BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Penyerangan


__ADS_3

TERIMAKASIH TELAH SETIA MEMBACA NOVELKU YANG KURANG MENARIK INI


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Iiih apaan sih a ,siapa juga yang pacaran". teriak Bella pada ferry


"Kmu sama Steven siapa lagi dong yang disini masa setan". ucap asal Ferry pada Bella


Sementara Bella mendengadar itu ia langsung saja menunjuk ke arah Steven niat ingin meledek Fery namun tak di duga malah ia yang menjadi kena imbasny oleh Fery


"Berarti Setannya itu aa atuh si pengganggu". ucap Bela sambil menunjuk ke arah Fery


Fery yang mendengar itu langsung tersenyum simrk, hal ini membuat Bela terheran heran kenapa bisa aa nya alias bang Fery ini tersenyum


"Oh ya maaf kamu merasa terganggu ya, terganggu berduaan sama si Steven". ucap Fery dengan jailnya pada sang adik lalu melirik ke arah Steven yang nampak terlihat biasa namun dalam hatinya ia bersorak gembira mungkin Steven sudah memiliki rasa pada Bela aduh aduh anak kecil tau apa tentang cinta ya


"Iiih aa.......".teriak Bela yang langsung mengejar Fery karena Fery kabur dan berlari lari di halaman rumah milik kelurga Davis


"Aaa mah gitu sama Bela, dasar bilangin ke Bunda ah nanti loh".teriak Bela dan masih dengan lari larian


"Hahahaha hayo ikutin abang wlekkk hahaha".ledek Fery sambil menjulurkan lidah , Bela melihat itu semakin ingin menangis sementara Steven ia sudah tertawa dari tadi melihat kedua orang ini


...****************...


Dibelahan negara lain yaitu Amerika


Sedang terjadinya serangan dari dua kubu Mafia yang terkuat. Yaitu Dark Devil dan juga One puch. Saat ini jam di Amerika sedang malam hari berbeda waktu di Indonesia yang masih siang


Ketua Mafia yaitu Julio sedang berada di semak semak dimana ia sedang bersiap siap berperangan dan tak hanya Julio saja yang berada disana , ada beberapa kelompok yang terbentuk dan sudah terpecah kemana mana untuk mempersiapkan petarungan terhadap musuh musuh


"Kalian semua tetap waspada dan jangan ada satu pun yang lengah tetap fokus".tegas Julio


"Baik tuan".serentak mereka semua


Lalu mereka segera melancarkan aksinya dengan cara mengaktifkan bom kecil agar semua orang yang didalam terpancing ke luar. Disana memang ada penjagaan yang sangat ketat namun mereka tidak akan menyadari ada musuh di depannya karena saat ini mereka sudah menyamar ada yang menjadi dadaunan atau juga pohon


Dengan hitungan mundur 3 detik bom pun meledak


tiga


dua


satu


BOMMMMMM


BOMMMM


BOMMMMM


Ternyata bukan hanya 1 bom tetapi ada tiga, dan di saat bom sudah diledakan mereka yang ada di dalam maupun penjaga diluar pun bergegas menuju lokasi yang mereka menduga di belakang Markas mereka


"Siapa yang berani melakukan ini pada markasku? haaa!!!! lihat CCTV dan jika ada kecurigaan lapor padaku". teriak Lelaki yang usianya setara dengan Sion memiliki badan yang besar dan kekar dan juga wajah yang sangat namun tampan.


Meski dia tampan dia tak mempunyai pendamping, dia hanya seorang Cassanova. Pria itu bernama Bahrain Van Xavier yaitu seorang ketua Mafia dari Dark Devil dan sekaligus Mafia yang terkuat kedudukan ke 2 setelah One puch yang diketuai oleh Sion


Bahrain memang sangat membenci Sion, karena itulah ia terus saja membuat ulah dengan Sion. Karena ingin merebut kekuasaannya, dan dia hanya ingin merebut peringkat pertama sebagai Mafia yang terkuat


Namun Sion yang memang orang sangat cerdas memiliki kecerdikan dan juga kelicikan mampu membuat semua musuh tak bisa berkutik lagi dengannya. Bahkan mereka yang ingin berniat membawa Steven malah merekalah yang diserang duluan oleh anak buah Sion


Balik ke perang tadi


Bahrain begitu sangat marah kepada sia pun yang berada didekatnya. Namun ia telah menyadari dan mengetahui siapa di balik penyerangan jni


"Breng sek ini pasti kerjaannya si Sion itu, bed ebah kau sia lan, kau akan harus ku lenyapkannn dimanaa baj ingan keluar kamu sekarang?". Teriak Bahrian sambil menyebut nama Sion dengan melihat keseluruh halaman belakang


