BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bermain ke rumah tetangga baru


__ADS_3

Bella saat ini sedang berada di kamarnya yang baru saja pulang dari sekolah. Ternyata pulangnya bareng bersama Steven naik motor. Sehingga berbonceng 3, tadinya Bella menolak namun karena tidak enak hati oleh Steven yang menawarkannya maka ia pun ikut menaiki motor sport


Saat Bella sedang ganti baju tiba tiba saja adek nya memanggil di luar


"Teteh".teriak Benny


"Ya dek". jawab Bella sambil teriak


"Teteh dede au ain". Teriak Bennya mengajak Bella main


"Ya bentar dek".teriak Bella kembali


Tak berapa lama akhirnya Bella pun keluar dari kamarnya setelah selesai berpakaian


"Ayo main di luar".ajak Bella sambil bergandeng tangan adiknya


Bella dan Beny keluar rumah, ya memang biasanya jika mereka selalu bermain di luar entah ke sawah atau pun jalan jalan saja


Baru saja ia keluar, Bella melihat Steven dengan seseorang entah bersama seseorang yang Bella tak kenali, dia lelaki dewasa dan berbadan dekap seperti berbicara serius dengan Steven, dan mereka berdua sedang berbicara tepat di depan rumah Bella


Karena Bella yang memang masih tak bisa mengerti kondisi sekitarnya ia pun berteriak memanggil Steven dengan kencang alhasil mereka berdua menoleh


"Steven".teriak Bella


"Tadinya gua mau ke rumah lu bel". Ucap Steven


"Oh, kenapa atuh di luar". Tanya Bella


Steven hanya terdiam karena ternyata lelaki yang bersama Steven adalah Julio yaitu anak buah dadynya di dunia gelap


"Tuan muda apa nona ini teman anda".tanya Julio sambil menujuk ke arah Bella dan Benny, yang saat sedang menatap mereka berdua dengan wajah bingungnya


"Hmm".hanya deheman Steven menjawab tanpa mengalihkan pandanganya pada adik Bella


"Kalau gitu saya permisi dan jangan lupa malam nanti tuan". Pamit Julio dengan sopan


"Ya aku tak akan lupa".jawab tegas Steven


Kepergian Julio, Steven pun menghampiri Bella yang sedari tadi diam di depan warungnya


"Bel, di rumah kamu ada makanan gak".tanya Steven yang malah menanyakan makanan


Lagi lagi Bella yang memang polosnya ia menjawab


"Itu makanan".tunjuk Bella pada warung yang memang masih ada jajanan kue basah


"Wah makanannya banyak banget, ini untuk jualan".berbinar Steven dan entah kenapa dengan bodohnya ia bertanya pada Bella bahwa makanan ini di jual atau tidak, padahal sudah jelas disana tempat warung yang pasti untuk jualan


"Yayalah untuk jualan, emang nya kamu gak liat".gerutu bella pada Steven


"Lah mana yang jualnya".tanya Steven keheranan tidak melihat penjualnya


"Bunda lagi nyuci baju dulu, ya udah aku liat dulu bunda dulu siapa tau udah selesai, oh ya tolonh jaga adek ya"ucap Bella lalu ia pun meminta tolong pada Steven untuk menjaga adiknya lalu ia pun pergi meninggalkan mereka berdua yaitu Steven dan adiknya Benny


"Oy".teriak Steven


Sementara Benny hanya terdiam melihat Steven, lalu ia pun mulai berkata


"kaka mau ain ama nde".pinta Beny dengan suara cadelnya


"Dia ngomong apaan sih".bathin Steven yang memang tidak pernah temui bayi apalagi bermain


Lalu ia pun berfikir apa yang Beny itu bicarakan lalu dengan ragu ia mengatakan


"Hmmm maksud kamu mau main sama kakak".tanya Steven pada beny


"Ya caca".jawab Beny


"Ya udah boleh".tanpa ragu Steven menjawab


"Acu maen ke umah kakak dong".pinta Beny dengan mata mode puple eyes


"Mau ke rumah kakak?".tanya kembali Steven


"Iya".jawab imut Steven sambil mengangguk imut


"Aduh nih adek si Bella lucu bangeti".bathin Gemas Steven pada Beny. Padahal dirinya pun lucu juga jadi dia tak menyadari hal itu sepertinya


