BERTEMU KEMBALI

BERTEMU KEMBALI
Ferry anak angkatku


__ADS_3

...MAAF KEMARIN TIDAK UPLOAD KARENA ADA MUSIBAH GEMPA YANG TERJADI DI CIANJUR....


...KALIAN JAWABARAT, DAN JABODETABEK DAN DISEKITARNYA IKUT MERASAKAN JUGA GEMPANYA...


...AKU PUN SEBAGAI WARGA BANDUNG IKUT MERASAKAN DAN JUGA BELASUNGKAWA PADA KAB. CIANJUR...


...KEBETULAN KELUARGA DARI BAPAKKU DAN KAKAKKU TINGGAL DISANA NAMUN ALHAMDULILLAH BAIK BAIK SAJA....


...APALAGI GEMPANYA TERUS TERJADI SUSULAN MEMBUAT KELUARGA SAYA KHAWATIR DENGAN KEADAAN MEREKA YANG BERADA DISANA...


...MAKA DARI ITU SAYA TIDAK UP EPISODE BERIKUTNYA WAKTU KEMARIN DAN INSYA ALLAH HARI INI SAYA AKAN UP KEMBALI...


...YOK BERIKANLAH MEREKA AL FATIHAH ORANG ORANG YANG TERKENA GEMPA DAERAH CIANJUR SEMOGA ALLAH MEMBALAS DENGAN RIBU KALI LIPAT...


Amiin....


...****************...


Disebuah Cafe kecil


Fery sedang berada di cafe karena memang saat itu sudah libur Kuliahnya, dan daripada ia diam lebih baikn mencari cuan. Fery kini seperti biasa ia akan menyumbang suaranya di cafe cafe, saat ini pun ia sedang siap untuk bernyanyi, memiliki suara yang bagus dan juga memiliki akhlak yang sangat mulia membuat mereka yang telah mengenal sosok Fery dibuat kagum oleh dirinya.


Fery menyanyikan sebuah lagu tentang Hal hebat dari Govinda


Di hidup ini


Telah kusinggahi banyak cinta


Namun tak pernah aku temui cinta


Sekuat aku menginginkan dia


Hal hebat kurasakan


Kini dicintai seseorang


Yang ku pun mencintai


Itu sempurna


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya


Dalam diamku


Kupanjatkan selalu doa untuknya


Jodoh bukan soal sempurna


Namun yang mampu tangguh tuk bertahan


Dan berjuang


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya


Ho


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya ho


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya


Hatinya takkan siakan dia


Takkan siakan dia


Takkan siakan dia


Fery pun telah selesai bernyanyi, dan disambut oleh tepuk tangan yang meriah. Fery segera pulang ke kosan dan menyiapkan pakaian untuk besok pulang


"Huh akhirnya besok pulang kampung juga, aduhh aa kangen kalian ". Ucap Ferry lalu melihat foto pajangn di atas nakas ternyata itu foto keluarganya.


Fery tidak henti henti nya mengucapkan syukur karena memiliki keluarga yang begitu harmonis meski keluarganya dibilang cukup sederhana namun Fery tetap bersyukur dengan apa adanya


Ferry memilik banyak teman namun mereka semua korban atau broken home. Mereka selalu curhat pada Ferry, Ferry yang memang selalu jadi pendengar yang baik sekaligus juga menjadi pendengar yang memang memberikan pesan pesan yang membuat mereka nyaman dengan Ferry.


Tak terasa kini pagi pun sudah mulai

__ADS_1


Kini Ferry siap siap untuk segera berangkat, melalui motor miliknya yang dibeli saat di jakarta. Dan itu hasil jerih payahnya selama sekolah SD sampai kuliah saat ini yang memany selalu menabung karena ingin membeli barang barang yang Ferry butuhkan


Ferry sudah siap siap dan segera berangkat


"Bandung aku datang". Ucap Benny pada dirinya sendiri


Sudah menepuh 4 jam lamanya di perjalanan dari Jakarta menuju Bandung . Kini akhrinya ia sudah tiba di desa kampung halamannya


Tibalah di rumah sederhana tersebut nampaknya rumahnya terlihat sepi


"Loh bunda ayah kemana ya, apa ke nenek ya ini terlihat sepi". gumam sendiri sambil menatap rumahnya terlihat sepi