Sementara Julio


"Hmmm Bahrian kau jangan macam macam dengan tuanku ". batin Julio sambil menatap tajam pada Bahrian yang saat ini sedang melihat ke arah halaman belakang tersebut


Lalu secara tiba tiba anggota nya langsung mengepung mereka. Hal itu membuat mereka para anggota Dark Devil tak bisa berkutik


"Bahrian". dingin Julio yang baru saja muncul dari kerumunan para anggota Mafianya


"Ck Jadi benar dugaanku ini ulah kalian". bentak bahrian dengan mata yang memerah ia sangat marah pada julio


Namun Julio hanya memasang wajah datarnya saja tanpa ekspresi apa pun dengan mata tajam menatap pada Bahrian


"Hmmm".senyum simrk Julio namun bukan pada Bahrian melainkan ia melihat jika anggota lainnya yang sedang bertugas masuk ke markas milik Dark Devil.


Yang kini mereka sudah keluar dan ternyata mereka membawa barang barang tersebut


"Apa kalian sudah membawa senjata senjatanya". Tanya Julio pada anggotanya


Mendengar itu Bahrian langsung membalikan badannya dan betapa terkejut ia melihat hasil curiannya yang kini di tangan musuh nya


"Bre ngsek". umpat bahrian


"Jangan macam macam dengan bosku jika tidak ingin bernasib seperti ini". Ucap dingin Julio


Setelah itu anggota One puch pun meninggalkan dan


bom


bom


Ya markas milik Bahrian diledakan ternyata mereka termasuk si ketua itu sendiri sudah terhangus oleh kobaran api


Julio tersenyum senang kini satu persatu orang sampah sudah disingkirkan


"Akhirnya sampah yang satu sudah dibereskan". Ucap sinis sambil menatap kobaran api yang begitu besar


"Kalau begitu ayo kita pulang dan nanti besok saja bereskan mayatnya". tegas Julio


"Baik tuan". serentak anggota One puch

__ADS_1


Mereka pun segera meninggalkan markas tersebut


...****************...


Indonesia


Sementara di dalam kamar Steven


"Gua harus gimana ya pas aku pindah lagi, dan menetap di Amerika". gumam Steven sambil melihat langit langit


Terbayanglah kenangan kenangan manis bersama keluarga Bella


Sepertinya Steven tidak ingin semuanya berakhir.Karena dia sudah mulai nyaman berada di sini apalagi bersama Bella dan keluarganya


"Apa aku bisa meninggakkan mereka dengan perasaan kosong ini". lirih Steven dengan tatapan kosongnya


"Gua udah nyaman ama mereka, mereka seperti keluarga baru gua". Ucap diri sendiri sambil memenjamkan matanya


"Kenapa gua merasa berat gini ya, gua ingin selamanya disini" decak lemah Steven, ia sangat menginginkan berada di kampung yang baru 3 hari ia tempati namun sukses membuat dirinya nyaman berada disini


Karena ia ngantuk akhirnya ia pun memutuskan untuk tidur, dan itu waktunya mereka sudah malam hari ya


...****************...


Sementara di kamar Bela


Sama halnya sengan Steven , ia masih berfikir saat Steven berbicara tentang dirinya akan pindah lagi saat kelas nanti


"Kenapa dia harus pindah ya" tanya Bela dengan diri sendiri


"Ya itu emang kemauaannya ta tapiiii ah sudahlah hoaaammm aku ngantuk sekali selamat malam semuanya eh aku malah bicara se....nndirrii....ZzZzZzz".ucap Bella yang semakin lemah dan akhirnya tertidur


...****************...


Sementara Sean, Sion dan Kris sedang berada di sebuah ruangan yang kedap suara yang sepertinya mereka sedang berbicara sesuatu hal yang penting


"Aku dapat laporan kalau Bahrian sudah tewas". Ucap Sion


Kris dan Sean langsung tersenyum senang. Akhirnya musuh Sion sudah K.O alias mati.


