BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Bertemu Kembali eps 24


__ADS_3

"Oh iya neng ada .Ini lima kilo harganya enam puluh ribu." Ucap pemilik warung sambil memperlihatkan bungkusan beras lima kilo itu.


"Oh iya bu saya ambil ini ." Ucap Sila. Ia sangat lega ternyata uangnya masih cukup untuk membeli beras.


"Oh iya neng saya bungkus dulu ya." Ucap pemilik warung sambil memasukan berasanya kedalam katong kresek.


Setelah semuanya sudah di beli,Sila segera membawanya pulang ke rumah.Sesampainya di rumah,ia merebahkan tubuhnya terlebih dahalu di kamarnya.Karena hari yang belum siang jadi seperti biasa ia masih mempunyai waktu untuk istirahat sebelum memulai masak.


Sila mengistirahatkan tubuhnya sambil memikirkan nasib nya beberapa hari kedepan.Karena uang yang terus saja menipis membuatnya bingung untuk pengeluaran kedepanya.


"*B*agai mana ini .uang nya semakin hari semakin berkurang.Sedangkan tanggal gajian mas sadi masih lama.Mau bilang mas Sadi juga pasti mas Sadi ngga mau peduli.Apa lagi ibu, dia pasti ngga akan mau bantu aku. Peduli aja ngga." Walaupun Sila memejamkan matanya,namun di dalam hati nya ia tidak bisa berhenti memikirkan nasib nya .


"*A*pa aku kerja saja ya.Perutku kan juga belum terlalu besar,pasti tenagaku juga masih bisa di andalkan." Batin Sila sambil mengelus pelan perutnya yang masih rata itu.


Tiba tiba saja terlintas di fikiran Sila untuk bekerja .Ya walapun memang dia sekarang lagi mengandung ,tetapi perutnya belum terlihat besar karna umur kehamilan yang baru beberapa minggu.


...----------------...


Malam harinya,setelah semua orang selesai makan malam,Sila segera membersihkan meja makan nya dan bergegas menuju kekamarnya.

__ADS_1


Setelah sampai di kamar ,dia ingin segera memberitahukan keinginanya itu kepada suaminya.


"Mas sadi ,apa kamu sudah tidur." Tanya Sila kepada suaminya itu ,karna sadi berbaring membelakangi sila.


"Belum ,,kenapa?" Ucap Sadi sambil menoleh kearah Sila karena ia yang belum benar benar tidur.


"Aku mau ngomong sesuatu mas."


"Ngomong apa?"


"Boleh ngga kalau aku kerja." Ucap Sila memulai obrolan.


"Ya karja apa aja mas,,bersih bersih,,apa nyuci ngosok,atau apalah yang bisa Sila kerjaain." Ucap Sila berharap diizinkan oleh Sadi.


"Kamu mau kerja dengan keadaan lagi hamil kaya gini? Kamu mau malu maluin aku ya. " Ucap Sadi yang justru tersinggung dengan Sila yang ingin bekerja.


"Bukan gitu maksut aku mas.Aku cuma mau bantu kamu biar kita bisa menabung,dan bisa buat nyambung kebutuhan sehari hari." Ucap Sila berusaha meyakin kan Sadi.


" Buat nyambung kebutuhan sehari hari??Emang uang yang aku kasih kurang? "Tanya Sadi. Ternyata ia tidak Sadar jika uang yang ia kasih sangatlah sedikit.

__ADS_1


"Kayanya bakal kurang deh mas,soalnya barang yang harus Sila beli setiap harinya mahal mahal semua mas,harganya semua naik.Sekarang aja uang nya tinggal beberapa doang,sedangkan kamu gajianya aja masih lama mas."Ucap Sila berusaha menjelaskan supaya Sadi bisa mengerti.Tapi bukanya mengerti,Sadi malah marah kepada Sila.


"Halah itu paling kamu aja yang boros,ngga bisa ngirit.Buktinya ibu dulu bisa cukup buat kebutuhan sehari hari dan masih bisa buat jalan jalan juga.Kamu itu seharusnya lebih bisa memilih mana yang lebih murah,jangan beli yang mahal mahal."Ucap Sadi yang tidak percaya dengan penjelasan Sila.


"Uang yang kamu kasih ke ibu kan lebih banyak mas,,sedang kan aku kan cuma kamu kasih lima ratus ribu."Ucap Sila membela diri.


"Halah sama ajalah,kamu aja ya kurang bersyukur,pokoknya kamu ngga usah kerja kerja ,malu malu in aku aja,apa kata tetangga coba nanti kalau kamu sampai kerja dengan keadaan hamil kaya gini."


"Taapii maa..."


"Udah ngga usah tapi tapi,kamu tuh selalu yang di bahas uang terus,aku tuh capek mau istirahat,jangan ganggu aku terus lah." Ucap Sadi yang mulai sangat marah.


"Iya mas ,maafin aku."Ucap Sila yang akhirnya pasrah.


"*P*adahal kan niat ku baik mau membantu mas Sadi,tapi kenapa dia malah marah marah,dan malah membandingkan aku dengan ibu nya.Padahalkan ibu nya dia kasih uang banyak,pastilah akan cukup untuk satu bulan dan masih bisa buat jalan jalan juga,sedangkan aku..,, Aah sudahlah dari pada aku stress mending aku tidur saja." Ucap Sila sambil membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata,,walaupun dia sangat merasa jengkel kepada suaminya itu.


**Bersambung....


Happy reading teman teman🌷🌷🌷🌷**

__ADS_1


__ADS_2