
"Masak baru beberapa jam berpisah sudah gak kuat aja"ledek Dimas.
"Aku juga gak ngerti Dim. Hanya saja aku merasa tidak tenang seperti akan terjadi sesuatu!"ucap Kevin.
"Yah udah,aku pesan kan tiket untuk mu sekarang"ucap Dimas.
"Hm..."ucap Kevin sambil berfikir apakah vany baik-baik saja disana.
.
.
.
Di tempat yang berbeda telah terjadi bencana jatuhnya pesawat di laut tengah menuju Muenchen, Jerman . Banyak reporter yang berdatangan ke area terjadinya kecelakaan tersebut. Pesawat yang membawa penumpang lebih dari 5,75 juta penumpang di dalamnya termasuk stevany juga berada di dalamnya.
Reyhan yang siap-siap ingin pergi ke bandara untuk menjemput Kevin dan Stevany ,membuat Rey seketika terdiam mendengar kabar tersebut. Reyhan langsung menghubungi Kevin mana tau beritanya hoax, seperti yang sering terjadi di Indonesia banyak sekali berita-berita hoax.
"Angkat dong Vin, jangan buat aku takut"ucap Reyhan cemas.
__ADS_1
"Akhirnya kamu angkat juga telpon ku Vin!"ucap Reyhan lega karena sahabat tidak ikut dalam pesawat tersebut.
"Kenapa Rey? Kok nada mu seperti sedang panik?"ucap Kevin .
"Syukurlah kamu dan Stevany tidak jadi pergi ke Jerman"ucap Reyhan.
"Loh, kamu belum jumpa sama vany? Aku memang gak ikut sama vany karna ada rapat di perusahaan"ucap Kevin.
"Kamu serius Vin? Vany jadi datang ke Jerman?"ucap Reyhan terkejut.
"Serius Reyhan...!apaan sih kamu ini kok aneh banget?, sudah sana pergi jemput vany? Mungkin saja dia sudah menunggumu di bandara. Ingat jangan buat dia menunggu lama! Dan aku juga sekarang sedang dalam perjalanan menuju bandara. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan vany"ucap Kevin senang.
"Rey...., Kok diam sih"ucap Kevin.
"Jadi begini Vin,aku ada kabar buruk,tapi kamu harus janji tenangkan diri mu!"ucap Reyhan.
"Tenang gimana sih Rey?,ada kabar buruk apa sih?, jangan buat aku makin penasaran deh...?"ucap Kevin kesal karna sahabat membuat dia penasaran.
"Jadi begini Vin,aku melihat di televisi telah terjatuh pesawat yang membawa penumpang dari Indonesia ke Jerman"ucap Reyhan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Reyhan seketika jantung Kevin berdetak dengan cepat bagaikan di sambar petir.
"Apa kamu bilang Rey?kamu jangan bercanda deh Rey?"ucap Kevin mencoba untuk tetap tenang.
"Aku gak lagi becanda Vin. Aku serius"ucap Reyhan.
"Gak....gak mungkin.... Vany pasti baik-baik saja"ucap Kevin dengan nada gemetar dan terduduk di lantai.
"Kenapa Vin? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian menyebut nama vany?"ucap Dimas.
"Cepat sediakan jet pribadi untuk ku dan jangan lupa bawa beberapa orang untuk ikut dengan ku"ucap Kevin tegas,dia tidak ingin bersedih lebih baik dia segera pergi dan mencari tau kebenarannya .
"Ada apa sebenarnya Vin? Kenapa pake jet pribadi dan kenapa bawa beberapa orang?"ucap Dimas samakin penasaran.
"Aku gak tau pasti benar atau tidaknya akan berita terkait pesawat yang ditumpangi vany mengalami kecelakaan Dim. Untuk itu aku tidak ingin menunda waktu lagi aku harus segera kesana!"ucap Kevin.
"Astaga, bagaimana ini bisa terjadi? Baik Vin aku akan menyiapkan semua dan aku akan ikut bersama mu "ucap Dimas.
"Tidak perlu Dim, lebih baik kamu disini saja. Aku minta tolong pada mu untuk memberitahukan hal ini kepada orang tua ku dan juga mama Siska dan aku akan menitipkan perusahaan ku untuk kamu urus"ucap Kevin.
__ADS_1
"Baiklah, jika mau mu seperti itu!"ucap Dimas pasrah.