
"Yah udah, nanti kalian ketinggalan pesawat jika kalian masih disini!"ucap Denis.
"Iya pah...., Kita berangkat yah "ucap Kevin.
"Ingat Vin oleh-olehnya harus ada yah!"ucap Denada semangat.
"Iya mah, tenang saja kami akan berusaha keras"ucap Kevin tersenyum sambil masuk ke mobil.
"Ok sayang,kami akan selalu mendoakan kalian"ucap Denada sambil tersenyum.
Sementara didalam mobil
"Mama memang mau oleh-oleh apa Vin?kok semangat banget mama tadi bilang nya?"ucap vany yang masih bingung dengan ucapan mertuanya tadi.
"Sayang mama itu minta oleh-oleh cucu, maka dari itu kita harus berkerja keras agar mereka tidak kecewa sayang"bisik kevin dengan santai.
Seketika jantung vany berdebar kencang dan wajah nya merah. Stevany hanya tersipu malu dan tidak berbicara apa-apa.
"Loh kita mau kemana Vin?"tanya vany karna dia tau jalur ke bandara bukan lewat sini.
"Sayang, kita pergi ke makam papa dulu"ucap Kevin sambil tersenyum.
__ADS_1
"Makasih sayang, aku hampir melupakannya"ucap vany senang.
"Kamu bilang apa tadi sayang?"ucap Kevin yang sedikit terkejut mendengar perkataan vany.
"Emang aku bilang apa?aku cuman bilang aku hampir melupakannya"tanya vany pura-pura gak tau apa-apa.
"Bukan yang itu sayang, tapi yang sebelumnya"ucap Kevin.
"Gak ada kok, aku bilang apa-apa"ucap vany mengerjain Kevin .
"Yah sudah lah, kalo kamu gak mau bilang"ucap Kevin sedikit kecewa.
Mendengar perkataan vany seketika Kevin tersenyum melihat vany dan berkata "coba katakan lagi sayang".
"Makasih sayang"ucap vany sambil tersenyum.
Mendengar hal tersebut Kevin langsung memeluk Vany dengan erat dan berkata "bisakah kamu seterus memanggil ku seperti itu?".
"Baiklah, aku akan mendengarkan suamiku"ucap vany sambil tersenyum. Setelah vany mendengar perkataan Kevin tentang papanya, membuat dirinya yakin bahwa Kevin adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk membahagiakan dirinya.
"Hm....,kita sudah sampai"ucap Dimas sebenarnya dia tidak ingin menganggu kebahagiaan mereka, hanya saja mereka sudah sampai di pemakaman papa vany.
__ADS_1
Seketika vany langsung melepaskan pelukan kevin dan keluar dari mobil.
"Dimas kamu mengganggu kebahagiaan ku saja"ucap Kevin dingin lalu turun dari mobil.
Seketika Dimas langsung menghelai nafas panjang, dia tidak ingin turun dan menganggu mereka lagi dan berkata "kenapa harus aku yang mengantar mereka? lebih baik aku di mobil saja. Aku seperti orang ketiga dalam hubungan mereka".
.
.
"Pah,aku ingin memperkenalkan suami ku pah, menantu papa. Maaf pah,aku baru datang sekarang,aku ingin minta restu papa semoga kami selalu bersama hingga maut memisahkan"ucap vany sambil meneteskan air mata.
"Halo pah,aku Kevin pacar vany waktu SMA dan sekarang aku sudah menikah dengan putri papa. papa tenang saja aku pasti akan selalu menjaga putri papa dengan segenap hidup ku. Dan semoga papa tenang di sana, maaf pah jika aku baru datang sekarang"ucap Kevin sedih didepan batu nisan papa vany sambil menggenggam tangan Vany.
"Sayang kamu gak perlu minta maaf,kamu gak salah sayang,percayalah papa pasti senang karna kita sudah datang kesini"ucap vany sambil tersenyum.
"Terimakasih sayang,kamu mau menerimaku kembali dan aku sangat bersyukur kepada Tuhan karna kita telah bersama kembali"ucap Kevin sambil memeluk Vany dengan erat.
"Aku juga berterima kasih karna kamu dan juga keluarga mu yang mendukung kita untuk bersama lagi"ucap vany membalas pelukan kevin.
Tiba-tiba ponsel Kevin berdering
__ADS_1