
Kini pagi pun telah tiba dengan cuaca yang mendukung. Apalagi hidup di pendesaan jika keluar pagi pagi terasa sejuk sekali
Apalagi hari ini katanya hari libur jadi aktivitas sekolah libur juga. Kini Bella tadinya ingin mengajak Steven bermain tapi setelah melihat rumahnya banyak mobil ia pun tidak jadi lalu ia kembali ke kamar dan dia memanggil Steven lewat kamarnya
"Stevennnn main yuk".teriak Bella dari kamar
Tak lama jendela pun terbuka ternyata itu emang Steven dengan raut kesalnya
"Berisik lu ah,sini masuk aja". decak kesal Steven kemudian ia mengajak Bella masuk ke kamarnya
"Emang aku boleh masuk lewat situ". Tanya Bella
"Ya elah gak apa apa, sini buruan". desak Steven
Bella pun langsung segera keluar dari kamar Bella, kemudian ia pun langsung masuk ke kamar Steven.
"Asyik aku tidur lagi ah". Girang Bella tanpa malu ia langsung merebahkan badannya ke kasur empuk milik Steven
Steven pun tidur di sampingnya karena memang masih mengantuk, jadi mereka berdua pun tidur pagi hari didalam kamar Steven dalam satu kasur
Lama tertidur, kini Bella terbangun karena mendengar suara Steven yang membangunkannya
"Bel, bangun ayo sarapan momy manggilin aku". Ucap Steven
"Ya Steven kamu duluan". Ucap Bella yang masih dengan mata tertutup
"Kamu mau aku siram hah". Dingin Steven
Bella mendengar langsung terbangun dengan wajah terkejutnya, Steven melihat itu hanya menahan tawanya
pffth
"Gak gak ih aku gak mau di siram kamu mah tega ke aku, aku kan udah mandi masa di siram lagi". menggerutu Bella
"Makanya bangun". Ucap Steven
"Ya ini kan aku udah bangun". Ucap Bella
Steven pun tidak menanggapi Bella ia langsung keluar dari kamar, karena Steven sudah mandi sebelum membangunkan Bella
Di ruang makan
"Oh hay sayang". Sapa Silivia pada anak satu satunya
"Ya momy". Jawab Steven
"Steven apa kamu sudah betah disini cu". Tanya Kris
"Betah banget opa". jawab Steven
"Duh si Bella kemana sih lama banget". bathin Steven sambil melihat ke belakang hal itu terlihat sendiri oleh Sion
"Ada apa son kenapa kamu selalu melihat ke arah belakang". Tanya Sion
"Ada Bella di kamar Dad, tapi dia gak keluar keluar". Jawab Steven
Mendengar itu Silivia langsung berdiri
"Apa? ada bella nak di kamar kamu?, kenapa kamu ninggalin dia? ya ampun kamu ini, momy ke kamar kamu aja".tanya bertubi tubi Silivia bertanya pada Steven, lalu ia pun pergi tanpa menunggu jawaban dari Steven
Kemudian Sion pun mengerjar Silivia
"Sayang tunggu".teriak Sion
Sementara mereka berlima saling memandang, dan mereka pun ikut menyusul Silivia di kamar Sion
Sean dan Sivani, Kris dan Laurenza tampak membingungkan
Ceklek
"Steven? itu Steven bukan".teriak Bella dari kamar mandi
"Nak ini Momy".teriak Silivia yang nampak sekali wajah kekhawatirannya
"Momy? momy tolongin bella ".teriak merengek bella, Silivia mendengar itu langsung membukan pintu kamar mandi
Terbuka lah pintu kamar mandi
Terlihat Bella sedang menjongkok tanpa memakai celanan apa apun sehingga tampak sekali 🔺️ yang masih sangat mulus
"Momy aku mau ce bok gimana ini aku bingung caranya karena gak ada gayung disini".rengek Bella pada silivia yang entah kenapa seperti Bundanya sendiri
Begitupun juga Silivia merasa mempunyai anak perempuan saja
"Sini sama momy ceb okin ya".ucap Silivia dengan ikhlas atau pun tanpa ragu
