
"Awuw...... Sakit git....."ucap Kevin sambil memegang perutnya yang sakit.
"Makanya jangan macam-macam vin,nanti gak aku restui kamu sama vany"bisik Gita sambil tersenyum jahat dan menepuk pundak Kevin.
Mendengar perkataan Gita,Kevin langsung melotot ke arah Gita dengan tatapan tajam yang sulit di artikan sedang kan Gita dengan santainya bermain hp seperti tidak terjadi apa-apa Sementara yang lain hanya tertawa menyaksikan tingkah laku mereka berdua.
"Kalian berdua yah .... Gak pernah berubah"ucap Denada sambil geleng-geleng kepala.
"Habisnya Kevin resek Tan"ucap Gita kesal.
"Aku kan mah ngomong sesuai fakta git"ucap Kevin membela diri nya sendiri.
"Sudah-sudah..... Nak Gita tadi naik apa kesini?"tanya Siska.
"Gita bawa mobil tan. Kalo begitu aku pulang duluan yah Tan,om, takut nya ke malaman pulang nya"ucap Gita.
"Loh....gak nginap di sini anak gita?"ucap Siska.
"Lain kali aja tan, kerjaan aku banyak"ucap Gita .
"Yah udah hati-hati bawa mobil nya nanti"ucap Siska
__ADS_1
"Iya tan,aku pulang dulu yah tan,om"ucap Gita sambil mensalim dan pergi ke luar.
Karna Kevin merasa di cuekin Gita,akhirnya dia mensamperin Gita ke luar.
"Git jangan marah dong? Kalo aku ada salah tadi aku minta maaf ,ok . Aku kan hanya bercanda saja" ucap Kevin sambil menahan pintu mobil nya supaya Gita tidak masuk.
"Tau ah... Malas lihat kamu Vin. Tadi aku nanyak baik-baik malah sewot kamu nya?"ucap Gita pura-pura marah.
"Yah udah, aku minta maaf Anggita"ucap Kevin tulus karna dia tidak ingin bermusuhan dengan Gita karna Gita adalah kunci sukses supaya dekat lagi sama vany.
"Aku seperti mencium-cium ada yang......"ucap Gita penuh selidik.
"kan.... aku sudah bisa menebak"jawab Gita.
"Ayo lah git, masa kamu gak bisa bantuin sahabatmu ini"ucap Kevin sambil memohon dengan wajah imut membuat siapa saja akan luluh.
"Melihat sikap Kevin yang memohon dapat di simpulkan bahwa kevin memang mencintai vany" ucap Gita dalam hati.
"Baiklah, aku akan membantu mu untuk dekat sama vany tapi ingat kalo sampek kamu sakiti dia awas kamu Vin"ancam Gita .
"Baiklah, kalau untuk itu kamu tidak perlu khawatir git,aku gak akan pernah sakiti dia " ucap Kevin penuh percaya diri.
__ADS_1
Keesokan harinya nya
"Mah, aku mau ngomong sesuatu sama mama"ucap vany yang sedang makan di meja makan.
"Ngomong apa sayang? mau ngomong tentang Tante Denada?kayak nya penting banget deh? Sampek muka kamu tegang gitu?"ucap Siska heran.
"Ini mama baca aja dulu"ucap vany sambil memberikan amplop.
"Emang apaan ini sayang?"tanya Siska sambil membuka amplop tersebut.
Setelah Siska membuka amplop tersebut seketika wajahnya berubah menjadi tegang dan berkata"Ini gak bener kan vany?"Siska tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
Sementara Stevany hanya diam saja dan menudukan kepalanya karena vany tidak sanggup melihat mamanya menangis.
"Jawab dong sayang ini gak bener kan?"ucap Siska sambil menagis menatap vany.
"Itu semua benar mah, dan aku selama ini gak ada niat buat tutupin ini semua dari mama. Aku hanya gak mau mama banyak beban pikiran apa lagi semenjak papa udah gak ada mama lebih sering menyibukkan diri dengan pekerjaan mama supaya gak ke kepikiran sama mending papa. Aku hanya ingin mama tau hal ini dari aku sendiri dan tidak dari omongan orang lain,jadi aku harap mama jangan bersedih yah. Aku kuat kok menghadapi ini semua yang aku mau mama sehat-sehat terus dan selalu mensupport aku"ucap vany sambil menghapus air mata mamanya.
"Kenapa Tuhan kasih cobaan ini sama kamu sayang?kenapa gak sama mama aja sayang?"ucap Siska sambil memeluk vany.
"Mama gak boleh ngomong gitu,Nanti Tuhan marah mah. Tuhan kasih cobaan ini buat vany karena Tuhan tahu kalo vany sanggup menghadapi ini semua. Jadi mama gak boleh ngomong gitu, vany sayang sama mama"ucap vany mencoba menenangkan Siska.
__ADS_1