"Tapi kamu harus minta ijin sama kakak kamu".dengan nada lembut Steven pada Beny


"Dedek ndak una caca tapi teteh".jawab dengan polosnya Beny yang memang dirinya tidak tau jika teteh dan kakak itu sama


"Oh ya yah ini kan bandung (bathin) ya maksud Kakak ke teteh kamu dulu".ucap Steven dengan senyum canggungnya


"Ya nti dedek biyang".jawab Beny dengan wajah binarnya


"Sip".balas Steven


Kini Bella telah kembali bersama dengan Mia, Mia merasa ada orang asing pun menyeringitkan dahinya lalu ia pun bertanya pada Bella


"Eh ada siapa ini teh".tanya Mia


"Ini temen sekelas Bella bun".tunjuk Bella pada Steven dan di perkenalkan


"Oh kamu temen nya Bella, apa katamu sekelas".ucap Mia sambil manggut manggut,sambil memperhatikan Steven dari bawah sampai ke atas, ia merasa janggal , dan di akhir kalimat ia bertanya untuk kemastikan


"Ya sekelas napa gitu bun".jawab Belal


"Kenapa wajahnya imut pisan Bella, ini mah kaya anak tk".tanya Mia


"umurnya memang 4 tahun bu".jawab Bella


"Waduh 4 tahun udah kelas?".terkejut Mia


"Ya".jawab lagi Bella


"Ya Allah ini mah keajaiban, berarti temen kamu ini anak yang genius Bella".puji Mia pada Steven


"Genius itu teh apa ".tanya Bella pada Mia, Steven mendengar pertanyaan dari Bella langsung menyirengitkan dahinya tanda ia heran pada pertanyaan itu


"Ih masa Kamu gak tau sih, jenius itu diatasnya pintar, jadi si ujang ini teh pintar banget gitu".cerocos Mia lalu ia pun menjelaskan pada anaknya


"Oh ya ya aku koq baru tau ya udah atuh, ini kenalin namanya teh Steven ini teh tetangga baru kita bun yang rumah pinggir kita".gumam Bella , lalu ia di kenalkan namanya pada Mia


"Oh oh , ya ampun jadi jadi kamu yang punya rumah itu".cengo Steven dan bertanya pada Steven, ia benar benar syok jika ada seorang yang kaya mau memasuki rumah gubug nya


"Ya mm tante, aku tetangga baru yang kemarin , salam kenal".jawab sopan Steven dan memberikan salam kenal pada Mia


"Jangan panggil tante, bunda aja gak apa apa".ucap Mia pada Steven


"I iya bunda".pinta lembut Steven

__ADS_1


"Oh ya kamu mau beli apa, maaf ya cuma segini aja soalnya lainnya udah pada habis".tanya Mia pada Steven


"Ya semuanya aja deh gak papa koq".jawab Steven karena memang dia bingung memilih yang mana


"Hoh di borong?".cengo Bunda Mia


"Gimana tante".tanya balik Steven


"Bo boleh bentar ya".ucap terbata bata Mia


Sementara Steven pun menganggukan kepala kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Bella


"Bel, ade kamu mau main ke rumah aku".ucap Steven pada Bella


"Hah mau main? Ya udah main aja kan deket rumahnya, rumah kita kan cuma 5 langkah juga nyampe apalagi kamarku ke kamu jaraknya hanya 3 jengkal ". bella mengijinkan Benny untuk main dengan Steven, lalu Bella pun mengatakan jika rumah Steven dan Bella itu berdekatan


Steven membernarkan apa yang dikatakan oleh Bella, karena memang benar jika kamarnya dan kamar Bella nyaris berdekatan.


