BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bab 69


__ADS_3

"Aaah, Vin....." ucap vany dalam kenimatannya.


"Iya sayang, aku senang jika kamu memanggil nama ku,aahhh...." Ucap Kevin sambil terus menggempur vany.


"Aahhh.....,aku seperti mau pipis." Ucap vany .


"Keluarkan saja sayang, ngga apa-apa." Jawab Kevin.


Kevin terus mempercepat gerakannya, dan dia juga sangat menikmati percintaan ini dengan stevany . Ini pertama kalinya Kevin melakukan hal ini walaupun dirinya playboy namun dia tidak pernah merusak masa depan seseorang hanya untuk kepentingan pribadi nya. Kevin tidak menyangka jika ini benar - benar nikmat, bahkan dia tidak percaya dia telah melakukan hal tersebut dengan orang yang dia cintai .


"Sayang, kamu benar-benar manis. Uuurgh.... aaah....." racau Kevin .


Mereka melakukannya selama lebih dari 2 jam. Sepertinya obat yang diberikan ke vany adalah obat dengan dosis tinggi.


Keduanya mencapai puncak ke nikmatan, lalu memulai lagi setelah beristirahat sebentar. Baik kevin maupun Vany seperti tidak ada capeknya .


"Ahh....,uuhhhh,.....aahhh " ucap vany.


Berkali-kali Kevin dan vany mendesah, menikmati percintaan mereka.Wajahnya maju ke depan dan meraup bibir vany yang manis. Mereka berciuman dengan penuh gairah. Dan sampailah....


"Aaah....,aku mau keluar aaah..." racau vany


"Bersama sayang, aku juga ingin keluar....aahhh.."Ucap Kevin terbata-bata mempercepat gerakannya untuk merangsang vany cepat mencapai punc@k klim@ksnya.


"Euuuuh, Vin.... aaah" ucap vany

__ADS_1


"Ahhh.... Euuhh…...vany.... ini benar benar nikmat sayang ahh....."ucap Kevin sambil memuntahkan laharnya di dalam rahim vany,tubuhnya menegang kuat melepaskan kenikmatan yang tiada tara.


Kevin melihat vany yang sudah tertidur akibat kegiatan panas mereka. Dia memperhatikan wajah vany yang damai ketika dia sedang tidur dan Kevin baru menyadari bahwa dahi vany luka dengan cepat dia mengambil P3K dan dengan telaten dia mengobati luka stevany.


"Aku minta maaf Van ..... Jika aku gak bisa jagain kamu"ucap Kevin yang baru selesai memakaikan kemeja putih untuk vany kemudian mencium dahinya .


Tiba-tiba ponsel Kevin berdering


"Bagaimana apakah sudah beres?"ucap Kevin sambil menoleh ke arah vany .


"Sudah Vin, mereka sudah saya masukkan ke dalam penjara dan mereka akan mendapatkan bayaran yang setimpal untuk apa yang mereka perbuat"ucap Dimas.


"Kerja yang bagus. Aku tidak ingin melihat mereka berkeliaran bebas, dan satu lagi segera siapkan berkas - berkas untuk pernikahan aku dan Stevany"ucap Kevin.


"Apa..? Jangan - jangan kamu dan dia sudah melakukan....."ucap Dimas.


Sementara Dimas tertawa mendengar perkataan Kevin dan berkata"Dia pasti malu makanya dia mematikan teleponnya ".


"Dasar tukang kepo "ucap Kevin kesal sekaligus malu. Dia pun kembali ketempat dimana vany sudah tertidur pulas kemudian memeluk Vany dengan sangat erat, ada rasa takut jika stevany akan syok dan semakin membenci dirinya .


.


.


.

__ADS_1


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 07:00 pagi, vany yang terbangun dari tidurnya merasa ada seseorang yang memeluknya dengan erat.


"Ah... Kepala ku sakit sekali"ucap vany mencoba bangun, dia terkejut melihat Kevin berada di sampingnya memeluk dirinya dengan erat.


Stevany mencoba mengingat apa yang terjadi kepadanya.


"Ah..., sial bisa - bisanya aku di jebak"ucap vany dalam hati dan dia juga mengingat kejadian semalam, bahkan dia samar-samar mengingat bagaimana dia dan Kevin melakukan pergulatan panas.


"Lebih baik aku pergi sekarang sebelum dia bangun"ucap vany pelan mencoba melepaskan pelukan kevin dan akhirnya terlepas.


"Akh..."ucap vany sambil terjatuh kelantai, dia merasa sakit di seluruh badan dan kaki sangat lemas, bahkan untuk berdiri saja dia tidak sanggup lagi.


"Sayang kamu kenapa?"ucap Kevin baru tersadar dari tidurnya ketika mendengar vany terjatuh.


Melihat vany yang sudah berada dilantai dengan singgap kevin menggendong vany dan mendudukkannya di kasur. Mata mereka saling bertemu tidak ada percakapan di antara mereka dan untuk memecahkan keheningan akhirnya Kevin berkata "Aku akan bertanggung jawab atas kejadian yang terjadi semalam"


"Tidak perlu, karna semua ini bukan salahmu"ucap vany mengalihkan pandangan.


Mendengar perkataan stevany membuat Kevin marah dan berkata " Apa maksud mu?"


"Apakah ucap ku kurang jelas?"ucap vany santai, padahal jauh di lubuk hati vany yang paling dalam,dia tidak ingin berkata begitu hanya saja dia tidak ingin menyusahkan Kevin karena rasa takutnya yang tidak bisa sembuh dari penyakitnya.


"Aku benar - benar gak habis pikir sama jalan pikiran mu Van!"ucap Kevin marah


Sementara stevany hanya diam saja.

__ADS_1


"Dengar stevany Della Winata!! kamu gak bisa menolak . Dimas sudah menyiapkan berkas - berkas kita dan untuk yang menjebak mu, mereka sudah aku bereskan"ucap Kevin sambil mendekati vany.


__ADS_2