BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bela masuk ke rumah sakit


__ADS_3

"Ya aku suka". Jawab Steven dengan mudahnya


Hal ini membuat semua keluarganya tercengang mendengarnya


"K ka kamu kenapa bisa menyukainya apa kamu kamu mencintainya".goda Hendrik


"Ya aku suka, cinta itu apa sih gak ngerti". Jawab Steven


"Nanti kalau kamu dewasa juga kamu ngerti koq". tutur Hendrik


Steven hanya manggut manggut saja, lalu mereka pun melanjutkan makan malamnya


...****************...


Keesokan harinya


Steven tidak ingin pergi sekolah karena Bela sakit, jika Bela sakit berarti Steven akan sendiri. Bu Lusi sudah tau kemampuan geniusnya Steven jadi Bu Lusi membiarkan Steven bebas untuk masuk atau tidak sekolah karena ia jarang masuk pun sekali ulangan paling cepat dan dapat nilai yang sempurna


balik lagi ke Steven


Lalu Steven pun datang ke kamar Bela, saat melihat Bela yang sangat lemah sekali di atas kasur. Membuat hatinya serasa di cabik cabik sungguh miris melihat sahabatnya berbaring lemah.


"Lu kapan sembuhnya si Bel?".lirih Steven sambil menatap sendu pada Bela yang sedang tidur lelap


"Yasudah deh gua nemenin lu disini " ucap Steven


Lalu ia pun berjalan mendekati kasur Bela, ia berjalan menuju kasur Bela, sesudah berada di sampingnya ia pun memegang kening Bela


"Waduh ini ini panas banget". Panik Steven


Kepanikan Steven saat akan ada yang masuk ke dalam kamar bela, Steven belum sempat ia bersembunyi pintu sudah di buka


Ceklek


"Loh koq ada Steven disini lewat mana kamu nak?". terkejut Mia dan dia pun bertanya


"Hmmm maaf Bunda, aku lewat Jendela biar cepet nengok Belanya, dan ternyata keningnya panas". Ucap Steven


Mia mendengar itu langsung memeriksa dan benar apa yang dikatakan oleh Steven. Ia memeluk tubuh Steven untuk mencari bantuan


"Tolongin Bunda nak, Bunda harus apa sekarang hiks bunda gak k.....".


gubrak


Steven membelakakkan matanya


"Bundaaaa".teriak Steven dengan panik, lalu ia pun segera memanggil anak buahnya menuju ke rumahnya


"Cepat bawa pengawal kesini".teriak Steven, mendengar teriakan Steven membuat seisi rumah bertanya tanya termasuk keluarga besarnya


"Ada apa ini Steven". Tanya Sion pada putranya


"Dady bunda pingsan dan Bela panas tinggi". balas Steven dengan wajah khawatirnya


Sivani mendengar Bela panas tinggi langsung berdiri tampak sekali wajah khawatirnya


"Ayo cepat kita kesana". titah Bela


Singkat cerita mereka sudah berada di depan rumah


"Tuan".ucap pengawal membawa Bela


"Cepat bawa mereka ke dalam mobilku".titah Sion


"Baik tuan".ucap pengawal


Singkat cerita


Bela dan Mia sudah berada di rumah sakit

__ADS_1


Keluarga Davis begitu panik saat mendengar jika Bela dan Mia apalagi ia tengah mengandung saat ini berada di rumah sakit takut terjadi apa apa pada mereka


Terlihat jika Sivani yang nampak sangat khawatir sekali, padahal mereka berdua hanya tetangga namun baginya sudah di anggap keluarga


Tak lama suami atau Cheky pun datang, dia nampak tegar sekali dan diikuti oleh keluarga darinya dan juga istrinya


"Apa adik saya di ruangan ini". Tanya seorang wanita sekitaran 40 tahunan menggendong anak perempuan yang berusia sekitar 2 tahun


"Ya betul apa kalian keluarga dari mbak Mia" . Tanya Silivia


"Ya saya kakaknya yang pertama, dan adik yang di rawat ini adalah adik saya yang kedua, apa boleh saya masuk?". Tanya Wanita ini dengan wajah sedih


Silivia hanya terdiam tanpa berkata apa pun kemudian Sivani pun menghampiri mereka berdua


"Tenang nak, adikmu sedang di periksa dulu jadi jangan masuk dulu ya".ucap Sivani sambil menepuk pelan pundak Wanita ini


"Terimakasih bu udah bantu keluarga kami, nanti saya gantikan setelah gajihan saya cair di akhir bulan".ucap tulus Wanita tersebut


"Gak gak usah".elak Sivani


"Ta ".belum sempat selesai bicara wanitan ini di potong oleh Sean


"Udah gak usah".ucap Sean pada Wanita tersebut


Sementara Cheky duduk di luar bersama Sion


Sion melihat Cheky yang begitu tegar namun dalam matanya seperti tersirat rasa kesedihan


"Sabar bro, nanti juga binih lu segera pulih". Ucap Sion sambil menepuk pelan bahu Cheky


"Terimakasih untuk semuanya". Ucap tulus Cheky


"Ya elah santay aja broh kaya ke siapa aja".ucap Sion


Sion berusaha untuk menghibur Cheky agar tidak berlarut dalam kesedihan


Sementara Steven


Lalu ada seseorang menghampiri


"Udah santai aja, Bela pasti kuat koq kita hanya bisa berdoa, dan aku balas semua ini yang membuat adik sepupu ku marah". Ucap seorang laki laki berusia 14 tahun, dan dia begitu marah saat melihat adik sepupunya terbaring lemah


