
Tak lama kemudian akhirnya mereka smpek di kafe Kevin.
"Aku disini aja"ucap vany cuek.
"Kenapa sayang?aku agak lama loh soalnya masih periksa keuangan kafe?"ucap Kevin.
"Kalo kamu agak lama, mending aku pulang naik taksi aja kalo gitu?"ucap vany sambil keluar dari mobil Kevin.
Mendengar perkataan vany Kevin langsung buru-buru keluar dari mobilnya dan menahan tangan vany dan berkata"ayok dong sayang, sebentar aja kok, habis itu aku antar kamu pulang. Lagian aku tadi udah izin Sama Tante"
"What.... Dia udah izin sama mama?"ucap vany dalam hati.
"Ayo masuk"ucap Kevin tersenyum sambil memegang tangan vany.
"Gak usah pengang-pengang Vin, aku bisa masuk sendiri"ucap vany mencoba melepaskan tangannya, namun nihil karena Kevin menggenggam tangan vany dengan erat.
Sementara Kevin berjalan dengan santai memasuki kafenya. Para pegawai yang bekerja di sana melihat mereka masuk ke dalam ruangan kerja bosnya.
"Lihat deh.... Si bos kita,kayak nya punya pacar baru lagi?"ucap salah seorang pekerja.
"Itu bukan nya yang kemarin itu yang nyanyi dikafe waktu penyanyi kita gak datang kan"ucap teman seorang pekerja.
__ADS_1
"Iya, paling juga pak bos hanya main-main aja sama tu cewek"jawab seorang pekerja.
"Hus..... Kamu gak boleh ngomong kayak gitu, gimana kalo ada yang dengar!kamu mau di Pecat"ucap teman pekerja.
"Masuk..."ucap Kevin karena ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
"Permisi pak, ini hasil laporan keuangannya"ucap salah seorang karyawan.
"Baiklah, letak saja di meja. Dan kamu suruh mereka buat kopi untuk saya dan susu untuk calon istri saya"ucap Kevin santai.
Sementara Stevany menatap tajam ke Kevin karena mendengar perkataannya.
"Baik pak, saya permisi"ucap karyawan yang terkejut mendengar perkataan bos nya.
"Kamu itu bisa gak sih kalo ngomong itu dipikir dulu"ucap vany kesal.
"Kan emang benar kamu akan jadi istri ku"ucap Kevin sambil mengedipkan mata .
"Memang susah kalo ngomong sama orang yang kurang waras"ucap vany sambil membalikan badannya.
"Mau kemana sayang? mending kamu duduk di sini aja"ucap Kevin sambil menarik vany hingga duduk di pangkuannya.
__ADS_1
"Lepasin gak Vin"ucap vany mencoba melepaskan diri nya.
"Jangan gerak- gerak sayang, entah dia bangun"ucap Kevin sambil berbisik ke telinga vany.
Mendengar perkataan kevin seketika wajah vany merah dan juga tegang.
"Sayang.... mama ....."ucap Denada terhenti karena melihat Kevin dan Stevany .
"Tante jangan salah paham..... Ini gak seperti yang tante bayangkan kok"ucap vany bangkit dari pangkuan Kevin .
"Gak papa kok sayang, namanya juga masih muda. Tante dan om juga pernah mudah kok, wajar kalo kalian mesra-mesraan. Kalau begitu Tante tinggal yang nanti takutnya menganggu kalian "ucap Denada sambil tersenyum.
"Enggak kok Tan,tante gak ganggu kok. Kalo begitu kalian ngobrol saja dulu, vany mau ke toilet sebentar"ucap vany sambil menginjak kaki kevin karena sangking malunya dia.
"Baiklah sayang...."ucap Denada sambil tersenyum manis kepada vany.
"Kapan kalian akan menikah Vin?"ucap Denada yang tiba-tiba serius.
"Kalo aku siap kapan saja mah...hanya saja stevany memerlukan waktu untuk hal ini"ucap Kevin serius .
"Kenapa Vin?mama Sangat ingin stevany menjadi menantu mama? Mama ingin segera mengendong cucu? Bukankah kalian saling mencintai?"tanya Denada geram karena cara kerja anaknya yang lambat mendapatkan perhatian dari vany.
__ADS_1
"Mah..., Aku bukan nya gak mau menikah dengan vany . Hanya saja mama pasti tau alasan vany mengapa dia selalu menolak aku"ucap Kevin.