
"Maksud kamu dia nolak kamu karna sakit yang sedang diderita nya begitu maksud kamu vin?"ucap Denada yang sedikit terkejut, dan berbicara dalam hati"yah ampun Denada bagaimana bisa kamu melupakan hal itu".
"Iya mah,aku sangat yakin sekali bahwa alasan dia menolak aku itu karena hal itu walaupun sebenarnya dia tidak secara langsung membilang kepada ku"ucap Kevin .
Sementara Stevany tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, awalnya vany datang kembali untuk mengambil handphone nya.
"Aku harus bagaimana sekarang Tuhan....."ucap vany sambil meneteskan air mata.
akhirnya vany pergi ke kamar mandi untuk menenangkan pikirannya.
Tak lama kemudian akhirnya vany datang "mana tante Denada ?"ucap vany karna tidak melihat tante Denada .
"Mama sudah pulang sayang, beliau tidak mau menganggu kita berduaan "ucap Kevin sambil tersenyum manis.
Sementara Stevany hanya diam saja dan mengabaikan perkataan Kevin dan berbicara dalam hati"aku harus bagaimana sekarang,aku tidak bisa membohongi diri ku sendiri jika aku memang benar-benar masih mencintai nya namun di sisi lain aku tidak ingin mereka kesusahan hanya karna diri ku".
"Kok...diam sayang?"ucap Kevin sambil memeluk vany dari belakang.
Sementara Stevany berbalik badan dan memeluk Kevin. Kevin yang terkejut melihat vany yang seperti ini merasa senang karena stevany tidak pernah melakukan hal seperti ini semenjak mereka bertemu kembali.
"Aku sangat merindukan Sikap mu yang seperti ini vany"ucap Kevin dalam hati sambil membalas pelukannya.
__ADS_1
"Sekarang kamu minum dulu yah sayang, perkejaan ku tinggal sedikit lagi setelah itu aku akan mengantar mu pulang"ucap Kevin sambil menatap vany .
"Hm"ucap vany sambil duduk.
Di tempat yang berbeda Gita sudah berada di rumah sakit tempat di mana pacar nya berkerja.
"Sayang aku kangen banget sama kamu"ucap Gita sambil memeluk Leo .
"Kamu gak bilang kalo udah di sini sih"ucap Leo sambil membalas pelukan gita.
" Namanya aku mau kangen sama Kamu. udah selesai kerja nya sayang?"ucap Gita.
"Udah ini mau jemput kamu kian"jawab leo.
"Hm..."jawab Leo sambil berjalan ke luar dari ruang kerjanya.
"Sayang,besok aku kenali kamu sama sahabat ku yah, kamu besok sibuk atau enggak?"tanya Leo sambil mengendarai mobil.
"Aku gak sibuk kok sayang,itu yang kemarin kamu ceritakan ke aku kan?"ucap Gita.
"Iya sayang"ucap Leo sambil tersenyum.
__ADS_1
Didalam mobil stevany dan Kevin sedang dalam perjalanan kerumah stevany.
"Sayang..."ucap Kevin memecah keheningan.
"Hm..."ucap vany sambil melihat ke Kevin.
"Kamu udah putuskan akan pergi ke Jerman kapan?"ucap Kevin sambil sesekali melihat ke arah vany.
"Bisa gak Vin aku gak perlu ke Jerman?"tanya vany.
"Kenapa kamu gak mau ke Jerman?"ucap Kevin sambil memberhentikan mobil dan menatap vany.
"Aku mana ada uang sebanyak itu untuk pergi ke Jerman. Aku juga udah gak bisa balapan untuk sementara waktu karna kondisi ku kurang baik sekarang dan aku gak mungkin minta uang dari mama karna aku gak mu membebani mama"ucap vany putus asa sambil meneteskan air mata.
"Kok jadi nangis sih sayang...., aku kan bantu biaya pengobatan kamu. Kamu itu calon istri aku, aku akan selalu ada buat kamu oke... jadi berhentilah menagis"ucap Kevin sambil menghapus air mata vany.
"Aku hanya tidak ingin menjadi beban buat kalian"ucap vany.
"Siapa yang bilang kalo kamu itu beban buat kami?"ucap Kevin sambil memegang pipi vany .
Vany hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan yang diberikan kevin.
__ADS_1
"Dengar Van,kami semua mengharapkan kamu akan selalu baik - baik saja . Begitu juga dengan orang tua kita akan selalu mendukung kita bagaimana pun kondisi kita. Jadi Jangan pernah kamu berfikir kamu sendirian "ucap Kevin sambil mencium bibir vany dengan lembut.