
Hari semakin sore. Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum pulang , Tono memberhentikan mobilnya terlebih dulu di rumah makan. Mereka mampir untuk makan terlebih dulu sebelum sampai rumah.
Dan setelah mereka kenyang akhirnya mereka melanjutkan perjalananya untuk pulang. Dan hanya membutuhkan waktu empat puluh menit untuk mobil itu sampai ke kontrakan Sila .
"Terimakasih banyak ya nak Tono, kita jalan jalan nya jadi naik mobil gratis. Dan juga tadi kamu udah traktir kita makan." Ucap ibu setelah mereka sampai di depan kontrakan dan sudah turun dari mobil.
"Iya bu, Lain kali kalau mau jalan jalan lagi ngga usah sungkan bilang saya. Nanti saya anterin kemana pun ibu mau." Ucap Tono.
"iya nak, kamu memang anak yang baik." Ucap ibu sambil menepuk lembut pundak Tono.
"Aku juga terimakasih ya mas sama kamu, karena udah bikin Hanan senang hari ini. Ia terlihat sangat bahagia karena kamu terus menggendongnya, dan mengajari banyak hal di kebun binatang tadi." Ucap Sila sambil menggendong Hanan yang tertidur karena kelelahan.
"Iya sil, aku udah anggap Hanan seperti anak ku sendiri kok. Aku tinggal menunggu jawaban aja dari kamu Sil." Ucap Tono memberi kode.
Sila hanya bisa memerah seperti tomat karena malu. Karena di sana masih ada ibu nya. Sila merasa canggung.
"ehmm" Ibu berdehem untuk mencairkan suasana.
"Ah tapi ngga usah terlalu di pikirkan, dan ngga usah terburu buru juga mengambil keputusan jika kamu belum siap Sil. Aku akan terus bersabar untuk menunggu jawaban kamu kok. " Ucap Tono yang sadar jika Sila tengah menahan malu nya.
"Kalau gitu karena hari yang sudah sore, saya pamit pulang dulu ya bu." Lanjutnya pamit sambil mencium tangan ibu nya Sila.
"Iya nak, kamu hati hati ya. Dan sekali lagi terimakasih banyak." Ucap ibu.
"Iya bu, Oh ya aku pulang dulu ya Sil." Pamit Tono kepada Sila.
"Iya mas, hati hati ya. Terimakasih banyak juga untuk hari ini." Ucap Sila.
__ADS_1
"Iya Sil. Assalamualaikum ya semua." Ucap Tono memberi salam.
"Waalaikumsalam" Jawab ibu dan Sila serempak.
Tono pun masuk ke mobil dan melajukanya meninggal kan kontrakan Sila dan ibu nya. Lalu, Sila dan ibunya pun segera masuk ke dalam rumah.
...----------------...
Hari demi hari terus berlalu. Sila kembali mengerjakan pekerjaan nya seperti biasa. Dan seperti biasa juga Sila tidak bisa bertemu dengan Tono karena Tono yang selalu lembur dengan pekerjaanya sehingga selalu pulang malam.
Namun hari ini, keluarga Tono yang ada di kampung datang ke Jakarta. Sila belum mengetahui hal itu. Ia seperti biasa, tanpa menekan bel, Sila langsung masuk ke rumah Tono setelah Sila sudah selesai membersihkan rumah di majikan yang lainya.
Dan tanpa melihat ke kanan dan ke kiri, Sila langsung masuk ke rumah dan langsung menuju dapur untuk mengambil sapu dan akan segera menyapu dan mengepel. Tanpa Sila sadari ,di ruang tamu rumah itu ada dua orang yang tengah duduk di sofa. Salah satu orang itu memanggil Sila karena melihat Sila yang hanya jalan saja melewati mereka berdua.
"Sila!" Panggil nya kepada Sila.
Sila segera menghampiri mereka berdua dan menyalami serta mencium kedua tangan orang tersebut. "Bu Tinah!, Pak Tejo! , Masya Allah kalian apa kabar bu, pak." Ucap Sila.
"Alhamdulillah Sil kita baik. Kamu, juga apa kabar Sil." Tanya balik ibu Tinah dengan ramah. Bu Tinah sudah mengetahui semua hal tentang Sila,dan juga perceraian Sila dengan Sadi karena Tono selalu menceritakan kepada ibu nya.
"Aku juga alhamdulillah baik buk."
"Bapak sama ibu sampai sini sejak kapan, maafin Sila ya yang cuma main nyelonong masuk aja ngga memperhatiin sekitar." Ucap Sila yang merasa bersalah karena kecerobohanya .
"Iya Sil ngga papa. Kamu kan pasti juga ngga tau kalo ada kita di sini. Kita tadi sampai Sini jam 6 pagi Sil." Ucap pak Tejo
"Iya Sil, Kemarin Tono telfon katanya mau ada hal penting yang akan di omongin , jadi kita buru buru berangkat kesini." Lanjut Bu Tinah
__ADS_1
"Oh ya ,Tono itu sering banget nyeritain kamu Sil. Katanya dia bahagia banget bisa ketemu lagi sama kamu." Lanjut bu Tinah dengan akrabnya mengobrol dengan Sila.
"Ah masa sih bu." Ucap Sila tak percaya.
"Ibu serius sil."
"Sila juga seneng bu bisa ketemu mas tono lagi. Ya walaupun sekrang setatusnya Sila sebagai pembantu mas Tono. Apa lagi sekrang juga Sila bisa ketemu Bu Tinah dan Pak Tejo " Ucap Sila sedikit menundukkan wajahnya .
"Hei kamu ngga boleh ngomong gitu, pekerjaan kamu itu sangat mulia Sil dan mempertandakan kalau kamu itu seorang yang pekerja keras." Ucap bu Tinah.
"Tapi banyak yang menganggab rendah pekerjaan seperti ini bu."
"Kamu ngga usah dengerin kata orang selagi kamu merasa nyaman dengan pekerjaan mu Sil."
" Iya juga si bu, oh iya aku hampir lupa dengan pekerjaanku karena asik mengobrol hehe maafin aku ya bu ,pak, aku lanjut dulu" Ucap Sila.
"Hahah wanita memang kalau sudah ketemu pasti begitu." Ucap pak Tejo sambil tertawa.
"Ih bapak jangan gitu. Ya udah Sil , silahkan kalau kamu mau lanjut krja lagi. Maafin ibu jadi ganggu kamu." Ucap bu Tinah lembut.
"Aku ngga merasa di ganggu kok bu, ya udah saya permisi kebelakang dulu ya bu, pak." Ucap Sila pamit.
"Iya Sil." Ucap mereka serempak.
Sila segera menyelesaikan pekerjaanya dan setelah selesai ia pun berpamitan kepada kedua orang itu untuk pulang.
Bersambung.....
__ADS_1