Steven terkejut terutama saat melihat sorot matanya yang memang sangat memancarkan aura kebencian siapa sebenarnya orang ini


"Siapa lo". tanya Steven


"Kenalin gua kakak sepepunya Bela, keponakannya om Cheky nama gua Gibran". ucap Gibran


"Oh". Steven


"Ternyata kamu lebih parah ya sama abangku hahaha". ucap Gibran sambil tertawa renyah


"Ck gak usah lu sama samain ama abang lu". decak kesal Steven


"hmm kamu ini , oh ya nama kamusiapa". tanya Gibran


"Steven". Cepat Steven


Tiba tiba


Pintu pun telah di buka


"Keluarga nya Ibu Mia". Teriak dokter


"Saya dok suaminya bagaimana dengan keadaan istri dan anak saya yang disebelah dan juga kandunganyà".tanya Cheky yang masih dengan ketegarannya


"Alhamdulillah tidak terjadi apa apa dalam kandungannya, dan untuk putri anda dia terkena demam tinggi".Ujar Dokter


"Tapi keponakan saya gak demam berdarah kan dokter". Tanya Kakaknya Mia

__ADS_1


"Tidak bu". Jawab Dokter tersebut


"Pindahkan ke ruang VIP". titah Sean


"Baik tuan Davis saya mohon undur diri".


Setelah kepergian Dokter tersebut


"Eh, om ya Allah itu itu kan mahal, Chek ini gimana Chek mbak bingung mereka siapa".panik kakaknya Mia kemudian beralih pada adik iparnya, namun hanya mendapat senyumannya


"Anggaplah saya ini dady mu ". ucapan Sean dengan tulus


"Iya mbak, kamu sudah ku anggap sebagai kakak perempuan jadi kita adalah keluarga". Ujar Sion


"Ya ampun anak ini cantik sekali boleh momy gendong". pekik Sivani sangat antusias melihat seorang gadis kecil di gendongan kakak Mia


"Yaa ini anak saya yang kedua, kakanya lagi Sekolah dulu , ini boleh koq".ucap kakak Mia lalu memberikan anaknya


Sivani dengan senang hati ia menggendong balita umur 2 tahun


Singkat cerita mereka sudah berada di ruang VIP


Kini Bela dan Mia sudah siuman mereka memang tidak apa apa hanya saja keluarga Davis ini sangat khawatir pada mereka.


Sivani dan Sean di luar karena sedang mengasuh para keponakan Cheky dan Mia.


Tentu saja hal itu membuat mereka berdua tidak keberatan bahkan mereka semua sudah tampak akrab


"Granpa, Boleh aku main ke rumah grandpa kan kata om Cheky rumahnya Grandpa deket sama om aku". Tanya anak perempuan usianya sama seperti Steven 4 tahun. Namun bedanya anak perempuan ini sangat cerewet beda dengan Steven yang sangat pendiam


Sementara Sean dan Silivia dapat merasakan jika anak perempuan ini percis cucu kandungnya yaitu Steven yang sama sama berumur 4 tahun


"Boleh dong sayang, oh ya nama kamu siapa, soalnya Grandma lupa" ucap Sivani


"Aku namanya Sheila granpa". Jawab Sheila


"Ya ampun namanya bagus banget ya".puji Sivani namun entah mengapa hatinya begitu bergetar melihat anak tersebut


"Makasih".jawab Sheila sambil tersenyum lucu


"Sama sama sayang". Ucap Sivani


Melihat Sheila saat ini sedang bermain dengan sepupu sepupunya, Sivani langsung berbisik bisik pada Sean


"Dad kenapa anak ini mirip banget sama Steven apa jangan jangan dia kembaran Steven".bisik Sivani pada Sean


"Husss kamu ini sembarangan aja".jawab Sean sambil melotot pada istrinya


"Ya dicoba dulu siapa tau dia itu emang cucu kita dad".ujar Sivani dengan kekeh pada pendirinya


"Terserah kamu deh".pasrah Sean


Sementara Steven


Steven dan Gibran sedang berada di dalam ruangan, ia mengobrol dengan Gibran layaknya sebaya sembari matanya melirik ke arah kasur karena ada Bela yang sedang di suapi oleh Sion sementara Mia disuapi oleh suaminya


"Gib, kamu sekelas sama si Bela?" tanya Gibran


"Hmmm, ya aku sekelas sama dia". Jawab Steven


"Tolong jaga adek gua, ya karena dia itu suka dijaili sama orang orang yang gak suka sama si Bella, udah gua kasih peringatan tapi masih aja mereka ngebuli dia , pengen banget deh gua seret mereka". Ucap Gibran sambil mengepalkan tangannya seperti menahan amarah


"Ya tinggal lu culik". Ucap Steven


"Ya sih lu bener,tapi gua punya rencana sih gua pengen nanti pas wisuda kelas 6 kalian gua sebar video karena gua ada bukti kalau nyokapnya itu protistusi bro". Ucap Gibran


"Prostitusi? Bukannya itu menjual tubuh". tanya Steven


"Yoi lu bener, gua tau lu pinter makanya gua ngomong gitu". Ucap Gibran

__ADS_1


Steven hanya tersenyum tipis, mereka pun terus saja berbicara berbagai topik yang mereka bahas


Bersambung.....


__ADS_2