"Eh jangan momy, nanti tangan momy kotor kata bunda jangan selalu ngerepotin orang lain karena itu namanya gak baik".cegah Bella niatnya hanya ingin membantu untuk memakai selang semprot buka di ce bokin oleh Silivia
"Gak apa apa sayang, lagian Bella kan anak momy juga".balas Silivia dengan senyum tulusnya
"Hmmm ya udah". Pasrah Bella
Saat Silivia sudah siap untuk men cebok Bella tiba tiba ada yang berteriak
"Sayang".teriak Sion di luar
"Jangan ke sini, Bella lagi pipis".teriak Silivia
"A akh ya yaudah aku tunggu di me....".belum selesai berbicara Sion mendengar sesuatu
Saat Sion mendekat orang tua dari Silivia dan sion dan juga anaknya Steven sudah berada di kamar
"Loh dady ada ap". Belum Steven selesai berbicara ia berhenti mendengar suara yang berasal dari luar jendela
"Teteh ana?".teriak Benny
Sion dan kedua orang tua Sion dan Silivia pun ikut menghampiri jendela kamar Steven
"Hai beny".teriak Sean sambil tersenyum lembut pada Benny yang sudah di anggap anaknya
"Edy?" edy ana Teteh".semuringah Benny sambil melambaikan tangannya pada Sion lalu ia melihat Steven
"Caca". Teriak Benny
"Hai dek". Teriak Steven
__ADS_1
Tiba tiba ada yang datang
"Adek kenapa kesini, tetehnya lagi main sama kak Steven ". Ucap Mia
Lalu pandangannya melihat ke depannya, Alangkah terkejutnya Steven dan beberapa orang yang tak ia kenali
"Oh ternyata Steven ada disana, loh mana Bella".ucap Mia
"Ada di kamar mandi bun". Jawab Steven
"Kamu mau main nak sama kakak?".tanya pada Mia pada Steven
"Au ain api acu ucah tuyunnya bunda".semuringah Beny menjawab namun tiba tiba ia murung
"Biar saya yang kesana, udah Dady ke rumah kamu ya sayang".ucap Sion di seberang sana
"oce edy".teriak Semuringah Beny
"Tat... Eh hilang , Steven mm mereka siapa?".ucap Mia, lalu ia beralih ke lima orang dan dia bertanya kepada Steven
"Opa Oma, Granpa dan Grand mam".jawab Steven dengan senyum manisnya
"Salam kenal dari saya tuan tuan dan Nyonya nyonya".ucap tulus Mia sambil tersenyum lembut pada mereka berempat
Lalu Laurenza pun mengajak Mia untuk kemari
"Mari ke sini tidak baik berbicara seperti ini".ajak Laurenza
"Tapi maaf sebelumnya saya dan suami mau pergi ke ibu saya". Ucap mia
"Ya sudah tidak apa apa". Tulus Sivani
"Mari tuan tuan, nyonya nyonya".pamit Mia
"Adek ayo kita depan, bunda mau siap siap dulu ". ucap bunda Mia yang saat ini sedang berjalan meninggalkan kamar
Meskipun hanya suara kecil mereka terdengar suara Mia
"Wah dia sangat sopan sekali ya". Ucap Laurenza
"Kamu bener laura, oh ya kenapa kamu manggil di bunda hmm". ucap sivani kemudian beralih pada Steven
"Ya karena aku dianggap anak oleh merek, Bella pun sama dianggap anak oleh momy".ucap Steven
"Kalau gitu mereka juga cucu opa oma, granpa dan grandma". ujar Sean yang sedari tadi diam
"Ya granpa". Ucap Steven
Sementara Sion
Saat ia ingin ke rumah Benny Sion , ia berteriak pada istrinya masih di dalam kamar mandi
"Sayang aku ke rumah Beny dulu".teriak Sion
"Ya".jawab Silivia
Setelah itu Sio bergegas ke rumah Beny, kini ia berada di depan rumah Benny
Tok tok tok
Ceklek
"Tu ...eh adek kenapa main nyelonong aja maaf tuan anak saya".terkejut Cheky melihat Benny main nyelonong
"Tidak apa apa, hmm apa bapak ini yang waktu itu di tuduh ya".ucap Sion dan diakhiri dengan rasa bersalah dalam hatinya mengingat kejadian dimana rumah Cheky nyaris di gusur
Cheky mendengar itu hanya membalas senyum tulusnya lalu ia berkata