Namun karena mereka berdua masih satu hari perkenalan jadi mereka belum berani ke rumah dengan cara melalui Jendela kamar mereka berdua


"Yeaaay boleh ain kakak".sorak Benny dengan gembira hingga ia langsung berlari menuju Steven lalu memeluknya


"Tapi emang boleh sama mamah papah kamu".tanya Bell tampak ragu pada Steven


"Dady momy kerja, jadi di rumah hanya ada pembantu sama para pengawal".ucap Steven yang masih memeluk tubuh gemul Bennya


"Oh gitu, ya udah kamu bilang dulu ke bunda, tapi kayanya bunda ngijinin deh". Ucap Bella, lalu ia beralih kepada Benny untuk meminta ijin kepada sang bundanya


"Ya teteh". Benny pun mengiyahkan, lalu berlari ke warung mencari Mia, dan kebetulan Mia sudah selesai membawa kresek yang isinya borongan makanan dari Steven yang dia pesankan tadi


"Bunda adek mau ain ke yumah kakak ini oyeh ndak".ucap Beny pada Mia yang kini mereka sedang berjalan bersama menghampiri Steven dan Bella


"Main? emang boleh".tanya Mia pada Steven karena saat ini sudah berada di depan Bella dan Steven, karena ia ragu karena Mia pun juga sama seperti Bella rasakan, karena dirinya yang memang kurang mampu merasa tidak cocok dengan orang berada


"Boleh koq bun, lagian di rumah juga sepi dady momy kerja".jawab Steven sambil tersenyum hangat


"Oh ya udah boleh lagian deket ini, tapi jangan nakal ya kalau mau pipis bilang terus kalau lapar pulang aja ya".ucap Mia, lalu ia pun memberi peringatan kepada Benny


"Ya unda".ceria Benny


"Ya udah , nih jang".ucap Mia, lalu ia beralih ke Steven memberikan kresek yang tadi isinya kue basah


"Berapa?".tanya Steven


"Ini totalnya 200 ribu, kayanya berat bawanya kamu bawa lah bel kasian dia".ucap Mia, lalu ia meminta ke Bella untuk dibawa kreseknya


"Ya bun, sini biar sekalian aku juga mau main ya bun".ucap Bella


"Ya boleh sana main aja, makasih uangnya ya Steven".balas Mia kemudian ucap terimakasih pada steven, Steven hanya membalas dengan senyumnya


"Dadah unda".pamit Benny sambil melambaikan tangannya pada Bundanya


Mereka bertiga pun ke rumah Steven yang letaknya hanya beberapa langkah saja


Namun baru saja di depan gerbang Bella berhenti sejenak, membuat langkah Benny dan Steven berhenti


"Loh kenapa berhenti?".tanya heran Steven pada Bella


"A apa aku boleh ke rumahmu".ucap bata bata Bella


Mendengar itu Steven menyeringitkan dahinya lalu berkata


"A a aku mmm aku hanya takut saja mengotori lantai kamu".jawab Bella sambil menundukan kepalanya


"Kamu ngomong apaan sih, ayolah masuk nanti masuk angin, ayo dek ikutin kakak ya".decak kesal Steven, sebenarnya ia mengetahui yang di maksud dengan Bella dan juga ia merasa kasian jika Bella ini selalu memikirkan martabatnya padahal Steven atau keluarganya tidak masalah dengan hal ini


Di akhiri kalimat Steven mengajak pada Benny yang memang masih polos yang belum mengerti apa apa apa


"Ya caca".jawab Bennya dengan suara cadelnya


Mereka bertiga pun masuk ke gerbang menuju rumah milik Steven


Mereka berdua yang tak lain adalah Benny dan Bella berdecak kagum ngeliat rumah besar yang baru kali ini mereka lihat, Bella semakin malu dengan Steven yang tidak sebanding dengannya


"Rumah kamu besar banget ya Stev".puji Bella pada Steven yang masih fokus menatap seluruh ruangan Rumah mewah milik steven