Namun ia di kaget kan dengan suara teriakan dari orang yang di kenal bahkan sangat ia kenali


"Aa aa sini". Teriak Bella


Pandangan Fery terhenti saat melihat Bella keluar dari mewah tersebut bersama seorang anak laki laki yang tidak dikenali olehnya dan juga ia melihat adik kecilnya yang berjalan mendekati Bella


Fery merasa heran sekaligus terkejut melihat kedua adiknya berada di rumah mewah tersebut


"Bella? Kenapa kamu ada di rumah itu?".tanya Fery


"Ya Bunda kan lagi pergi, dan kenalin ini Steven tetangga baru kita".ucap Bella kemudian ia pun memperkenalkan Steven pada abangnya


Ferry pun balas pekenalannya


"Oh hai Steven abang Ferry".sapa Fery pada Steven tak lupa ia memberikan senyuman hangat, Steven pun juga sama ia memberikan balasan senyum hangatnnya kepada Ferry


"Steven".jawab singkat Steven


"Ini rumah kamu".tanya Ferry pada Steven


"Ya".jawab singkat Steven karena ia tak pandai merangkaikan kata kata jadi ya dijawab sesingkatnya saja


"Emanya boleh".tanya lagi Ferry


Lagi dan lagi Steven hanya menjawab "iya" hal ini membuat Ferry tidak bertanya lagi


Lalu saat Bella ingin mengatakan sesuatu pada Ferry


Namun tiba tiba saja ada datang dari belakang


"Hay nak apa kamu kakak sulungnya Bella dan Beryy?".tanya Silivia yang ternyata tidak sendirian tetapi dengan suaminya


"Ya ampun udah punya bujang ternyata, sini cu ke dalam aja jangan sungkan sungkan".ajak Laurenza yang baru saja tiba


"Aduh ini beneran gak apa apa ini aku gak enak".tak enak Ferry


"Udah gak apa apa anggaplah rumah sendiri".ucap Silivia


"Terimakasih tante".tulus Ferry


"Gak usah panggil tante, panggil momy aja tuh Steven manggil bunda kamu bunda juga".ujar Silivia


"Oh ya mom".dengan Ferry ragu mengatakannya


Lalu mereka pun menuju ke dalam rumah mewah itu bersama dengan Ferry tentunya


Saat mereka sudah masuk ke dalam rumah mewah


Keasyikan melihat seluruh ruangan Mansion, tanpa sadar dirinya sudah berada di ruang tamu atau ruang tempatnya berkumpul disana banyak sekali orang orang yang di antara Sion, Sean, Kris, Sivani .


Hingga Sivani membuka suara, tampaknya sangat memukau melihat Ferry seorang pemuda tampan


"Haduh siapa yang ganteng ini".puji Sivani


"Ini Ferry mom, dia ini kakak sulungnya Bella dan Benny".jelas Silivia


Sivani mendengar itu langaung berbinar


"Ya ampun ternyata aku punya cucu bujang ya ampun".puji Sivani pada Ferry, membuat Seon sebagai istrinya pun mendengus kesal


"Sayang kenapa kamu muji orang lain sih". omel Sean karena cemburu mendengar pujian dari sang istri kepada Ferry karena kebetulan Sean bersama dengannya


"Emang cucu sulungku ini ganteng koq, kenapa cemburu?". ucao Sivani tanpa di duga ia sudah mengklaim jika Ferry sudah di anggapnya cucu sendiri.


Ferry mendengar itu langsung mematung seketika. Kemudia ia pun berkata dengan hati yang merasa canggung


"Aduhh oma jangan ngerepotin aduh saya merasa gak enak".ucap rendah hati Ferry


"Udah tak apa apa kamu kasian lo jauh jauh ya".ucap tulus Sivani


"Ya saya dari Jakarta oma".jawab jujur Fery


"Tuh dari jakarta kan, BTW panggilan oma cocok juga". Ucap Sivani


Ferry pun tersenyum senang karena biasanya Sivani dipanvgil oleh Steven Grandma


Kemudian Sion pun membuka suara dan menghampiri Fery dan langsung memeluk erat layaknya seorang ayah yang sudah lepas rindu pada anaknya


"Selamat datang putra sulungku ".ucap sambutan Sion pada Fery, yang lagi lagi membuat Ferry tercengang mendengar itu


Kris melihat wajah kebingungan


"Tidak usah bingung cu, anggalah kita ini keluargamu".jawab Kris dengan tulus tanpa meluturkan senyuman lembutnya pada Feryy


"Kamu kuliah di Jakarta itu kan nak".tanya Sion pada Ferry, Ferry terkejut mendengar itu ia pun menoleh kepada Bella sang adik yang cengir tanpa bersalah.


