
Sementara Stevany akhirnya berdiri dan berkata"stop berhenti berdebat,kalian gak malu apa di liatin orang"
Mereka berdua pun sama-sama buang muka karna tak ingin stevany menjadi lebih marah lagi
"Sekarang apa mau mu Vin?"ucap vany sembari kembali duduk.
"Aku gak mau kamu pacaran sama dia?aku gak bakalan terima?"ucap Kevin cepat.
Sementara Stevany hanya menghelai nafas sambil berkata" Dengar yah Kevin Alvaro Dewantara,kamu gak berhak ngatur hidup ku, Paham kamu!"ucap vany marah .
"Dan satu lagi jangan ikut campur urusan pribadi ku"ucap vany pergi sambil menarik tangan Leo untuk keluar kafe.
"Tunggu ...."ucap Kevin sambil menarik tangan vany.
"Aku ingin berbicara empat mata dengan mu"ucap Kevin mengengam tangan vany.
"Baiklah,kalian berbicara lah . Stevany aku tunggu di mobil"ucap Leo sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?"ucap vany sambil melepaskan tangan nya dari Kevin.
"Aku cuma mau bilang perempuan yang tadi itu tidak ada hubungan apa-apa antara aku dengan dia"ucap Kevin sambil memegang tangan vany.
"Terus hubungan nya sama ku apa?"ucap vany mencoba melepaskan tangannya.
__ADS_1
" Plis .....Van , jangan buat aku gila"ucap Kevin sambil menudukan kepalanya karena takut akan di tolak vany lagi.
Sementara vany terdiam mendengar perkataan Kevin .
"Jangan membuat dirimu berada di situasi yang sulit Vin. Kita gak akan pernah bisa kembali untuk bersama lagi"ucap vany lembut sambil menatap wajah Kevin.
"Kenapa Van..... Kenapa....? Bukan kah orang tua kita saling mengenal dan mereka memang berencana mau jodohin kita? Jangan bilang kalau masalahnya soal sakit kamu?"ucap Kevin sambil menatap dalam - dalam mata vany.
Sementara vany hanya diam saja dan mengalihkan pandangannya.
"Baiklah, aku tau sekarang dimana permasalahannya"ucap Kevin.
"Maksudnya"jawab vany sambil melihat Kevin.
"Ikut dengan ku...."ucap Kevin sambil menggenggam tangan vany dan pergi keluar kafe.
"Kamu gak usah khawatir soal Leo dia sudah ku wa agar tidak menunggu mu"ucap Kevin sambil menghidupkan mesin mobil nya.
"Terus kamu mau bawa aku kemana Vin?"ucap vany sambil melipat kedua tangannya ke depan.
"Udah kamu tenang aja Van, aku gak akan bawa kabur kamu kok."ucap Kevin yang sedang menyetir sambil sesekali melihat ke vany.
Akhirnya vany pasrah saja dan dia melihat keluar jendela mobil.
__ADS_1
Hampir 1 jam perjalanan yang mereka tempuh akhirnya sampai lah mereka dirumah salah seorang teman Kevin.
"Kita ngapain kesini?ini rumah siapa?"tanya vany sambil melihat kevin.
"Udah kita masuk saja dulu,nanti kamu akan tau sendiri kok"jawab Kevin sambil tersenyum manis kepada vany.
"Hey bro, lama gak jumpa"ucap reyhan sambil memeluk Kevin.
" Iy yah... Kita udah lama banget gak ke temu"ucap Kevin sambil membalas pelukan Reyhan.
"kok tumben kamu tiba-tiba kabarin aku kalo kamu mau datang kerumah,oooh...... aku tau kamu mau nikah yah maka nya datang ke sini kasih undangan ke aku"ucap reyhan sambil melihat Kevin dan vany secara bergantian.
"Tebakan loh salah Rey tapi dia ini calon istri ku"ucap Kevin pelan .
"Kenalin Van ini Reyhan teman aku waktu SMP"ucap Kevin .
"Stevany "ucap vany singkat sambil mengulurkan tangannya.
"Reyhan"ucap Rey sambil tersenyum.
"Oh jadi ini cewek yang di ceritakan Kevin itu"ucap Rey dalam hati sambil memperhatikan vany.
"Hey bro loh gak boleh suka sama dia,kalo sampek awas yah"bisik Kevin ke Rey.
__ADS_1
"Baiklah,mari kita masuk "ucap Rey sambil mempersilakan vany dan Kevin masuk ke rumah.
"Baiklah Van,kita langsung ke intinya saja yah. Takut nya nanti ada orang yang cemburu "ucap Rey sambil melirik Kevin.