"Hmm gak ada apa apanya".ucap Steven


"Kamu tuh harusnya bersyukur punya tempat tinggal tang bagus, sementara aku miliki rumah yang sederhana tapi aku bersyukur koq punya rumah ".ceramah Bella


"Ya emang sih, tapi percuma kalau gak ada yang nemenin aku, merasa rumah ini sepi sekali".ucap steven yang kini raut di wajahnya menjadi sendu


"Emangnya kamu gak punya kakak".tanya Bella


Steven hanya menggelengkan kepala dengan lemah


"Kalau adik?".tanya Bella lagi


Steven pun sama hanya menggeleng kepalanya


"Eh jadi kamu ini anak satu satunya".cengo Bella yang baru tau identitas Steven yang sebagai anak tunggal


"Ya".jawab Steven dengan datar


"Kasian juga kamu ya, aku aja kalau adek aku gak ada rumah jadi sepi".ucap Bella


"Ya kamu beruntung".ucap Steven sambil menatap Bella


"Tapi kamu jangan sedih , kamu boleh koq mm Benny jadi adik kamu ya kan benny".ujar Bela, kemudian beralih pada Benny


"Au au".jawab beny dengan semangat


"Tuh dengerin adek aku aja mau, oh ya aku punya kakak".ucap Bella dengan bangganya, lalu ia pun menceritakan jika Bella bukan hanya memiliki adik, namun Juga memiliki seorang kakak


"Ka kamu punya kaka juga?".tercekat Steven, semakin iri pada Bela


"Ya tapi dia lagi ke jakarta soalnya kakak aku kuliah sambil kerja".ucap Bella


"Kuliah jurusan apa? Dimana".tanya penasaran Steven


"Aku gak tau, tapi kakak aku mah suka banget main komputer bahkan waktu SMK dia selalu main komputer".jawab jujur Bella


"Hmmm ya aku paham".ucap Steven


"Caca adek mau ain obot obot ada ndak".tanya Benny pada Steven


"Katanya dia mau maen robot ada gak".ucap Bella mejelaskan keinginan Benny pada Steven


"Oh robot, ada koq sini kita ke kamar ya".ucap Steven lalu mengajak mereka ke ke kamarnya


"Oce".jawab Benny

__ADS_1


"Kalau aku ke kamar kamu itu artinya aku bisa ke kamar aku dong hahah asyik bisa pulang pake jalan pintas".celetuk Bella


"Weh lu mau jadi penerus maling hah".balas celetuk Steven


"Eh enak aja kamu ya sembarangan aja kalau ngomong, kamu kalau ngomong seenaknya akan ku tendang kamu".ancam Bella pada Steven


Steven mendengar itu merasa tertantang lalu ia berkata


"Ck emang kamu bisa apa hah". remeh Steven pada Bella


"Ya aku kan jago silat". Jawab pedenya Bella, tapi memang benar jika ia jago silat karena kakeknya dari Ayahnya memang jadi guru Silat. Ayahnya Bella juga bisa silat namun tidak semahir kakeknya, sementara paman paman atau kakak kakak dari Ayahnya itu semua jago silat.


"Oh ya coba aku mau liat".tantang Steven


"Ok, tapi aku sama siapa?".jawab Bella, dan dia pun bertanya dengan siapa ia bertanding


"Sama gua lah".jawab Steven dengan cepat


Mendengar itu Bella langsung menatap Steven dengan tatapan diskriminasi


"Eh sama kamu , kamu itu kecil mana bisa melawan aku".ucap Bella sambil memunjuk ke arah Steven dengan mata meremehkan pada Steven


"Ck kagak tau aja lu kemampuan gua".decak kesal steven


Mereka pun terus saja berdebat hingga membuat Bennya kesal lalu ia pun berkata


"Iih teteh caca angan beyantem , dedek using".tegur Bennya dengan raut wajah kesalnya namun imut