"Ya benar ternyata anda masih ingat dengan saya, kalau gitu silahkan kemari". Ucap puji Cheky pada Sion yang masih mengingat kejadian yang sangat lama sekali dan kemudian di mengajak Sion untuk ke dalam
"Oh tidak tidak saya ingin meminta ijin dengan anda karena Benny ingin ke rumah saya".tolak secara halus Sion dan dia pun menceritakan maksud kedatangannya
"Aduh saya merasa gak enak, saya memang ingin pergi dengan istri saya ke mertua saya ".tak enak Cheky pada Sion merasa direpotkan
"Kalau gitu tidak apa biar saya dan keluarga saya yang menemani Benny, karena sudah saya anggap anak saya sendiri". pinta Sion dengan tulus, karena ia benar benar sangat menyayangi Beni
"Syukur kalau begitu". Ucap Syukur Cheky pada Sion yang telah mengakui Benny sebagai anaknya
Saat mereka sedang bercengkram tiba tiba Mia datanga
"Loh Ayah kenapa tamunya gak ke dalam aja".ucap Mia pada Cheky
"Tidak ada apa apa saya cuma sebentar".ucap Sion
Mereka bercengkrama sebentar lalu mereka pun pamit,Sion dan Benny pun segera pergi dari sana dan masuk ke Rumah besar milik keluarga Davis
Sementara di kamar mandi
"Momy udah ya". ucap Bella
"Udah sayang".balas Silivia
"Makasih". Ucap Bella tak lupa memberikan senyum manisnya kepada Silivia
"Ya sayang sama sama ,ayo ke luar".ucap Silivia
"Ya momy ,aku udah lapar banget".ucap Bella sambil menggerutu sementara tangannya mengusap perutnya
Hal itu membuat Silivia khawatir
"Ya ampun kamu belum makan?". Tanya Silivia, Bella hanya mengangguk saja
" ya udah ayo ikut momy".ajak Silivia
Sampai di meja makan
Ternyata mereka berlima sudah berada di tempat meja makan
Bella tercengang melihat ada beberapa orang asing disana lalu ia pun bersembunyi di balik tubuh Silivia
Silivia merasakan jika Bella sedang berbunyi pun berkata
"Udah gak apa apa jangan takut sayang". ucap lembut Silivia pada Bella
"Sini cu, sama oma duhh oma ". Ajak Laurenza pada Bella yang masih bersembunyi
__ADS_1
Karena merasa mereka baik, Bella pun mencoba mengintip dengan kepala bergerak miring, saat ia memiringkan kepalanya karena penasaran ingin melihat mereka, tiba tiba ia terkejut melihat mereka tersenyum padanya apalagi Steven menahan tawanya
Bella pun langsung bersembunyi, lalu ia menghentakan kakinya dan merengek berkata
"Aku malu momy". rengek Bella
Mendengar itu sontak membuat semua orang disana tertawa lepas karena ulah Bella
Hahahaha
Hahahaha
Hahahaha
Hahahaha
Hahahaha
"Aduhhhh sayang kamu ini lucu banget sih hahahah". Tawa Sivani menggelegar diikuti oleh lainnya, sementara Bella yang tadinya bersembunyi ia pun mencoba memberanikan diri untuk melihat mereka tertawa
Bella heran dengan mereka kenapa mereka tertawa ada apa yang lucu. Namun seketika tawa mereka berhenti teriakan dari seorang anak kecil
"Teteh".teriak Benny, ya ternyata Benny yanh baru saja tiba dengan di dampingi oleh Sion
Bella melihat adeknya pun langsung berlari dan memanggil
"Adeekkkkkkk".balas Bella, lalu
grep
Mereka pun saling berpelukan ya memang begitulah mereka jika bertemu seeolah seperti tidak lihat 1 minggu padahal hanya beberapa jam saja mereka tidak bertemu sudah merasa ditinggal beberapa hari
"Adek kenapa gak ikut sama bunda ke nenek".tanya Bella
"Ayena adek mau main di cini teteh". Jawab Benny
Melihat kedua saudara itu yang saling berpelukan, dan juga saling bercengkram membuat semua seisi rumah terharu apalagi keluarga Davis dan Keluarga Williams yang baru pertama kali melihat keluarga yang begitu hangat
