BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bab 80


__ADS_3

"Terimakasih sudah mau menceritakan hal ini kepada ku. Aku juga ingin perpesan kepada mu,jika aku nanti sudah tiada,aku mohon sama kamu tolong jaga suami ku. Aku tau kamu adalah sahabatnya Kevin sekaligus sudah aku anggap sebagai Abang ku sendiri walaupun kita bukan saudara kandung . Aku mohon sama mu Dimas untuk selalu berada di samping suamiku karna aku tau jika aku telah tiada dia pasti akan sangat down "ucap vany sedih.


"Dengar lah Stevany Della Winata Aku berharap kalian bisa menua bersama Van, Tuhan pasti kasih yang terbaik untuk kalian berdua. Dan kamu harus semangat untuk kesembuhan mu, jangan pernah berkata yang tidak-tidak. Terkadang Tuhan menguji kita karna kita mampu menghadapi ujiannya"ucap Dimas tegas.


"Tapi aku merasa waktu ku sudah tidak banyak lagi......"ucap vany sambil menagis.


"Berhentilah menangis, cobalah untuk lebih tegar dan serahkan semuanya kepada Tuhan. Kamu adalah wanita yang kuat Van"ucap Dimas sambil memberi sapu tangan.


"Terimakasih kasih. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku sangat sensitif sekali"ucap vany sambil menghapus air matanya dan tiba-tiba teleponnya berbunyi.


"Kamu dimana sekarang Vany?aku dengar kamu mau berangkat ke Jerman ? kenapa tidak memberi ku kabar? apakah kamu sudah melupakan sahabatmu ini?"ucap Anggita dengan banyak sekali pertanyaan.


"Kalo ngomong itu satu-satu Anggita"ucap vany sambil tersenyum karna mendengar ocehan sahabatnya.


"Hehehe.....,habisnya kamu gak kasih tau aku"ucap Gita sambil cengengesan.


"Kan kamu juga sekarang sudah tau aku mau pergi ke Jerman. Aku titip mama ku yah git"ucap vany dengan nada bercanda.


"Kalo bukan karna di kasih tau Leo,aku juga gak akan tau kamu sedang ada urusan ke Jerman aku juga gak tau loh stevany"ucap Gita kesal.

__ADS_1


"Maaf, aku juga taunya tadi pagi dari Kevin"ucap vany.


"Yah udah kamu lagi dimana sekarang?aku mau menyusul"ucap Gita.


"Aku lagi di bandara, lagian kalo kamu menyusul juga gak keburu karna 30 menit lagi aku akan berangkat"ucap vany.


"Kan....,kamu gak asik padahal aku pengen jumpa sama kamu"ucap Gita sambil mengerucutkan bibirnya.


"Yah sudah Gita,kamu itu kayak kita gak akan jumpa lagi"ucap vany.


"Yah udah deh, Kevin mana?aku ingin memarahinya . ucap Gita.


"Jadi kamu berangkat sendiri? bisa-bisa dia meninggalkan mu sendiri. Lihat saja nanti aku pasti akan memarahi dia"ucap Gita.


"Sudah Git, aku yang mau berangkat sendiri"ucap vany.


"Yang sudah lah, jika kamu berkata seperti itu"ucap Gita pasrah.


"Sudah dulu yah git,aku ingin bersiap-siap"ucap vany.

__ADS_1


"Baiklah Van, telpon jika sudah sampai di sana"ucap Gita.


"Ok Gita sayang"ucap vany sambil mematikan teleponnya.


.


.


.


Pesawat yang membawa stevany telah pergi terbang menuju Jerman.


Ditempat yang berbeda Dimas sudah tiba di perusahaan Kevin,sementara Kevin masih rapat. Waktu menunjukkan pukul 19:00 dimana Kevin baru menyelesaikan rapatnya.


"Huff...., Sial aku tidak menyangka rapatnya akan selama ini"ucap Kevin.


"Benar Vin, aku juga gak menyangka. oh iya Vin, kamu akan berangkat sekarang?tau besok pagi?"ucap Dimas yang selalu berada di sampingnya.


"Aku ingin berangkat sekarang Dim. Perasaan ku seperti tidak tenang"ucap Kevin gelisah.

__ADS_1


__ADS_2