BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bab 77


__ADS_3

"Sayang hari ini kita akan berangkat ke Jerman"ucap Kevin sambil menatap istrinya yang sedang makan.


"Kita ngapain pergi ke sana?"tanya vany sedikit terkejut.


"Untuk berobat sekalian kita honey moon sayang"jawab Kevin.


"Loh kenapa harus buru-buru sih?aku belum lagi izin dari kantor?"ucap vany.


"Tenang saja sayang, suamimu sudah membereskan semuanya. Jadi kita tinggal berangkat ke Jerman"ucap Kevin sambil tersenyum.


"Terserah kau saja, tapi sebelum kita pergi aku mau izin sama keluarga kita,boleh kan?"ucap vany.


"Kamu ini kayak mau pergi tapi gak pulang-pulang"ucap Kevin sambil mengelus rambut vany.


"Yah gakpapa, emang gak boleh?"tanya vany sambil mengerucutkan bibirnya.


"Boleh dong sayang masak gak boleh"ucap Kevin sambil tertawa kecil melihat tingkah vany.


Waktu menunjukkan pukul 12:30, Vany dan Kevin sedang berada dikediaman Dewantara.


"Gimana sayang malam pertama?"ucap Siska pelan.


Siska semalam memang bermalam di rumah Denada karena sudah larut malam jadi Denada memaksa Siska untuk menginap di rumah nya.


"Apaan sih mah?"ucap vany malu.


Denada yang berada di situ pun ikut tersenyum mendengar perkataan Siska.


"Kamu yah sis, jadi malu kan menantu ku"ucap Denada.


Mendengar perkataan Denada membuat wajah vany semakin merah.

__ADS_1


"Mah...., Lihat kan istri ku jadi malu "ucap Kevin sambil memeluk Vany.


"Ehm...., bilang aja kamu mau modus sama istri mu"ucap Denada sambil tertawa dan membuat semua yang ada di sana pun ikut tertawa.


"Gak papa lah modus sama istri sendiri"ucap Kevin dengan penuh percaya diri.


"Kevin,aku malu tau.....disini banyak orang"ucap vany pelan sambil melepaskan pelukan kevin.


"Kenapa harus malu sayang? wajar dong sayang, apa lagi kita baru menikah?"ucap Kevin dengan tidak tau malu.


Mendengar perkataan Kevin membuat vany langsung mencubit perut Kevin dan menatap tajam ke Kevin.


"Ok sayang, aku diam"ucap Kevin sambil memegang perutnya.


Sementara yang lain tertawa kecil melihat tingkah laku pengantin baru mereka.


"Mah,pah,kami pamit yah"ucap Kevin dan Stevany berganti.


"Iya sayang, kami pasti akan merindukan kalian"ucap Siska.


"Sayang bilang sama mama kalo Kevin macam-macam sama kamu. Biar mama yang akan menghukumnya nanti."ucap Denada sambil menatap tajam ke Kevin.


"Mama tenang saja aku akan menjaga vany"ucap Kevin sambil tertawa kaku. "Iya kali aku macam-macam sama vany. Dan kalo sampai aku macam-macam yang ada dia gak akan kasih aku jatah"ucap Kevin dalam hati.


"Yah udah, nanti kalian ketinggalan pesawat jika kalian masih disini"ucap Denis.


"Iya pah...., Kita berangkat yah "ucap Kevin.


"Ingat Vin oleh-olehnya harus ada"ucap Denada semangat.


"Iya mah, tenang saja kami akan berusaha keras"ucap Kevin sambil masuk ke mobil.

__ADS_1


"Ok sayang,kami akan selalu mendoakan kalian"ucap Denada sambil tersenyum.


Sementara didalam mobil


"Mama memang mau oleh-oleh apa Vin?kok semangat banget mama tadi bilang nya"ucap vany yang masih bingung dengan ucapan mertuanya tadi.


"Sayang mama itu minta oleh-oleh cucu maka dari itu kita harus berkerja keras agar mereka tidak kecewa sayang"bisik kevin dengan santai.


Seketika jantung vany berdebar kencang dan wajah nya merah. Stevany hanya tersipu malu dan tidak berbicara apa-apa.


"Loh kita mau kemana Vin?"tanya vany karna dia tau jalur ke bandara bukan lewat sini.


"Sayang kita mau pergi ke makam papa"ucap Kevin sambil tersenyum.


"Makasih sayang, aku hampir melupakannya"ucap vany senang.


"Kamu bilang apa tadi sayang?"ucap Kevin yang sedikit terkejut mendengar perkataan vany.


"Emang aku bilang apa?aku cuman bilang aku hampir melupakannya"tanya vany pura-pura gak tau apa-apa.


"Bukan yang itu sayang, tapi yang sebelumnya"ucap Kevin.


"Gak ada kok,aku gak bilang apa-apa"ucap vany mengerjain Kevin .


"Yah sudah lah kalo kamu gak mau bilang"ucap Kevin sedikit kecewa.


"Makasih sayang"ucap vany sambil menggenggam tangan Kevin.


Mendengar perkataan vany seketika Kevin tersenyum melihat vany dan berkata "coba katakan lagi sayang".


"Makasih sayang"ucap vany sambil tersenyum.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut Kevin langsung memeluk Vany dengan erat dan berkata "bisakah kamu terus memanggil ku seperti itu?".


"Baiklah, aku akan mendengarkan suamiku"ucap vany sambil tersenyum. Setelah vany mendengar perkataan Kevin tentang papanya, membuat dirinya yakin bahwa Kevin adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk membahagiakan dirinya.


__ADS_2