
Untuk beberapa saat aku melihatnya dia mengucapkan janji tersebut dengan tenang dan juga tegas. Hingga aku kembali tersadar bahwa Kevin melihat sekilas ke arahku dan memberikan tatapan yang hangat dan seketika jantung ku berdebar sangat kencang .
Dan kini tiba giliran ku untuk mengucapkan janji suci. Tuhan engkau telah mengijinkan aku bahagia, yakinkahlah aku dan tolonglah aku untuk segala masalah di dalam hidup ku. Karna aku hanya menginginkan pernikahan sekali dalam seumur hidupku..
"Stevany Della Winata apakah anda bersedia berjanji di hadapan Tuhan dan juga manusia untuk menerima Kevin Alvaro Dewantara sebagai suami dan pendamping hidup anda baik di dalam suka maupun duka, dalam susah maupun senang, dalam sehat maupun sakit, dalam kaya maupun miskin dan berjanji akan setia serta menghormati nya sebagai suami dan pendamping hidup anda hingga maut memisahkan?" Tanya si Pendeta kepada vany
"Iya, saya Stevany Della Winata berjanji di hadapan Tuhan dan juga manusia untuk menerima Kevin Alvaro Dewantara sebagai suami dan pendamping hidup saya baik di dalam suka maupun duka, dalam susah maupun senang, dalam sehat maupun sakit, dalam kaya maupun miskin dan berjanji akan setia serta menghormati nya sebagai suami dan pendamping hidup saya hingga maut memisahkan"ucap vany dengan lembut dan penuh keyakinan.
Dan Sang Pendeta memberkati mereka dengan mengulurkan tangan nya kedepan di atas kepala vany dan juga Kevin yang kini tengah bersimpuh menundukkan sedikit kepala di atas altar.
"Dengan ini kalian telah resmi dihadapan Tuhan dan juga manusia sebagai pasangan suami-istri, apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia dan hanya dipisahkan oleh kematian. Diberkatilah kalian, dan beranak cuculah dan penuhilah bumi, taklukanlah semuanya itu, Amin." Ucap Sang Pendeta kepada vany dan Kevin.
Suara tawa haru bahagia serta tepuk tangan dari para tamu undangan pun terdengar dan Kevin membantu vany untuk kembali berdiri.
"Kini sang pengantin pria boleh mencium sang
__ADS_1
pengantin wanitanya" ucap Liturgi.
Dengan singgah Kevin meraih vany ke dalam pelukan nya lalu sedikit mendorong kebelakang, lalu terdiam menatap mata vany dengan penuh cinta dan kemudian Kevin menciumku dengan lembut hingga membuat aku terbuai.Ada rasa nyaman yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.
Semua orang yang menyaksikan kami pun bersorak dan bertepuk tangan .
"Siska akhirnya anak kita menikah juga,aku benar-benar bersyukur dan bahagia sekali karena anak ku menikah dengan vany anak kamu"ucap Denada sambil menagis bahagia.
"Iya Denada, aku juga bahagia sekali. Aku juga tidak menyangka akhirnya aku bisa melihat anakku menikah"ucap Siska sambil menagis bahagia.
.
.
.
__ADS_1
"Iya dong siapa dulu.... Kevin...., emang kayak situ punya pacar kok gak jelas "ucap Kevin sambil menoleh ke Leo.
"Apaan sih kamu Vin...., Jangan sindir sahabat aku yah, dia itu anak baik-baik tau gak"ucap vany meledek.
"Sayang kok kamu belain sahabat kamu dari pada aku suami kamu"protes Kevin.
"Siapa suruh kamu bawak-bawak sahabat aku?"ucap vany santai.
"Sudah…. sudah.... Jangan bertengkar udah nikah juga "ucap Anggita.
"Udah sayang kamu gak usah dengerin mereka"ucap Leo sambil bermesraan di hadapan Vany dan Kevin.
"Udah deh...,kalo mau ..... cepat nikahin sahabat ku lah. Entah nyesal di ambil orang"ucap Kevin.
"Udah deh, gak usah urusin urusan orang. Ingat jaga vany jangan pernah kamu sakiti dia,kalo sampek itu terjadi aku gak akan tinggal diam"ucap Leo.
__ADS_1
Melihat perdebatan mereka semakin panas akhirnya vany berkata "sudah..., sudah jangan berantem mulu gak malu apa dilihat orang".
"Iya ni, mereka kayak anak kecil aja"ucap Anggita kesal melihat mereka terus berantam.