
Sementara di sekolah
Bella sedang duduk sendirian, ya memang sendiri tidak ada yang mau mendekatinya
Tak lama bell masuk pun telah berbunyi semua siswa kelas 2 sudah mulai memasuki kelasnya
Kini Ibu Guru pun sudah berada di depannya
"Anak anak sekarang kita ada kedatangan murid baru, dan ini spesial lo anaknya karena dia masih muda usianya ayo masuk".ucap Guru tersebut dan kali ini akan ada kedatangan murid baru
Bella yang tadinya tunduk kini ia menatap ke depan saat ada seorang anak baru yang akan masuk ke kelasnya
Saat ada yang masuk, semua siswa melihat ada seorang anak kecil seperti berusia 4 tahun dengan berpenampilan anak SD
Mereka pun bukannya antusias malah menatap aneh pada murid baru itu, namun tidak untuk Bella yang melihat murid baru itu langsung membelalakan matanya.
Ia terkejut melihat orang yang harusnya ia hindari malah datang ke kelasnya sebagai murid baru
"Perkenalkan namaku Steven berasal jakarta".ucap perkenalan diri Steven
"Wah orang jakarta ke bandung".bisik murid 1
"Ih napa kecil ya kelas 2 teh".bisik murid 2
"Kayanya dia mah emang kecil gak bisa tumbuh lagi".bisik murid 3
"Sst jangan berisik kalian mah caper ih kalau ada murid baru teh, dengerin ya kan kalian udah punya temen baru, berteman baik ya sama dia".teriak Guru tersebut
"Ya bu guru".serentak semua siswa kelas 2
"Silahkan kamu duduk di deket Bella karena masih kosong itu ya yang paling belakang pojok dekat jendela".tunjuk guru tersebut
Steven pun sebenarnya sudah menyadari jika Bella sedang duduk disana, malah ia memandang Bella sedari tadi. Dalam hatinya ia merasa puas melihat ekspresi Bella, ia pun tersenyum kecil nyaris tidak terlihat
Sementara yang lainnya mendengar itu langsung menghina mereka berdua
"Heeh yah si miskin cocok sama si pendek".ucap murid 1
huss "Eh sania kamu jangan gitu atuh sama temen, kita itu sama dimata tuhan ya".ucap Guru bernama Sulis sambil menatap tajam pada murid tersebut
"Ya udah kamu duduk, maaf ya tadi".ucap Bu lilis pada Steven
"Hmm ya bu".datar Steven
Steven berjalan ke arah Bella yang saat ini sedang menatap ke jendela
Steven melihat itu pun langsung berkata
"Aku pengen deket tembok".dingin Steven
Bella pun menoleh langsung bangkit tanpa berbicara apa pun
Ia terus saja mengerucutkan bibirnya, sepertinya ia tak ingin berdekatan atau sebangku dengan pria kecil seperti steven
"Kamu jangan deket deket aku ya". Ucap Bella pada Steven
Steven menghiraukan Bella , ia melanjutkan aktivitasnya mengeluarkan alat bahan tulis dan buku ke meja
Dia pun langsung melihat kedepan, sementara Bella merasa di abaikan langsung terdiam , namun hatinya merasa jengkel dengan Steven
"Perhatikan yah sekarang kita membahas....". Ucap guru yang mulai menerangkan pembelajarannya
Sudah 2 jam kemudian akhirnya bel istirahat pun berbunyi, Bella langsung menyender kepalanya ke meja, ia sangat lelah dengan pelajaran Matematika
Karena matematika tadi pembelajarannya tentang ruas bangunan ,padahal itu gampang namun bagi Bella itu sangat susah
__ADS_1
Saat bella ingin menengok ke arah samping ia di kagetkan oleh Steven yang sama seperti dirinya namun ia berbalik arah ke Bella.
