BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bertemu Kembali eps 44


__ADS_3

Pernikahan di adakan sangat sederhana. Karena ini adalah permintaan Sila untuk untuk mengadakan pernikahan yang hanya di hadiri oleh kluarga saja.


Setelah sah menjadi istri Tono. Sila berpamitan kepada ibu nya karena ia harus mengikuti suaminya untuk tinggal di rumah Tono, begitu juga dengan Hanan anak Sila.


"Bu ,maafin Sila ya, kalau selama ini Sila dan Hanan di sini ngerepotin ibu. Sekrang Sila harus pergi ninggalin ibu sendirian lagi." Ucap Sila dengan mata yang berkaca kaca karena sangat sedih akan meninggalkan ibu nya.


"Hei. Kamu kenapa ngomong gitu. Kamu kan anak ibu. Ibu sama sekali ngga merasa di repotin sama anak ibu sendiri. Apa lagi Hanan. Ibu malah seneng , karena adanya kalian berdua ibu jadi ngga kesepian. Ya walaupun sekrang ibu sendirian lagi." Ucap ibu juga yang sudah mulai meteskan air matanya.


Semua orang yang berada di situ ikut meneteskan air mata melihat perpisahan antara ibu dan anak nya. Ya ,itu adalah momen yang sangat meyedihkan. Walaupun rasanya sangat berat, tetapi itu sudah menjadi kewajiban sang istri untuk mengikuti suaminya.


"Aku berjanji bu, akan sering sering membawa Sila dan Hanan datang kesini untuk menjenguk ibu. Dan aku juga berjanji akan menjaga mereka berdua dengan sangat baik. Ibu percayakan mereka sama aku bu." Ucapa Tono yang ikut berpamitan sambil menggenggam tangan ibu Sila.


"Iya nak Tono. Ibu sangat percaya sama kamu.Ibu yakin ,kamu bisa menjaga mereka dengan baik, karena kamu adalah orang yang bertanggung jawab." Ucap ibu kepada Tono dengan senyuman yang sangat indah.


"Baik bu kalo begitu kita pamit yah. Hanan ayok salim sama nenek." Ucap Tono menyuruh Hanan untuk berpamitan kepada nenek nya.


"Nek Hanan pergi dulu sama mamah sama ayah ya nek. Nenek hati hati di rumah." Ucap anak kecil itu sambil menyalami tangan nenek nya.

__ADS_1


"Iya Hanan. Hanan juga yang pinter ya. Hanan ngga boleh nakal nakal di rumah ayah Hanan." Ucap nenek dengan menciumi pipi Hanan.


"Bu, Sila pergi ya. Jaga diri ibu baik baik." Ucap Sila juga memeluk ibu nya.


"Iya nak kamu juga hati hati ya."


"Bu Nadia, kami pamit ya. Maaf ,anak ibu kami bawa dulu." Ucap Bu Tinah juga ikut memeluk besanya.


"Iya bu Tinah, Hati hati ya di jalan."


Setelah selesai berpamitan ,mereka segera meninggalkan kontrakan ibu nya Sila. Walau dengan perasaan sedih Sila menghapus air mata nya. Walaupun ia meninggalkan ibu nya,tetapi sekrang ia juga sudah mempunyai suami yang harus ia patuhi.


Setelah mereka masuk kedalam rumah ,ibu dan bapak Tono langsung berpamitan untuk segera kembali ke kampung halamanya.


"Nak. Ibu sama bapak langsung pulang ya." Ucap bu Tinah kepada anak nya.


"Loh ,kenapa cepet banget bu. Kenapa ngga nginep dulu beberapa hari lagi." Ucap Tono .

__ADS_1


"Iya bu, pak, kenapa ngga nginep dulu. Memang nya ibu sama bapak ngga kecapean nanti kalo langsung pulang." Ucap Sila juga yang seperti tak setuju, jika mertuanya itu langsung pulang ke kampunya ,dengan alasamln takut mereka kecapean karena perjalanan yang jauh.


"Ngga papa sil. Kita ngga capek kok. Lagian,ibu sama bapak sudah lama meninggalkan ladang dan hewan ternak kita. Takut kalo kita kelamaan disini ladang dan hewan ternaknya ngga ada yang ngurusin. Nanti malah kita ngga jadi panen. Lagian keinginan Tono untuk menikahi kamu kan juga sudah terwujud nak. Jadi, sekrang kalian nikmati masa masa berduanya." Ucap ibu Tinah sedikit menggoda Sila.


Sila hanya bisa memerah karena merasa malu dengan ucapan ibu mertuanya itu."Ibu bisa aja." Ucap Sila.


"Ya udahlah kalau kalian memaksa mau pulang mau gimana lagi. Yang penting hati hati ya." Ucap Tono yang akhirnya membiarkan kedua orang tuanya untuk pulang.


"Iya nak. Ya udah kalau gitu kita pamit ya." Ucap mereka dan langsung meninggalkan rumah Tono setelah mendapa jawaban iya dari anak nya.


...----------------...


Hari berganti hari telah berlalu. Sila sudah tidak pernah merakasan kesedihan lagi. Sekarang Sila sangat bahagia karena memiliki suami yang sangat menyayangi nya. Begitu juga dengan Hanan, Ia juga sangat bahagia karena sudah memiliki ayah yang juga sangat menyayangi nya.


Hari hari mereka lalui dengan penuh kegembiraan. Karena dulu mereka yang sudah berpisah ,sekarang akhirnya mereka di pertemukan kembali. Sila sudah mengubur dalam dalam masa masa pahitnya. Ia tidak akan pernah mengingatnya kembali karena sekrang sudah ada orang yang selalu bisa membahagiakanya.


Tamat.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mau baca novel ini. Ya walaupunn kadang saya sampai setres memikirkan gimna akan kelanjutanya. Tapi karena otak saya yang mulai penuh,jadi saya tamat kan dulu novel nya.Semoga aja nanti saya bisa memperpanjang ceritanya ya teman teman🙏❤


__ADS_2