
.
.
.
Sampai lah Kevin ditempat terjatuhnya pesawat tersebut. Hati Kevin seakan-akan teriris melihat bangkai pesawat tersebut, dia tidak pernah membayangkan akan berakhir seperti ini.
"Apakah ada informasi terbaru tentang vany?"ucap Kevin dengan tatapan kosong.
"Belum ada Vin. Kamu harus semangat jangan seperti ini Vin. kami disini akan melakukan hal yang terbaik"ucap Reyhan karna prihatin melihat sahabatnya seperti bukan dirinya lagi.
"Aku harus bagaimana sekarang Rey?aku harus bilang apa sama mama Siska?aku memang bodoh,gak bisa lindungi vany?"ucap Kevin menagis sambil memukul dirinya sendiri.
"Jangan pernah salahkan dirimu Vin, semua ini bukan salahmu, lihat lah siapa yang mau hal seperti ini terjadi?gak ada yang mau ingin seperti ini? jadi berhentilah menyalahkan diri mu!"ucap Reyhan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa Tuhan membuat cobaan yang begitu berat kepada ku Rey? Bahkan Dia mengambil harta ku yang paling berharga. Apakah Tuhan marah padaku karna aku gak bisa menjaganya? Kenapa Tuhan hanya memberi ku kebahagiaan sesaat Rey?"ucap Kevin sambil menangis.
"Sudah lah Vin. Simpan tenang mu,kamu harus jaga kondisi kesehatamu. Bagaimana kamu ingin mencari Vany jika fisik mu tidak sehat?"ucap Reyhan.
"Yang kamu katakan benar Rey. Bagaimana bisa aku seperti ini? Aku harus semangat,gak boleh menyerah"ucap Kevin bangkit dan menghapus air matanya.
"Itu baru sahabat ku"ucap Reyhan sambil tersenyum pada jauh di lubuk hatinya juga merasa sedih melihat sahabat mengalami musibah seperti ini. Tapi dia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, dia harus bisa menjadi penyemangat untuk sahabatnya di kalah Kevin sedang dalam situasi sekarang ini.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Semenjak kejadian 5 tahun yang lalu sampai detik ini, dia tidak pernah menyerah mencari tahu keberadaan Stevany. Karena dia sangat yakin bahwa vany masih hidup hingga detik ini karna dia belum melihat dengan mata kepalanya sendiri jasad vany. Ada 3 jasad korban sampai saat ini yang belum ditemukan saat peristiwa terjatuhnya pesawat tersebut dan mereka memastikan bahwa jasad ke 3 korban tersebut telah dimakan oleh ikan pemakan daging karna mereka sudah melakukan pencarian selama 1 bulan namun hasilnya nihil.
Sejak peristiwa tersebut Kevin semakin dingin,dia lebih sering menyendiri bahkan dia berbicara seperlunya saja. Akan tetapi dia akan hangat kepada orang yang dia sayangi seperti sahabat dan keluarganya.
"Vin, kamu mikirin apa sih?"tanya Dimas.
"Apakah ada informasi tentang vany?"tanya Kevin kembali.
"Vany lagi..... Vany lagi..... Kamu itu harus ikhlasin dia Vin, dia gak akan tenang jika kamu seperti ini terus!"ucap Dimas kesal.
__ADS_1
"Aku gak bisa Dim. Wajahnya selalu ada di dalam pikiran ku"ucap Kevin dengan nada pelan.
"Itu semua karena kamu yang gak mau ikhlasin dia Vin. Stevany sudah tenang di surga, jadi berhentilah bersikap bodoh. Kamu masih ingat Vin, 5 tahun yang lalu aku pernah memberitahukan mu bahwa Stevany pernah perpesan kepada ku "Jika aku nanti sudah tiada,aku mohon sama kamu tolong jaga suami ku. Aku tau kamu adalah sahabatnya Kevin sekaligus sudah aku anggap sebagai Abang ku sendiri walaupun kita bukan saudara kandung. Aku mohon sama mu Dimas untuk selalu berada di samping suamiku karna aku tau jika aku telah tiada dia pasti akan sangat down" sampai detik ini aku masih mengingat dengan jelas setiap kata yang di ucapkannya sambil menagis, seakan-akan Stevany tau bahwa hidupnya tidak akan lama lagi"ucap Dimas sambil meneteskan air mata.