Melihat Steven yang sedang memandangnya, ia sangat canggung
Anggaplah mereka terbuka matanya, dan seperti itu lah gambarannya
"Kamu kenapa gak ke kantin?". Tanya Bella pada Steven yang masih diposisi tadi
"Lu sendiri kenapa gak ke kantin?". bukan menjawab malah Steven balik nanya
"Ya aku mmm aku bekel nasi soalnya". cicit Bella yang ragu ragu mengatakan begitu, padahal Steven responnya hanya biasa
"Oh". Jawab singkat Steven
Tiba tiba ada yang datang
"Eh cowok pendek tadi kamu siapa namanya".teriak gadis kecil bernama Bianca
"Steven". Dingin Steven menjawab
"Oh Steven namanya, koq kaya bule bule gitu ya namanya".ucap Bianca
"Ya emang aku keturunan Bule".jawab cepat Steven yang kini ia pindah posisinya duduk seperti biasa sama halnya Bella
"Ih koq gak ada pantas pantasnya ya".sinis Widia temannya Bianca menatap pada Steven dengan tatapan hinanya
"Halu kamu mah, dasar bocil, kan bule ity tinggi gak kaya kamu".sarkas Bianca
Bella hanya diam saja, karena bingung mau ngomong apa
"Ah ayo ah kita ke kantin, si pendek sama si miskin emang gak pantes temenan ama kita". ajak Bianca pada teman temannya, kemudian menatap mereka berdua yang tak lain Bella dan Steven dengan tatapan sinisnya
"Eh Steven omongan mereka jangan masuk ke hati ya".agak perhatian Bella pada Steven
"Hmm".dehem Steven lalu ia kembali seperti biasa
Bella tidak ingin mengganggu Steven, dan Bella pun mengeluarkan kotak makanannya karena sedari tadi perutnya berdemo lalu tak lupa ia menawarkan pada Steven, meski dia berekspetasi jika Steven akan menolak namun ia harus menawarkan, karena itu sesuatu yang memang kebiasannya mungkin karena merasa tidak enak
"Kamu mau gak Stev?". Tanya Bella pada Stev
Steven yang tadinya tidur itu langsung bangkit ia menatap makanan Bella yang dibawanya
"Ini apa?". Tanya Steven menunjuk ke telur yang di gulung dadar
"Ini telur, masa kamu gak tau sih, katanya kaya".nyerocos Bella pada Steven
"Oh, aku mau coba dong". pinta Steven tiba tiba
Bella tercengang mendengar jika Steven langsung meminta
"Oh e ya udah ini". ucap Bella nyodorkan alat makannya yang nampak ragu takut di prank
"Mana sendoknya". pinta Steven tanpa canggung
"Hah? Sendok? Tapi aku cuma bawa satu sendoknya". ucap Bella dengan jujur
"Ya udah itu aja aku pinjam yang kamu". pinta lagi Steven, tanpa ragu
Lagi lagi permintaan Steven membuat dirinya Tercengang, ia takut dan ragu
"Ta tapi ini bekas aku loh takutnya kamu jijik". ujar Bella dengan takut jika Steven merasa jijik
__ADS_1
Padahal Steven sendiri kelihatan cuek, sebenarnya Steven memang tidak merasa jijik pada siapa pun tidak memandang martabat
Namun dirinya hanya cuek dan suka menyendiri dan lebih terpenting ia tidak ingin di ganggu oleh siapa pun di saat ia sedang bersantai, itulah yang ada pada diri Steven
Saat Steven mendengar Bella mengatakan itu, Steven menyeringitkan dahinya.
Emangmya ia terlihat jijik di mata Bella ini pikir Steven
"Lah siapa jijik, cepet sini akhh aku lapar". Ucap Steven kemudian ia langsung merebut sendok dari Bella lalu ia pun makan telornya
Saat ia makan ia tercengang , ia langsung suka
"Besok kamu bawa bekel lagi kan?". Tanya Steven
"Aku kan emang tiap hari juga suka bawa bekel". Jawab Bella
"Kalau gitu bagus dong, bawa buat aku juga ya". ucap Steven
"Oh ya kamu umur berapa sih koq kecil banget, tapi kayanya beda 2 tahun deh sama adek aku". Tanya Bella lalu ia menerka nerka umur Steven
"Emang umur adek kamu berapa?". Tanya Balik Steven
"2 tahun". Dengan cepat Bella menjawab
Mendengar itu Steven tersenyum
"Ya memang benar". Ucap Steven
Bella yang tadinya makan langsung tersedak
uhuk uhuk uhuk
Steven langsung mengambil botol minum milik Bella ia langsung saja menyodorkan lalu ia usap punggung Bella
"Lu tuh ya makan kaya anak kecil Banget sih". omel Steven
"Habis nya aku kaget, berarti kamu umur 4 tahun". Ucap bella
"Hmm ya aku umur 4 tahun". Jawab Steven
"Koq bisa sih 4 tahun bisa masuk SD ". Tanya Bella
Steven hanya mengangkat bahunya tanda ia pun juga tidak tau
Mereka berdua pun melanjutkan makan bersama sama meski hanya ada 1 bekal , namun mereka terlihat kenyang dan menikmati
Saat ini mereka ke luar kelas, karena ingin membeli minum karena tadi mereka kehabisan
Yang biasanya Sion di kelilingi oleh beberapa orang sekarang sama sekali tidak ada bahkan kenalan pun enggan
"Ih kenapa mereka ngehindarin kamu sih kan kamu kaya mereka sama sama kaya".tanya Bella
"Aku bodo amat".ucap Steven
"Aku ngomong sama kamu kaya ngomong sama anak kelas 5 tau gak".ucap Bell
"Oh" ucap singkat Steven
Bella pun diam saja karena jengkel mendengar jawaban singkat dari Steven
Mereka pun melanjutkan jalannya menuju kantin , mereka berdua beli 2 es botol teh
Dibayar oleh Steven, merasa tidak enak hati Bella akan segera membayar hutangnya pada Steven.
Steven mendengar itu hanya diam dan lanjut ke kelasnya bersama Bella
__ADS_1
Dan bel pun berbunyi waktunya jam ke 3 pun di mulai untuk belajar. Mereka belajar hingga 1 jam lebih sampai mereka selesai belajar dan bel pulang pun tiba saatnya para siswa pun bubar