"Aduuuh kaliaan so sweet ayo ayo kita sarapan dulu ya".puji Laurenza pada mereka berdua
Lalu mereka pun melepas pelukannya, dan lagi lagi Bennya lari lari dan memanggil
"Caca, adek angenn". teriak Benny sambil merentangkan tangannya dengan wajah yang imut membuat semua orang ingin mencubit atau mencium pipinya
Dan paling terkejut lagi Benny sebagai orang asing begitu manja dengan Steven dan layaknya seperti adik kakak sungguhan dan ini membuat keluarga davis dan william terutama orangtuanya merasa terharu
Steven menghampiri Benny lalu memeluk dengan lembut penuh kasih sayang
"Masa baru aja kemarin kita main, udah kangen lagi hmm". ledek Steven sambil terkekeh geli pada Benny
Lalu benny pun melakukan hal seperti Bella lakukan tadi ia menghentakan kakinya sambil berkata
"api okoknya adek angen ama caca ". Ucap Benny
Steven tidak bisa menahan tawanya ia pun tertawa lepas lagi karena tingkah Benny yang membuatnya benar benar terhibur
Mereka pun akhirnya tertawa bersama sama karena ulah mereka berdua siapa lagi kalau bukan Bella dan Benny
Ada saja tingkah mereka yang membuat keluarga paling kaya no 1 itu sangat terhibur. Lalu mereka pun melanjutkan sarapan yang ditunda tadi
...****************...
Berpindah ke kampung dan memiliki teman baru, hal ini membuat dirinya semakin betah berada di Bandung. Apalagi sejak berpindahannya dan mengenal Bella hidup atau di rumah Steven menjadi ramai
Apalagi orang tuanya Sion dan Silvi sangat menyayangi Bella dan Beny sebagai cucu.
Ya seperti saat ini Suasananya begitu ramai karena Benny sedang menangis dijahili oleh Steven karena membunyikan mainannya dibalik badannya
"Huaaa caca mahhhh icu ainan dedek haaaaaa ndaaa".tangis Benny merengek
"Ya sini ambil aja jangan nangis, dong".ledek Steven pada adiknya
Melihat Benny yang sedang menangis membuat Kris merasa iba
"Sini sayang sama Opa ya". Ajak Kris
"Jangan opa". Makin seru Steven menjahili adiknya
"Huaaa opaa lihat Cacamua ahaat ama adeee".adu Bennya sambil terus menerus menangis
"Sayang Steven gak boleh gitu dong nak ke adek sendiri dijahili". Tegur Silivia pada Steven
"Huuuu di ayahin ama omy acu wlekk". ledek Benny sambil menjulurkan lidam merasa menang jika Momynya membela dirinya
Sementara Steven pun juga membalas ledekan Benny
"Huh biarin, wlekk". ledek Steven sambil menjulurkan lidah kemudian ia berlari karena Benny mengejarnya
Sementara Bella saat ini sedang menggambar di temani oleh Sivani
"Nah ini warna ijo".ucap Sivani sambil menujuk ke arah gambar
"Grandma di rumah Grandma banyak boneka gak?". Tanya Bella pada Sivani
"Gak ada sayang".jawab jujur Sivani
"Yah kalau ada aku mau pinjam sebentar buat main".kecewa Bella
Sivani menyeringtkan dahinya kenapa harus pinjam
"Kenapa harus pinjam sayang".tanya Sivani
"Ya karena itu punya Grandma bukan punyaku". Jawab Bella yang masih berkutat dengan gambar
Dan mereka berdua pun bercengkrama dan sampai ada gelak tawa dari mereka
Sementara Keluarga Davis mereka bergelak tawa mendengar ocehan Beny yang memang cadel tapi mereka paham anak ini yang dibicarakan
Tiba tiba Bella menghampiri Benny dan berteriak
"Adekkkkk aa udah pulanggg". Teriak Bella karena keluar dari kamar Steven
"Asyikkkkkk". Girang Benny sambil melompat lompat
"Ayo Steven kita ketemu sama kakak aku". Ajak Bella pada Steven
__ADS_1
Steven hanya terdiam dan menurut saja, karena ini sangat sangat di luar ekspetasinya sendiri