
"Pantas aku merasa sangat akrab dengan nak vany, ternyata vany anak kamu sis?"ucap Denada.
"Oh iya,kok kamu kenal dengan anak ku vany?"tanya Siska.
"Panjang ceritanya sis....nanti aku ceritaiin,yang pasti berkat anak kamu aku masih bisa ketemu sama kalian"ucap Denada sambil tersenyum.
"Emang apa sih..... ?Jangan buat aku tambah penasaran deh nad. Stevany bisa jelasin apa yang terjadi?"ucap Siska heran sambil menatap ke arah vany.
"Apa sih mah.... ? Emang apa lagi yang ingin aku jelasin. Semua udah di jelasin sama tante Denada"ucap vany dengan wajah datar.
"Aaiihhh.... Aku heran deh sama anakku yang satu ini selalu saja seperti ini"ucap Siska sambil geleng-geleng kepala.
"Udah lah Siska .... Lebih baik nak vany istirahat saja karena dia harus membutuhkan istirahat yang cukup"ucap Denada .
"Benar tan.... Kalo begitu aku pergi ke kamar dulu yah tan,om. Permisi"ucap vany sambil melangkah menuju kamar nya.
"Eh....tamu masih disini kamu main masuk-masuk saja. Siapa juga yang nyuruh mu kebut-kebutan di jalanan?dan mama belum lupa soal bagaimana mana kamu bisa kecelakaan?"ucap siska tegas.
Akhirnya vany berbalik dengan rasa cemasnya karna dia masih bingung menjelaskan seperti apa kejadian nya.
__ADS_1
"Sudah lah Siska, lebih baik dia istirahat saja. Pergilah sayang, istirahat yang cukup ok"ucap Denada sambil tersenyum kepada vany.
"Makasih tan"ucap vany sambil tersenyum.
Setengah jam mereka berbincang-bincang, tiba-tiba datang seseorang
"Tante...."ucap Gita baru datang.
"Loh nak Gita"ucap Denada.
"Loh tante Denada, ngapain kesini?kenal sama tante Siska?Kevin pun ada disini?atau jangan-jangan mau melamar vany yah? terus Vany nya mana tan?"ucap Gita spontan,jiwa kepo nya memberontak🤣🤣🤣.
"Maaf tan..."ucap Gita cengengesan sambil mensalim Siska, Denada,dan Denis secara bergantian.
Sementara semua orang yang berada di situ tertawa melihat ekspresi gita. Setelah Gita duduk,Siska menceritakan kejadian hari ini dan Gita sangat terkejut mendengar perkataan Siska.
"Baiklah tan,aku akan memarahi vany supaya lain kali lebih hati-hati lagi"ucap Gita setelah mendengar perkataan Siska.
"Tante tau karakter kamu Gita,mana mungkin kamu memarahi vany yang ada kamu yang selalu menutup-nutupin setiap kesalahan vany?"ucap Siska,karna dia tau betul karakter mereka berdua.
__ADS_1
"Untuk kali ini aku bakalan marahin dia tan,beneran,suer. Ini sudah gak bener, itu sangat berbahaya bagi dia"ucap Gita serius,dia sangat terkejut mendengar berita tersebut.
"Baiklah-baiklah,tan harap kamu jangan bosan-bosan berteman dengan vany yah nak Gita. Karna tante tau bagaimana karakter vany yang introvet"ucap Siska sambil tersenyum.
"Tante tenang saja, dia kan sudah aku angap sebagai saudara ku sendiri"ucap Gita sambil tersenyum.
"Baiklah tan, aku ke kamar vany dulu yah"ucap Gita sambil berdiri.
"Iya"ucap Siska singkat.
"Baiklah , aku tinggal dulu yah tan,om dan Kevin"ucap Gita sambil berjalan menuju kamar vany.
"Tan, toilet disebelah mana yah?"tanya Kevin.
"Oh ikuti saja Gita nak Kevin karna toilet melewati kamar vany"jawab Siska.
"Terimakasih tan"ucap Kevin sambil pergi.
Didalam kamar Gita meminta penjelasan tentang kejadian yang dialami vany. Dan akhirnya vany menjelaskan semuanya kejadian hari ini termasuk tentang rahasia nya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ini kamu anggap apa sih Van? Sampek kamu nutupin hal sebesar ini dari ku?"ucap Gita marah.