"Syukur kalau begitu, itu artinya kamu pun harus hati hati karena bisa saja ada salah satu keluarga yang masih hidup dan nanti akan membalas dendam atas kematian Bahrian".nasehat Sean


Sion mendengar nya pun manggut manggut


"Ya dad, aku juga akan berhati hati,dan tenang saja dad anggota ku sudah dikerahkan dad". Ucap Sion pada Sean sambil minum bir


"Papah ada laporan jika Hendrik akan kembali Jakarta".lapor Kris


Mendengar itu Sion tersenyum senang di kala sahabatnya sudah kembali ke tanah air saat Hendrik ini sedang di Amerika sebagai bos perusahaan dari Company Jhon


"Wah gila tu anak, datang juga dia kesini".seru Sion


"Kayanya Steven bakal seneng juga deh".ucap Sean


"Cucu kita berdua ini emang udah keliatan jauh sangat berbeda sekali ya Kris dari sebelum belumnya".ucap Sean lalu bertanya pada Kris


"Hmmm ya kamu benar Sean, cucu kita ini berubah semenjak berada di rumah ini apalagi bertemu dengan Bella".ucap Kris panjang lebar soal sikap Steven yang sudah berubah bahkan ia sering ngobrol dan tersenyum


"Apa kita jodohin aja pah dad". Usul Sion


"Pastinya dady dan papah setuju, namun..".ucap Sean dan diakhiri dengan menggantung lalu Kris pun langsung saja berucap


"Jangan di paksakan, takutnya di antara mereka belum saling mencintai".Ucap Kris yang melanjutkan ucapan Sean


"Ya memang bener sih, tapi aku ingin calonku ini seperti Bela, Bela seperti namanya ia jago bela diri, dan dia wanita kuat sama seperti istrimu tapi kayanya ini bukan masalah suka atau cinta deh ini masalah umur sih . ucap panjang lebar Sion


"Kenapa dengan umur?".tanya mereka berdua


"Karena Steven lebih muda 2 tahun dari Bela ".ucap Sean


"Oh ya dady benar itu artinya pasti Bela berfikir mana mau menikah dengan brondong". Ucap Sion


"Ya udah lah jangan berfikiran begitu lagian mereka ini masih kecil, masih jauh juga untuk ke sana. Kalau memang mereka ditakdirkan jodoh pun itu berarti mereka akan dipertemukan kembali". Ujar Kris yang memang sangat dewasa


Semua setuju dengan apa yang disampaikan oleh Kris, jika memang mereka jodoh pasti akan dipertemukan kembali


"Ya papah benar". Balas Sion


"Oh ya bukannya Steven mau merangkit bom? ".tanya Sean


"Kayanya udah gak soalanya dia akhir akhir ini lebih sering bermain sama Bela dad, jadi aku gak mau mengganggunya".jawab Sion


"Oh gitu".


"Ya udah kamu bilang aja ke dia ".ucap Sean


"Hah... Ya udah besok aku tanya dulu ke Steven". Pasrah Sion


Dan mereka pun melanjutkan obrolannya hingga tengah malam hari mereka pun akhirnya bubar


...****************...


Keesokan harinya


Semua manusia sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa mereka lakukan tiap hari. Seperti halnya di rumah Bella, karena sekarang ada Fery membuat keluarganya sudah kembali lengkap


"Aa teteh mau daging ayam maaf". pinta Bela


Fery pun mengambil piring Bela lalu ia pun menaruh daging ayam di piring Bela lalu ia memberikan kembali pada Bela


"Terimaka kasih aa".ucap tulus terimakasih Bela pada Fery, hal ini memang selalu dilakukan oleh keluarganya jika meminta tolong pada seseorang jangan lupa berterimakasih


"Dan semoga aa dapat pacar deh terus nikah terus punya anak teru...mmmmmm". cerocos Bela dan karena Ferry jengkel mendengar itu ia langsung menutupi mulut Bella


"Kamu ini ngomong apaan sih udah makan aja".ucap Fery lalu melepaskan Bela, Bela hanya menyulurkan lidahnya tanda dia bodo amat dengan apa yang dikatakan oleh Kakaknya itu

__ADS_1


Sementara Cheky dan Mia hanya tersenyum pada mereka berdua, dan akhirnya mereka pun sarapan dengan nikmat


Ditengah mereka sedang makan tiba tiba saja ada Hanphone yang berbunyi


drrt drrt


"Bun aku angkat telepon dulu ya". Ijin Fery


"Ya udah angkat aja".balas Mia


Lagi lagi Bela menggodanya lagi


"Cieeee pagi pagi udah ditelepon tuh sama pacarnya". goda Bela


Fery langsung melotot pada Bela alhasil bukannya takut malah ia tertawa terbahak bahak diikuti eh kedua orang tua mereka, hal ini membuat Fery geleng geleng kepala kemudian dia pun keluar untuk menerima telepon dan lagi lagi Bela celetuk lagi


"Hmmmm manggil pacarnya aja di luar segala pengen berduaan yaaa hahahahaha".goda Bela diakhiri dengan gelak tawanya


Fery tidak menggubris dalam hatinya ia ingin menjitak kepala adeknya


Sementara di Rumah Steven


Mereka sama halnya dengan di rumah Bela namun bedanya tidak ada satu pun candaan atau pun yang berbicara.


