
Tiba-tiba ponsel Kevin berdering
"Ada Apa dim?"Ucap Kevin dengan wajah serius berbicara dengan Dimas, kemudian Kevin mematikan ponselnya.
"Ada apa sayang? apakah ada masalah di perusahaan?"ucap vany sambil mendekati Kevin.
"Ada rapat penting sayang yang tidak bisa diwakilkan" ucap Kevin merasa bersalah.
"Yah sudah,aku pertama pergi ke Jerman setelah selesai rapat kamu baru menyusul"ucap vany sambil tersenyum.
"Tapi aku ingin perginya bareng kamu yang"ucap Kevin bertingkah seperti anak kecil.
"Tapi kamu gak boleh egois sayang, perusahaan bergantung sama kamu loh. Lagian setelah selesai rapat kamu kan bisa langsung terbang ke Jerman"ucap vany mencoba membujuk Kevin, walaupun stevany ingin sekali sama-sama pergi ke Jerman namun jika sudah menyangkut dengan kepentingan banyak orang dia akan mengalah.
"Kamu gak papa pergi sendiri?"tanya Kevin.
"Enggak kok,lagian istri mu ini orang yang mandiri"ucap vany.
"Aku pasti akan merindukan mu sayang "ucap Kevin sambil memeluk Vany kembali.
"Sudah... sudah... jangan manja deh, nanti juga ketemu. Seperti akan berpisah lama aja deh kamu"ucap vany sambil mencubit pipi Kevin.
"Sayang jangan dicubit dong,sakit...."ucap Kevin sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Kevin membuat vany gemas dan mengecup bibir Kevin sekilas dan berkata "sudah tidak sakit lagi kan?".
"Sayang masih sakit, seperti ini baru tidak sakit lagi"ucap Kevin sambil mencium bibir vany dengan lembut, kemudian vany membalas dan ikut terlena. Cukup lama mereka berciuman dan Kevin pun mengakhirinya.
"Sayang kamu benar-benar manis, membuat ku tidak rela untuk meninggalkan mu"ucap Kevin.
"Udah deh, gak usah lebay. Nanti juga kamu bakalan menyusul. Lebih baik kita pamit ke papa."ucap vany sambil berjalan meninggalkan Kevin.
"Sayang tunggu....."ucap Kevin berlari kecil dan menggandeng tangan Vany.
.
.
.
"Tadi kita sudah sepakat,dan aku tidak ingin mendengar perkataan apa pun lagi"ucap vany sambil memeluk suaminya.
"Kamu yakin gak mau bareng aku aja?"tanya Kevin kembali.
"Harus berapa kali ku katakan suamiku,aku bisa pergi sendiri. Kamu tidak perlu khawatir"ucap vany melepaskan pelukannya.
"Yah sudah lah, jangan dirimu baik-baik. Setelah sampai kabarin aku ok"ucap Kevin pasrah.
__ADS_1
"Siap bos"ucap vany memberi hormat kemudian masuk ke dalam mobil.
Kevin hanya melihat kepergian mobil yang membawa stevany.
Mereka memang perpisahan di pemakaman karna mobil dari kantor sudah datang jemput Kevin.
"Pak, mari kita pergi"ucap supir.
"Baiklah"ucap Kevin sambil masuk ke dalam mobil.
.
.
.
Sesampainya di bandara stevany turun dan dibantu oleh Dimas untuk membawa kopernya.
"Makasih Dimas"ucap vany sambil tersenyum.
"Sama-sama van,oh iya pasti suamimu itu gak sabar untuk menyusul mu "jawab Dimas sambil tertawa kecil.
"Sudah lah dim,dia bukan anak kecil "ucap vany.
__ADS_1
"Kamu tau Van, aku sudah lama mengenal Kevin. Aku akui jika dia playboy tapi aku bisa melihat dengan mata ku sendiri jika dia memang benar-benar tulus dan cinta sama kamu. Jadi jika kamu dengar dari orang lain kalau Kevin itu orangnya suka main perempuan,atau hamil anak Kevin lebih baik bicara lah kepada Kevin dengan kepala dingin karna sudah banyak perempuan yang mengaku mengandung anaknya. Bahkan awalnya aku juga merasa jika Kevin sudah menghamili anak orang. Namun, dia dengan tenang membuktikan bahwa bukan dia yang menghamili dan semua nya hanya rekayasa perempuan itu . Senakal-nakalnya Kevin, dia masih tau cara menghargai perempuan dan tidak pernah merusak perempuan"ucap Dimas.