BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bab 73


__ADS_3

"Sayang mama tau kamu belum siap untuk menikah, sekali lagi mama tanya sama kamu apakah kamu tidak ingin pernikahan yang megah?"ucap Siska sambil memegang tangan Vany karena Siska tau bagaimana sifat stevany.


"Mah.... Vany tidak ingin pernikahan yang megah. Untuk apa pernikahan yang megah? jika sederhana saja sudah cukup membuat ku bahagia"ucap vany sambil tersenyum.


"Baiklah, kami semua setuju dengan persyaratannya. Tapi ingat lah satu hal sayang jangan pernah berfikir untuk bercerai kalau tidak di ceraikan oleh kematian"ucap Denada.


"Iya mah... makasih"ucap vany sambil tersenyum.


.


.

__ADS_1


.


Seminggu telah berlalu dan hari ini adalah hari spesial untuk Kevin dan Stevany yang di adakan secara sederhana dan hanya orang terdekat saja yang di undang ke acara pernikahan mereka.


Kevin menggunakan tuxedo berwarna abu-abu lengkap dengan dasi kupu-kupu nya. Rambutnya hari ini juga sangat klimis. Dan wajahnya benar-benar cerah seperti tanpa ada beban mental sedikitpun yang menghinggapi nya. Kata pertama yang keluar saat semua orang melihat Kevin hari ini adalah "tampan".Setelan tuxedo tersebut sangatlah cocok ditubuhnya yang tinggi dan juga atletis.


Sementara stevany begitu cantik dan anggun berbalut kebaya berwarna putih tulang dengan aksen payet yang sangat indah lengkap dengan sarung tangan khas pengantin menampakkan bentuk badan yang profesional dan sexy. Di tambah dengan Makeup hari ini benar-benar sangat sempurna, membuat dirinya sangat memukau pada hari yang bersejarah ini.


Sementara Stevany hanya tersipu malu ketika Kevin memujinya, Stevany juga sangat memuji penampilan Kevin sangat tampan hari ini walaupun tidak di ungkapkan seperti kevin.


Tidak terasa sebentar lagi dia akan menjadi istri Kevin Alvaro Dewantara. Seminggu sebelum hari pernikahan mereka,baik vany maupun kevin sudah sepakat untuk saling menerima dan mulai membuka lembaran baru. Stevany tidak lagi membantah atau pun menolak Kevin, mungkin Tuhan menginginkan dirinya untuk bahagia sebelum dia dipanggil menghadap sang pencipta.

__ADS_1


"Pengantin pria dan wanita dipersilahkan memasuki Gereja" ucap sang liturgi dan suara musik pun berbunyi.


Kevin dan Stevany masuk ke dalam Gereja dengan menggandeng lengan Kevin. Semua mata tertuju kepada mereka berdua, ada perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata dimana orang tua mereka sangat bahagia menyaksikan hari yang mereka di tunggu-tunggu.


Kevin dan Stevany berjalan dengan pelan dimana vany membawa 1 buket bunga di tangannya.Bunyi musik yang diiringi dengan suara lonceng Gereja, menjadikan nya terdengar sangat suci di telinga setiap orang yang mendengar nya.Para tamu undangan langsung berdiri dan memberikan senyum turut berbahagia pada pengantin. Dan sampai lah di bangku yang sudah di sediakan untuk kami berdua. Rangkaian acara pun dimulai hingga tiba saatnya Sang Pendeta di depan kami sedang memberikan Firman-Firman mengenai pernikahan.


"Kevin Alvaro Dewantara apakah anda bersedia berjanji di hadapan Tuhan dan juga manusia untuk menerima Stevany Della Winata menjadi istri dan pendamping hidup anda baik di dalam suka maupun duka, dalam susah maupun senang, dalam sehat maupun sakit, dalam kaya maupun miskin, dan berjanji akan setia serta menghormati nya sebagai pendamping hidup anda hingga maut memisahkan?" Tanya sang Pendeta kepada Kevin.


"Iya. Saya Kevin Alvaro Dewantara bersedia berjanji di hadapan Tuhan dan juga manusia untuk menerima Stevany Della Winata menjadi istri dan hidup saya baik di dalam suka maupun duka, dalam susah maupun senang, dalam sehat maupun sakit, dalam kaya maupun miskin dan berjanji akan setia serta menghormati nya sebagai pendamping hidup saya sampai maut memisahkan." Jawab Kevin tegas dan tenang.


Untuk beberapa saat aku melihat dirinya mengucapkan janji tersebut dengan tenang dan juga tegas. Hingga aku kembali tersadar bahwa Kevin melihat sekilas ke arahku dan memberikan tatapan yang hangat dan seketika jantung ku berdebar sangat kencang .

__ADS_1


__ADS_2