamar Bella. Ia melihat di sekelilingnya untuk mencari Bella tapi tidak ada namun alangkah terkejutnya Bella tidur di lantai ia pun masuk lewat jendela
"Ishh kenapa malah tidur disini sih gak tutup lagi jendelanya bisa bisa dia kena flu". omel Steven lalu ia pun membangunkan Bella
"Bel bangun ih". Ucap Steven sambil menggoyangkan tubuh Bella
Karena Bella susah di bangun ia pun mengambil selimbut bella ia berwarna pink itu. Ternyata meski luarnya gubug tapi dalamnya terlihat mewah namun hanya kasur yang tipis yang di gunakan oleh Bella
Steven langsung menyilimuti tubuh Bella kemudian ia pun kembali ke kamarnya dan tidur
__ADS_1