
"Aku sebenarnya gak ada maksud untuk tutupin hal ini dari kamu. Hanya saja aku merasa akan menjadi beban buat kamu jika aku ceritakan hal ini kepada mu"ucap vany sedih.
Tiba-tiba Gita memeluk vany dan berkata"baiklah.....aku maafin kamu tapi lain kali gak ada rahasia-rahasiaan"
"Makasih sudah jadi sahabat terbaik ku"ucap vany tersenyum sambil membalas pelukan gita.
"Sama-sama Beby"ucap Gita sambil tersenyum.
"Jadi tante tau tentang sakit jantung mu Van?"tanya Gita serius.
"Belum git, mungkin besok akan aku ceritakan?"jawab vany sambil gelisah.
"Itu lebih baik van karena tante Siska harus tau tentang masalah ini. Kalo beliau tau hal ini dari orang lain maka beliau akan sangat kecewa"ucap Gita.
"Iya git,dan itu sudah aku perhitungan kan apa pun yang akan terjadi aku sudah siap dengan segala resiko nya"ucap vany.
"Jadi siapa saja yang tau tentang masalah ini?"tanya Gita.
"Tante Denada,om Denis,Kevin ,sahabat ku Leo dan teman-teman geng motor ku"ucap vany.
__ADS_1
"Tante Denada?kok beliau tau tentang hal itu"ucap Gita heran.
"Iya, Waktu itu aku gak sengaja ketemu tante Denada dirumah sakit tempat aku sering dirawat. Karena beliau suka dengan ku,terus aku ceritakan saja apa yang terjadi kepada ku tong juga aku gak bisa mengelak lagi hitung-hitung buat beliau gak suka sama ku supaya aku gak dijodohkan dengan anaknya. Ehe... Gak taunya dia makin sayang sama aku"ucap vany sambil menghela nafas.
"Hahaha makanya Van, gak semua orang itu seperti yang kamu pikir kan. Dan satu lagi dari dulu tante Denada itu memang penyayang dan baik sama orang yang tulus kepada nya"ucap Gita sambil tersenyum.
"Dan tau gak git....."ucap vany terpotong.
"Enggak tau lah vany ku sayang...."ucap Gita sambil tertawa.
"Yah udah aku gak mau cerita lagi ah"ucap vany gambek.
"Hahahaha.... Baiklah, aku serius"ucap Gita sambil menahan tawa.
"Udah dong cinta... jangan gambek lagi"ucap Gita sambil membujuk vany.
"Ehm.... Sepertinya aku mencium aroma-aroma ada yang CLBK ni sama kevin"ucap Gita sambil menatap ke vany dengan tersenyum penuh selidik.
"Apaan sih git.....? Gak usah sok tau kamu"ucap vany cemberut .
__ADS_1
"Udah lah Van..... Lagian aku lihat Kevin cinta banget deh sama kamu"ucap Gita penuh keyakinan.
"Kan....kan.... Ini lah orang yang sok tau"ucap vany .
"Buka sok tau Van, tapi memang seperti itu kenyataannya dan bahkan tante Denada tidak masalah jika kamu sakit sekali pun mereka masih sayang sama mu seperti yang kamu ceritakan ke aku"ucap Gita.
"Emang iya sih....tapi aku tidak ingin mereka memikirkan diriku dan menjadi beban buat mereka karena mereka terlalu baik untuk ku"ucap vany dalam hati.
"Van.... Kok bengong sih?dari tadi aku cerita bukan nya didengerin?"ucap Gita sambil menepuk pundak vany.
"Ehe aku dengar kok git.... serius"ucap vany sambil tersenyum.
"Apa sih yang kamu pikirkan? jangan bilang kamu berfikir bahwa kamu akan merepotkan mereka?"ucap Gita penuh selidik.
Sementara vany hanya diam saja.
"Tuh... Kan benar tebakan ku. Sudah lah vany yang pasti Tante Denada, om Denis dan Kevin tidak pernah berfikir seperti itu. Jadi mulai sekarang kau harus berfikir positif dan fokus pada kesembuhan mu"ucap Gita .
"Tapi sepertinya untuk peluang aku sembuh itu sangat minim git?"ucap vany sambil meneteskan air mata.
__ADS_1
"Jangan nangis dong Van.... Kamu kan hebat pasti bisa melewati ini semua ok, harus semangat. Jangan berhenti berdoa dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, kalau kita berdoa memohon kepada Nya pasti akan diberikan jalan yang Terbaik. Harus semangat kami selalu mendukung mu"ucap Gita tersenyum sambil memeluk erat vany.
"Kamu memang sahabat terbaik ku.... Miss you"ucap vany sambil membalas pelukan gita.