Hingga pada akhirnya mereka sudah selesai makan. Lalu mereka pun mulai membuka bicara, lelaki seperti biasanya mereka akan merokok, dan Sion yang pertama membuka suaranya sambil menatap ke arah Steven yang memang dia ingin mengobrol dengan putranya


"Son, dady mau nanya".ucap Sion


"Ya kalau nanya ya tinggal nanya aja sih dad, kenapa harus minta ijin". balas Steven sambil menatap Sion


"Karena ini serius nak, jadi gini kapan mmm apa kamu masih merangkit bom lagi".to the poin Sion langsung ke pembahasannya


Steven mendengar itu langsung terdiam ia mungkin sedang memikirkan dan setelah itu ia pun berucap


"Eè... Aku mau aja sih dad rangkit bom, tapi masalahnya Bela pasti mencariku dad, kalau misalkan aku berbohong kalau aku tidak ada di rumah aku kasian padanya pasti dia bakalan kecewa".ucap Steven tanpa sadar jika ia seperti curhat keluh kesah pada semua anggota keluarganya


Mereka mendengar itu langsung tercengang, mereka bukan memikirkan tentang bom lagi namun mereka sedang memikirkan kesalahan paham jika Steven menyukai Bela


"Kamu menyukai Bela ya".tanya Silivia


Steven mendengar itu langsung menyeringitkan dahinya karena ia tak tau rasa suka itu bagaimana jadi dia pun menjawab


"Aku tidak menyukainya".jawab Steven


Mereka semua yang mendengar itu langsung terdiam, dan mereka paham jika Steven sebenarnya tidak begitu tau tentang rasa menyukai karena usianya masih belia.


Namun biasanya meski anak kecil tidak mengerti apa itu kasih sayang namun sepertinya mereka sudah bisa merasakan jika berhubungan dengan interaksi sesama manusia dan Anak kecil dengan tingkah polosnya dan juga tak pandai berbohong dan akan membuktikan dari perlakuan


kembali pada cerita tadi


"Terus kenapa kamu berkata begitu nak" . Tanya Silivia pada Steven


"Karena Bela itu teman yang aku punya satu satunya Momy, yang tidak memandang dari kekayaan hartaku momy". Ucap panjang lebar Steven pada Silivia dengan jujur dan tanpa sadar ia telah mengagumi Bela


Mereka yang mendengar itu seketika tersenyum karena memang benar apa yang dikatakan oleh Steven jika Bela dan keluarganya memang paling berbeda dengan di luar sana


...****************...


Singkat cerita Bela dan Steven sudah berada di sekolah


Kini mereka sedang belajar tentang Pkn atau pendidikan kewarnegaraan. Yaitu membahas tentang pancasila dan lain lainnya


Tak selang lama akhirnya bel istirahat pun terdengar kini mereka merapihkan buku buku lalu langsung keluar ada yang nitip dan juga ada yang langsung main gambar ya biasalah anak sd


Sementara Bela dan Steven seperti biasanya mereka akan selalu membawa bekel


"Kamu bawa apaan tuh". Tanya Bela sambil melirik makanan yang dibawa oleh Steven


"Ini namanya spageti kamu mau?". jawab Steven lalu ia pun menawarkan pada Bela


"Emang boleh?". Tanya Bela


"Ya boleh asal aku juga pengen nasi goreng kamu gimana". Ujar Steven


"Ya udah boleh koq".jawab Bela


Dan mereka pun saling meminta makanan mereka, kemudian akhirnya sudah selesai makan. Steven langsung membaca buku, kalau Bela jangan di tanya ia langsung tidur


Steven tidak merasa mengganggu dan malah ia merasa tenang jika ada yang tidak mengganggu sampai bel masuk berbunyi kembali dan jam 3 pun mereka mulai belajar kembali


Bel pulang pun sudah di bunyikan dan waktunya mereka pulang. Dan begitulah keseharian mereka selama 5 hari ini.


...****************...


Malam hari pun sudah tiba


Waktu yang terlalu cepat pikir Steven, kali ini ia berada di ruangan yang berbeda.


Ruangan itu tampak kumuh gelap ada sedikit penerangannya. Ya Steven sekarang berada diruang bawah tanah di rumah mewah itu


Hal hal yang memang tak terduga sebelumnya, Rumah yang mewah itu ternyata memiliki ruang bawah tanah


Sungguh misteri sekali di rumah itu


Apa yang dilakukan oleh Steven yaitu.....


****************


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


bersambung


terimakasih yah


Maaf banyak typo dimana mana

__ADS_1


__ADS_2