Ferry memang sudah biasa jika memiliki adik hobynya ngegosip


"Ya aku dijakarta kuliah dan sekaligus kerja juga".ucap Ferry


"Hah kuliah, sini sini duduk aja nih sama Dady kamu panggil Dady saja ya". Ucap Sion


Ferry pun hanya mengangguk saja dengan senyumannya yang tulus pada Sion


"Tuh Bella yang cerita".tunjuk Sion pada anak angkatnya yang sedang bermain hp milik Silivia


"Oh ah dia mah memang begitu".ucap Ferry


Namun tiba tiba saja Bella celetuk membuat Ferry terkejut


"Aa aa disana aa punya pacar gak".celetuk Bella udah mah lagi keadaan lagi sibuk ngobrol seketika hening


"Hah pacar, pacar darimananya?". Tanya Ferry

__ADS_1


"Ih aku kira aa punya pacar, kali kali kek kalau bawa motor itu bawa perempuan".ucap nyindir Bella kakaknya yang membuat Ferry merasa tersindir pun langsung menjawab asal


"Yah sekalian aja kunti ya".asal Ferry dengan mengedus kesal pada Bella


"Iihhhh jangan ngomong gitu nanti malam di datangi".ucap Bella yang sudah mulai merinding


"Steven koq abang ngerasa merinding".ucap Ferry pada Steven menghiraukan Bella, namun matanya melirik ke arah Bella yang sudah mulai terdiam


"Ya bang kayanya hawa disini udah gak enak ".balas Steven kemudian ia pun juga sama halnya melirik ke arah Bella yang sudah mulai pucat


"Ayo kita ke kamar kamu ya aja".ajak Ferry pada Steven tanpa mengajak Bella


"Ya ayo bang".turut Steven namun hatinya sangat senang melihat Bella yang sudah mulai ketakutan


"iiih abang tungguin".teriak Bella sambil lari mengejar Ferry dan Steven dengan wajah ketakutannya


Mereka bertiga pun lari lari, gelak tawa menggema di rumah mewah itu oleh kedua orang siapa lagi Steven dan Ferry


Singkat cerita


Fery dan ketiga bocah sedang berada di halaman belakang. Duo B sedang main pasir sementara Fery san Steven sedang mengobrol


"Kamu tuh jadi teman kelasnya Bella?".tanya Ferry pada Steven yang sedang bersandar di sandaran kursi


"Ya bang".jawab Steven


"Abang salut sama lu stev, bangga banget pastinya momy sama dady punya anak genius".puji Ferry pada Steven


"Ah biasa aja sih bang, oh ya abang udah bisa it ?".jawab Steven lalu ia pun bertanya kepada Steven


"Udah ke Operating System sih tapi masih dasar, tapi sebenarnya abang juga bisa meretas sih hahaha".gelak tawa Ferry


"Oh ya kalau gitu ayo kita bersaing".tantang Steven pada Ferry


"What emang kamu bisa".tanya Ferry tak percaya dengan Steven yang notabenya seorang anak kecil berusia 4 tahun bisa mengerti IT kebanyakan seumuran dengannya itu hanya tau game saja tanpa bisa yang lainnya apalagi membuat game itu sendiri rasanya itu sangatlah mustahil


"Ya bisa lah".jawab pedenya Ferry dengan percaya diri


Mereka pun terus saja berdebat hingga tiba tiba datang 3 pria berbeda usia mereka tak menyadari hal itu


"Wah kayanya seru nih".seru Sion masih melihat keduanya saling berdebat


"Hmm kenapa aku ngerasa melihat mereka seperti adik kakak sungguhan ya".ucap Sean sambil menatap kedua orang tersebut siapa lagi kalau bukan Steven dan Ferry


"Gak hanya dady ngerasain, aku aja melihat Ferry seperti memiliki putra sulung saja".jawab Sion yang merasa terharu melihat didepannya yang sangat ingin Sion ciptakan yaitu memiliki anak lebih dari 1


