
Akhirnya mereka bercerita panjang lebar sambil sesekali tertawa. Dan tak terasa waktu menunjukkan pukul 22:00.
"Leo kita antar vany pulang yah?"ucap Gita.
"Gak perlu git... Mending kalian balek aja duluan"ucap vany menolak.
"Kenapa Van? Mending kamu kita yang antar gak baik kalo anak perempuan pulang malam-malam! Entar di cariin sama Tante Siska baru tau?" ucap Leo.
"Leo kamu doain aku biar kenak marah yah sama mamaku...."ucap vany sambil mencubit perut Leo.
"Aaauuu... Sakit tau Van"ucap Leo sambil berbicara pelan"dasar semua perempuan sama aja suka cubit perut aku".
"Apa kamu bilang?"ucap vany dan gita bersamaan.
"Aku gak ngomong apa-apa kok"ucap Leo dengan senyum terpaksa.
akhirnya Gita dan Leo pasrah karena stevany kalo udah bilang tidak akan tetap tidak
"Kalian hati-hati di jalan yah"ucap vany .
"Van... Kamu beneran gak mau kita antar aja?"ucap Gita khawatir.
"Kamu tenang saja git, kalo ada yang macam-macam langsung aku hajar"ucap vany sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Baiklah Van kalo kamu gak mau kita antar,kalo begitu kita pulang duluan yah"ucap Leo sambil menyalakan mesin mobil.
"Kalian hati-hati di jalan yah"ucap vany sambil melambaikan tangan.
"Akhirnya Leo dan Gita pergi juga, sebaiknya aku harus pulang juga" ucap vany sambil berjalan untuk mencari taksi.
Tiba-tiba ada orang yang memukul bahu stevany hingga dia pingsan.
"Cepat angkat dia...!"ucap lelaki yang membuat vany pingsan.
"Bos dia sudah ada ditangan kami,secepatnya kami akan tiba di sana"ucap lelaki itu sambil tersenyum melihat vany yang diangkat ke dalam mobil.
"Kerja yang bagus. Ingat jangan sampai ada orang yang melihat kalian!,jika itu terjadi kalian akan tau akibatnya"ucap seorang perempuan .
"Baiklah kalo seperti itu, segera antar kan ke alamat yang sudah saya kirim dari WA dan saya akan langsung mentransferkan uangnya ke kamu. Saya tunggu kalian ...."ucap seorang wanita sambil mematikan telpon.
"Baiklah teman-teman kita berangkat"ucap lelaki tersebut dan masuk ke mobil.
Sementara ditempat yang berbeda Kevin mencoba menelpon Stevany namun tidak diangkat.
"Dia kemana sih...? Sampai-sampai tante Siska nelpon aku ?"ucap Kevin khawatir.
"Lebih baik aku coba telpon ke Gita saja mana tau vany sedang bersama dengan nya"ucap Kevin sambil menelpon Gita.
__ADS_1
"Halo Vin, kenapa menelpon?"tanya Gita.
"Kok lama banget sih angkat telpon aku?"ucap Kevin kesal karena sudah 10 kali ditelpon tapi gak diangkat.
"Maaf vin..., telepon ku tadi kehabisan baterai jadi mati ini baru aku hidup kan"ucap Gita sambil cengengesan.
"Stevany ada sama kamu gak git? Kok aku telpon masuk cuma gak diangkat?"ucap Kevin.
"Tadi memang kita sama cuma,tadi Stevany gak mau kita antar pulang. Mungkin dia masih dijalan kali Vin"ucap Gita.
"Mungkin lah git, tapi kenapa perasaan ku gak tenang yah?aku merasa vany seperti terjadi sesuatu "ucap Kevin khawatir.
"Udah kamu tenang saja, vany itu bukan cewek manja, dia pasti bisa jaga dirinya"ucap Gita mencoba berfikir positif walaupun sebenarnya dia juga sedikit khawatir karena sebelum telponnya mati, Gita sempat menghubungi vany cuman tidak diangkat.
"Semoga saja dia baik-baik saja,kalo begitu aku tutup telponnya yah git"ucap Kevin.
"Ok, kamu lagi dimana vin?"tanya Gita.
"Aku lagi di kafe ku ini lah mau pulang sekalian cari-cari vany mana tau ketemu dijalan"ucap Kevin sambil memegang pelipisnya.
Sementara ditempat yang berbeda
"Bos...., Dia sudah berada di dalam"ucap lelaki tersebut.
__ADS_1
"Kerja bagus...., Ini upah kalian dan satu lagi setelah aku keluar dari kamar itu kalian bisa melakukan apa saja kepada wanita tersebut. Anggap saja sebagai hadiah dari ku"ucap wanita tersebut sambil masuk ke kamar.