BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
BAB 46


__ADS_3

Dengan cepat Leo mengalihkan pembicaraan dan berkata"sebaiknya jika ingin pulang segera lah pulang karena vany membutuhkan istirahat yang cukup".


"Yang Leo katakan benar mah.... mending kita pulang sekarang"ucap vany sambil memberi isyarat kepada aldo dan teman-temannya untuk pergi.


Melihat isyarat vany, mereka akhirnya pamit pulang Dengan alasan karena vany sudah baik-baik saja.


Akhirnya mereka sudah berada di dalam mobil


"Selama ini nak Kevin dimana?"ucap Siska.


"Saya selama ini kuliah di luar Negeri tan,dan sekarang saya kerja di perusahaan,mengantikan papa saya tan "ucap Kevin sambil fokus ke depan.


"Wah hebat dong nak..."puji Siska.


"Begitulah Tan"ucap Kevin sambil tersenyum.


"Oh iya,nak Kevin sudah punya pacar atau belum?"tanya Siska .


"Mama.... "Ucap vany sambil melotot ke arah mamanya.


"Loh kenapa emang Van?kan mama cuman nanyak"ucap Siska santai .


"Belum tan,saya belum punya pacar?"jawab Kevin sambil tersenyum melihat vany.


"Wah kebetulan banget,anak tante juga gak ada pacar"ucap Siska terus terang.


"Mah... Udah dong jangan desak-desak aku untuk menikah"ucap vany kesal.


"Siapa suruh kamu gak pernah kenalin ke mama pacar kamu? ingat umur Van ? mama kan kepengen gendong cucu,kamu tau sendiri dirumah sepi"ucap Siska sedih.


"Aih ... Mah jangan buat malu aku kenapa sih?"ucap vany merasa malu karena didengar Kevin.

__ADS_1


"Selama ini kamu mama bilangin gitu gak pernah malu ? "ucap Siska santai.


Sementara vany hanya bisa menghela nafas sambil geleng-geleng kepala.


"Hahaha .... Gak papa kok vany,mama ku juga desak aku buat nikah"ucap Kevin santai.


"Bagaimana kalo kalian berdua balikan lagi mana tau jodoh? "ucap siska semangat.


"What.....?"ucap vany syok.


"Beneran tan, tante setuju kalo aku balikan lagi sama vany?"ucap Kevin senang.


"What....?"ucap vany semakin syok mendengar perkataan kevin.


Sementara Siska tertawa melihat reaksi vany, dan Kevin senyum-senyum melihat vany karna mamanya vany sudah memberi lampu hijau kepada nya.


Sesampainya di rumah vany


"Iya tan"ucap Kevin sambil tersenyum manis kepada Siska.


Sementara Vany sudah memasang wajah datar nya. Dia tidak memperdulikan percakapan mereka berdua terlebih mamanya yang dengan mudah nya menjodohkan anak semata wayangnya membuat mood nya semakin kacau.


"Tante ke dapur dulu yah nak vin? Kamu mau minum apa?"ucap siska diruang tamu.


"Gak usah repot-repot tan"jawab Kevin.


"Gak ngerepotin kok nak, tunggu yah biar tante buatin"jawab Siska.


"Makasih tan"jawab Kevin.


"Sayang kamu jangan banyak gerak, temani saja nak Kevin disini"ucap Siska.

__ADS_1


"Mah, aku udah gak papa kok . Mama gak perlu khawatir ok"ucap vany sambil tersenyum.


"Baiklah,mama tinggal dulu "ucap Siska pergi meninggalkan mereka berdua.


"Van......?"ucap Kevin menatap ke arah vany.


"Apa...?"jawab vany sambil fokus ke handphone nya.


"Kalo aku ngomong, lihat aku dong"ucap Kevin.


"Baiklah,kamu mau ngomong apa?"jawab vany sambil melihat ke kevin.


"Tante tau tentang sakit mu?"tanya Kevin serius.


"Mama ku tidak tau tentang hal itu, yang pasti cepat atau lambat aku akan memberi tau kan hal ini kepada mama ku"jawab vany.


"Aku tau Van, pasti ada alasan kenapa kamu menyembunyikan hal ini dari tante?. Tapi akan lebih baik jika tante secepatnya tau akan hal ini"ucap Kevin serius.


"Hm... Aku mengerti"ucap vany dingin.


Tiba-tiba suara bel berbunyi


"Biar aku saja yang buka pintu nya,kamu duduk saja"ucap Kevin sambil berjalan untuk membuka pintu.


"Mama....,papa....."ucap Kevin terkejut melihat mama dan papa nya datang.


"Vany mana?dia baik-baik saja kan?"ucap Denada masuk ke dalam rumah.


"Siapa yang datang Vin?"tanya vany sambil berjalan ke depan karna mendengar suara ribut.


"Tante Denada......om Denis..... Kok bisa ada disini?"ucap vany terkejut melihat orang tua Kevin datang ke rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2