"Ya kamu benar, Sean".balas Kris yang menyetujui ucapan Sean


Lalu Sion pun langsung menyapa mereka


"Hay kalian berdua".sapa Sean


"Oh sini sini grandpa dan opa , dady duhh sini sini silahkan duduk".ucap Ferry mengajak mereka untuk duduk sementara Ferry langsung berdiri karena merasa tidak enak kepada lebih tua


"Udah kamu duduk aja".ucap Sion langsung menarik tangan Fery untuk segera duduk di sampingnya sementara Kris duduk dekat dengan Sean kemudian Sion duduk di antara Sean dan Ferry


"Lagi bicarain apa kalian berdua".tanya penasaran Sean pada mereka berdua


"Ini kita lagi ngobrol IT".ucap Fery


"Dad, dia gak percaya aku kalau aku bisa bertanding dengannya eh dianggap remeh sama abang". Adu Steven


Fery pun langsung berbicara


"Gak dad aku hanya ngomong, masa sih gitu. Tapi kan itu wajar lah dad umur 4 tahun kan biasanya juga tau main game aja ya kan dad". elak Ferry


Sean hanya tersenyum lebar membuat ia menampilkan gigi rapih yang putih


"Hmm gimana ya, ya memang Steven ini bisa, bahkan dady aja selalu minta bantuann". Ucap Sean yang memang benar jika Steven ini mampu mengenal IT


Steven merasa dirinya di bicarakan kemampuannya apalagi itu ayahnya sendiri membuat dirinya begitu bangga dan langsung mengatakan dengan percaya diri


"Tuh dengerin bang aku gak bohong kan". sarkas Steven


Ferry tidak menjawab ia langsung mengambil makanan yang dipegang oleh Steven bahkan sudah dimakan sedikit ia merampas langsung berlari hal itu membuat Steven kesal dengan abang angkatnya mereka pun saling berlari tanpa lelah


Hal ini membuat ketiga pria dewasa tertawa terbahak bahak dan yang lebih besar tertawanya itu Sean yang merasa puas melihat cucu cucunya lari larian


Sore pun tiba


Kini Ayah dan Bundanya sudah pulang dari rumah Ibunya Mia


"Permisi". Ucap Mia pada pengawal


"Oh bu Mia silahkan masuk saja Nyonya". ucap Pengawal yang memang sangat mengenal Mia yang menurut mereka sangat baik bahkan setiap hari selalu saja diberikan makan siang yang enak buatan Mia hal ini diniliai plus oleh pengawal keluarga Davis


Mia pun masuk bersama Cheky


Saat ia masuk ke rumah mewah tersebut baru saja di buka langsung di peluk


"Nyon..". Ucap Mia terpotong oleh


"Udah sayang panggil mamah nak". Ucap Laurenza pada Mia


Mia merasa canggung dan sekaligus merasa kasian pada Laurenza yang baru saja ia temui tadi pagi namun seperti akrab dengannya dengan ragu ia pun memanggil


"Mamah". Ucap lirih Mia


Sontak membuat air mata Laurenza pecah seketika hal ini membuat Mia panik dan langsung menenangkan Leurenza dengan cara mengusap punggung Laurenza


Cheky merasa iba terhadap Laurenza entah kenapa Laurenza ini seperti ingin memiliki anak


"Kenapa keluarga ini seperti ada kekurangan anak ya". bathin Cheky


Yang merasakan keganjalan dari tetangga barunya yang kaya itu


Namun ia pun ingat Bella pernah cerita jika Steven anak tunggal dan ia pun berfikir sepertinya keluarga ini memang terlahir sebagai anak tunggal tanpa memiliki saudara


Bersambung


Maaf jika ceritanya yang tak nyambung dengan judul karena memang aku sengaja membuat ceritanya begini plot nya apa sih namanya ya pokoknya alur ceritanya beginilah


nanti juga akan diceritakan saat Steven dan Bella akan berpisah beberapa tahun pada ke lulusan kelas 6 nanti.


Sedikit Spoiler ya hehehe tank you dan maaf aku up telat karena memang aku selalu memikirkan keadaan saudara ku di Cianjur

__ADS_1


Minta doanya ya teman teman semoga bencana ini cepat berlalu dan Cianjur kembali seperti biasa


__ADS_2