"Pfffhh adek kamu lucu ya".terkekeh Steven


"Ya lucu lah gak kaya kamu gak ada lucu lucunya yang ada aku muak".balas Bella


"Bodo amat".sarkas Steven


"Caca mana obotnya".tanya Benny pada Steven


"Oh ini dek, nih di kotak ini".jawab Steven lalu menujuk ke arah kotak besar


"Aku main ya ca".ucap Benny pada Steven


"Ya". balas steven yang kini sedang mengeluarkan barang barang mainannya


Sementara Bella hanya melihat sekeliling kamar milik Steven yang besar dan luas sangat berbeda sekali dengan kamarnya


Namun saat mereka tengah sibuk dengan masing masing tiba saja ada yang berbunyi


Drrrt derrtrt


"Momy?".gumam Steven melihat hp nya bergetar dan juga saat melihat siapa yang menelepon


Steven pun mengangkat


"Hallo mom".ucap steven


"Kamu sama siapa itu?". Tanya Silivia yang di seberang sana


"Oh mereka berdua temen aku sekaligus tetangga".jawab Steven


"Tetangga? Yang deket rumah itu?". Silivia


"Ya momy , momy juga tau sendiri kan?". Steven


"Mmm kalau gitu momy pulang sekarang". Silivia


"Hah biasanya juga Sore, gak biasanya momy pulang jam segini ini masih jam 2 siang mom". Heran Steven


"Udah jangan banyak nanya, oh ya momy lupa kalau sekarang akan ada granpa sama gradma dari Dady and momy kesini".Silivia


"What? Kesini wah ramai dong Rumah kita".terkejut Steven


"Udah momy tutup dulu, oh ya jangan dulu pulang ya temen kamu sama adeknya".Silivia


"I iya mom". Jawab Steven dengan wajah kebingunganmya


tut


"Momy aneh".gumam Steven pada diri sendiri


"Itu dari mamah kamu Steven?". Tanya Bella yang penasaran


"Hmm ya, bentar lagi dia pulang".ucap Steve


Mendengar itu, Bella terkejut ia tiba tiba panik


"Hah pulang aduh gimana ini Stev, nanti momy kamu marah marah karena adek aku acak acakin mainan kamu".panik Bella


"Udah gak apa apa orang momy aja nyuruh kalian jangan dulu pulang".Steven menenangkan Bella


"Hah, eh tapi koq mamah kamu tau kalau aku ama adek ke rumah kamu"tanya heran Bella


"Kan rumah aku ada cctv".jawab Steven


"Cctv? Apaan itu Cctv?".tanya lagi Bella


"Masa kamu gak tau yang kamera kecil buat taro di sudut ruangan".ucap Steven dengan sabar ia menjelaskan


"Akhh gak ngerti".decak kesal Bella karena ia tak mengerti


"Ya udah diam aja".ujar Steven


"Ya ya, eh adek jangan dirusakin ya mainannya soalnya itu punya orang". Jawab bella, lalu beralih pada Beny dan menegur


"Ya teteh". Jawab Beny


"Ya elah gak apa kali rusakin juga nanti juga beli lagi".ucap Steven


"heh kamu sih enak kaya, dan ini punya kamu, kalau rusak kan aku harus beli yang baru, aku dapat uang darimana coba".ucap Bella sambil tunjuk tunjuk ke arah Steven


"Hah ya terserah kamu deh".des.ah Steven


Steven hanya mengalah ia tidak ingin berdebat dengan Bella. Dan kali ini entah kenapa ia seperti agak takut jika sampai Bella menjauhinya.


Hal yang paling aneh yang dirasakan oleh dirinya sendiri. Dan juga ia tak ingin memperpanjang masalah dengan Bella ia harus mengalah. Hal yang ditakuti terjadi jika dia tak bisa kendali amarahnya.


Jika itu terjadi maka Steven akan menyiksa Bella bahkan sampai mati, sama seperti yang dia lakukannya dulu


Namun kali ini berbeda, sepertinya ia akan mengalah demi menjaga pertemanannya.


...****************...


Sementara Di kampus elit sejakarta

__ADS_1


__ADS_2